Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Kerupuk Micin


__ADS_3

Happy Reading


Rania pun mengambil wadah untuk lauknya dan sayurnya. Rayhan mengangkat kuali dan meletakkan di tempat cuci piring.


“ Ini gimana dek? Nasinya taruh sini aja, ”


“ Iya bang, taruh situ aja. Abang siapkan piring sama gelasnya itu di rak. ”


Rayhan melangkah ke rak dan mengambil piring serta gelasnya. Rayhan menatanya di meja makan dan Rania pun menata sayur sama lauknya.


“ Eh dek abi sama umi kemana ini? ”


Rania menggelengkan kepalanya dan melangkah ke tempat cuci piring.


“ Nggak tau bang, kayaknya masih di kamar. Tadi, umi nangis-nangis, gara-gara abi marah kalau umi nggak jawab salam abi. Terus, abi marah, masuk kamar. Umi baru sadar kalau tadi nggak jawab salamnya, umi langsung masuk ke kamar. Minta maaf sama abi, eh malah adek di jadikan obat nyamuk, bang. ”


Rania mencuci piringnya dan Rayhan mengambil toples yang berisi kerupuk.


Rayhan mengambil kerupuk dan memakannya.


“ Dek, ini siapa yang buat kerupuknya? ”


Rayhan dengan wajah yang tidak bisa di tebak karena kerupuknya kebanyakan micin.


“ Kenapa emang bang? ”


“ Kebanyakan micin ini mah, aduh sampe mati rasa ini mulut. Kayak kebal sama masakan asin, ”


Rayhan mengambil gelas dan mengangkat ceret, menuangkan airnya. Dengan begitu, Rayhan meminumnya dan membuang kerupuknya.


“ Abang kok di buang kerupuknya, nggak boleh bang. Mubazir tau nggak bang, ”


Rania membawa piring dan gelas yang basah dan di letakkan di rak piring. Rania pun mengelap tangannya dengan lap.


“ Tapi dek, tau nggak ini kerupuk rasanya kayak nggak mau makan satu tahun aja, dek. ”

__ADS_1


“ Coba adek rasakan, ”


Rania pun mengambil kerupuknya dan memakannya.


“ Aduh ketar-ketir gini bang rasanya, ”


Rayhan tertawa dan Rania membuang kerupuknya.


“ Bener-bener ini kerupuk bikin orang keracunan aja, ”


Rania mengomel-omel dan Rayhan tertawa.


“ Hahaha kamu ini, beneran emang ini juga, abang lidahnya udah kelu rasanya. Buang ajalah dek, nanti kalau tau abi pasti nggak boleh di buang. ”


Rania pun membuang di bakaran tempat sampah dan Rayhan terdiam ketika abinya ke dapur.


“ Ehm, ”


Abi melangkah dan membelalakkan matanya, ketika Rania membuang kerupuknya.


Membuat hati Rayhan bergemuruh dan Rayhan gemetaran. Rania masuk ke dalam dapur dari pintu belakang dan sontak saja membanting kotak sampah sama toplesnya.


“ Aduh gimana ini? ”


Batin Rania dengan ketakutan dan tidak bisa melangkah lagi.


“ Abi ucapkan kepada kalian, assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh. ” Dengan nada tinggi membuat Rania dan Rayhan ketakutan.


“ Waalaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh. ” Jawab pelan Rania dan Rayhan.


“ Ehm, abi tunggu kalian di lapangan. ” Dengan nada dingin dan tinggi


Abi pun melangkah keluar dari pintu belakang dan sampai menabrak tubuh Rania yang tidak bisa menjaga keseimbangannya.


Rayhan semakin ketakutan dan lidahnya seperti kesambar petir. Rania pun sama dengan Rayhan.

__ADS_1


“ Bagaimana ini bang? ”


Rania dan Rayhan tidak mau di permalukan satu pondok pesantren. Mereka pun menggelengkan kepalanya,


“ Umi.... ” Panggil Rania dan membuat Umi langsung ke dapur.


Rayhan menginjak kaki Rania dan Rania mencubit tangan Rayhan.


“ Ada apa nak? Kenapa kalian ini? ”


Umi bingung dan heran dengan tingkah mereka berdua. Rania menangis dan memeluk tubuh uminya.


“ Umi bantuin nia, kalau nia sama abang kena marah sama abi umi. Tolong umi, nia sama abang nggak mau di permalukan satu pondok pesantren, umi. ”


Umi semakin bingung,


“ Kenapa kalian ini? ”


Rania semakin terisak dan umi pun menuntun Rania untuk duduk di kursi.


“ Umi kalau kita buang kerupuk yang banyak micinnya umi, terus abi marah, umi. Gimana? Kita di suruh buat ke lapangan, umi. ”


Rayhan menjelaskan dan Umi mengangguk.


“ Hm, kalau gitu Umi nggak bisa tanggung jawab. Itu juga salah kalian sendiri, Umi tadi udah kena marah. Sekarang tinggal kalian aja, umi nggak bisa kendalikan amarah abi kalian. ”


Rania semakin menangis dengan sejadi-jadinya dan membuat Rayhan gemetaran takut.


Bersambung


Mohon bersabar!!!


Maafkan author ini ya 😰😰😰


Jangan lupa like dan komen!!!

__ADS_1


__ADS_2