Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Nggak Peka


__ADS_3

"Iya, aku nggak Papa di rumah. Daripada aku pergi sama kamu, dan di sana aku cuma di jadikan sampah." Celetuk Rania, membuat Irsyad mengangkat bahunya dan menengok ke arah mbak Nurul.


"Mbak, keluar saja dulu! Nanti buatkan makanan buat makan malam."


"Baik Pak, kalau begitu saya permisi keluar." Mbak Nurul keluar dan Rania memberengut dari Irsyad berbicara tentang ke luar kota.


"Kamu kenapa? Apa ada yang salah dengan ke luar kota, atau mau apa?" tanya Irsyad, emang suami tidak peka. Beberapa hari masih ada hari yang tidak ingin terlewatkan, karena Irsyad masih di berikan kesempatan untuk cuti beberapa hari lagi. Tapi, Irsyad masih memikirkan ke luar kota. Rania tidak mau kalau kesempatan ini bisa di jadikan angin saja buat Irsyad.


"Emang nggak peka mah kamu. Aku mau pulang aja, daripada di sini. Rumah sepi rasanya, nggak mau ah." Ucap Rania, Irsyad membeliak dan menyergah Rania agar tidak pulang.


"Eh, kok pulang? Masih pengantin baru kita nih. Ngapa pulang? Nanti di sangka kita berantem lagi," ujar Irsyad. Rania menyungut dan membereskan beberapa baju.


"Iya, saking nggak pekanya terhadap dirimu sendiri. Kita masih pengantin baru, ada beberapa hari lagi buat cuti mas. Apa nggak mikir ke situ hah... Aku itu juga udah sabar lho, kamunya aja nggak pekaaa..." Ucap Rania dan Irsyad melayangkan tangannya.


Mengisyaratkan mbak Nurul agar menutup pintu dan segera pergi dari kamar mereka.


"Maaaf lah, namanya ada tugas mendadak." Irsyad menghampiri Rania yang sedang membereskan baju.


"Kamu lagi sakit, nggak boleh beres-beres. Sebelumnya itu lukanya belum di obati. Berhenti lah, nanti di kira kita apaan gitu. Pengantin baru itu harusnya di rumah apa nggak bisa membahagiakan para istri dan suami." Rania tersenyum, akhirnya di jelaskan kalau nggak bisa nggak akan ngerti sampai beribu-ribu bulatan ataupun benang.

__ADS_1


"Cukup kan sekarang mulai peka, yuk berarti kita jalan-jalan dong seharusnya!" Irsyad terbelalak dan Rania yang mengajaknya, siapa sangka Irsyad juga mau keinginannya terpenuhi dan bisa membahagiakan istrinya sendiri.


"Nggak, kagak ada waktu. Kalau sesudah pulang dari luar kota baru bisa jalan-jalan." Rania kembali jengkel dan kesal.


Merayap ke atas ranjang dan melayangkan guling ke arah wajah Irsyad. "Kamu itu nggak tau apa? Moodku itu sekarang berubah, gara-gara kau nih! Ini aku nggak bisa bayangkan kalau nggak di wujudin itu rasanya beda tau, nggak..." Ucap Rania dengan menangis tersedu-sedu.


Menghela napas lagi dan akan habis napasnya kalau begini. Irsyad merayap ke ranjang.


"Mau apa?" Dengan nada kesal dan marah.


"Iya, nenangin kamu lah. Aku nggak akan macam-macam kok, udah sini kamu tidur di pahaku biar aku mendengarkan keluh lugu kisahmu." Irsyad mengambil bantal dan ia letakkan di pahanya.


"Nggak akan ngapa-ngapain 'kan? Awas aja kamu kalau ingkar janji, aku injek-injek nanti." Ngeri sekali Rania ini. Irsyad menggeleng, siapa akan tau kalau nanti si preman minta jatah uang untuk di belikan makanan dan kenyang perut.


Nanti akan bahagia dan sama-sama di jalani dengan nasib yang sama. Menjadi calon ibu dan bapak.


"Toh, awas ini pembatasnya!" Rania mulai bercerita sampai bahas-bahas orang Turki terus ceritanya udah nggak jelas dari awal.


"Ngantuk aku mas. Kamu keluar dulu lah, aku mau tidur. Nanti ngorok kamu mah kalau tidur. Aku nggak jadi tidur nanti." Cibir Rania.

__ADS_1


"Iya, aku mau beres-beres baju dan dimasukkan ke dalam koper. Besok nggak usah beres-beres lagi, kamunya masih lemes. Mana kuat kayak gini." Ucap Irsyad, Rania tidak kuat mau bangun dan pendengarannya samar-samar sudah hilang dari dunia nyata.


Karena efek obat yang di campurkan oleh teh manis tadi. Sampai Rania lupa mau minum obatnya sendiri yang dia simpan di tempat yang aman dan tidak akan di ketahui oleh Irsyad.


"Huh, dasar dia yang orok. Giliran aku yang ngorok aja, yang marah-marah dia. Aku nggak akan marah, sampai mau dia buat pulau mungkin aku nggak akan marah." Irsyad membenarkan posisi tidur Rania dan selimutnya.


Sampai Irsyad ikut tertidur di sana.


Apa yang akan terjadi nanti?


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya teman-teman


☺☺☺


Selamat menjalani ibadah puasa di hari ke-tiga dan semoga ibadah hari ini di terima di sisi Allah SWT 🙌🙏 aamiin...


Terima kasih 🙏💕

__ADS_1


__ADS_2