
Maaf teman-teman aku nggak up di sini ya berapa hari ini, udahan...
*Happy Reading*
Irsyad pun membawa Rania ke rumah sakit dan sampai di rumah sakit miliknya yang sekarang dia rintis terlebih dahulu. Irsyad memanggil suster dan suster membawa brankar untuk Rania.
“ Sus tolong bawa ke UGD aja dulu, saya nyusul nanti. Ada Pak Agus di sana yang menangani sebagai dokter umum, ” Irsyad melangkah ke ruangannya mengambil sesuatu di sana dan Irsyad kembali ke UGD menunggu Rayna. Sebenarnya dia ada jadwal untuk melakukan operasi nanti jam 11 siang, tetapi dia harus bertanggungjawab atas kasusnya tadi.
Pak Agus keluar dari UGD dan melepaskan stetoskopnya terus menempel di lehernya. Pak Agus menghampiri Irsyad yang sedang duduk.
“ Selamat siang Pak Irsyad? ” Irsyad terbuyar lamunannya dan terkesiap berdiri,
__ADS_1
“ Siang Pak, bagaimana keadaannya Pak? ” Tanya Irsyad
“ Iya begini Pak saya memberitahukan kalau pasien tidak kenapa napa, cuma luka kecil saja. Nanti bisa di bawa pulang, emang pasien istri dari Pak Irsyad ya? Apa adek Pak Irsyad sendiri?” Tanya pak Agus
“ Nggak pak, tadi saya nabrak perempuan tadi pak. Makanya saya tanggungjawab, ” Jawab Irsyad dan Pak Agus mengangguk “ Oh iya nanti nggak di kasih obat juga nggak papa, pak. Kalau begitu saya permisi dulu pak, ” Pak Agus pergi dan Irsyad masuk ke ruangan di sana ada suster yang setia menemani pasiennya.
“ Aduh Pak, saya mau pulang nanti umi mencari gimana? Saya nggak mau kalau menyusahkan satu pondok pesantren, pak. ” Rania beranjak dari ranjang dan berdiri. “ Iya saya antarkan kalau begitu, ” Ucap Irsyad. “ Nggak usah Pak, takutnya nanti di mobil bukan begitu ya pak. ” Dengan begitu Irsyad mengerti.
“ Oh iya perkenalkan nama saya Meta, istri dari Mas Doni temannya Pak Irsyad. ” Rania menjabat tangannya, “ Iya nama saya Rania, ” Rania gugup karena ini semua teman dari anak orang kaya sepertinya. “ Oh iya mbak, mbak tinggal di pondok pesantren mana? ” Tanya Irsyad dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata. “ Saya di pondok pesantren Darunnajah Pak, ” Jawab Rania. “ Bukannya itu pondok pesantren abangmu mengajar ya, sad? ”
Tanya Doni dengan membuka laci mencari minum di laci mobil Irsyad. “ Iya, tapi nggak tau kenapa kok aku seperti terlalu asing dengan pondok pesantren itu ya. ”
__ADS_1
“ Hah kenapa lu? Bukannya abangmu di sana ya, “ Rania bingung yang dimaksud siapa?.
" Emang siapa ya namanya pak? ” Tanya Rania
“ Itu namanya Bang Yahya yang jadi guru di situ, tetapi Irsyad asing banget sama pondoknya. ” Jawab Doni dan Rania mengangguk “ Oalah ustadz Yahya ya, itu bener kakaknya bapak. ” Ucap Rania dengan meyakinkan. “ Hm, iya saya punya abang namanya Yahya. ” Jawab Irsyad.
Sampailah di Pondok pesantren Darunnajah dan Irsyad mengklakson mobilnya. “ Iya bentar, ” Jawab Pak Dudung sebagai satpam. “ Eh siapa ya? ” Tanya Pak Dudung dengan mengetuk kaca mobil. “ Iya Pak ada abi sama uminya? ” Tanya Irsyad dan Pak Dudung membukakan gerbangnya.
* Bersambung *
Jangan lupa untuk like, komen, dan vote. Terima kasih.... Lope-lope buat kalian 😘😘😘
__ADS_1