Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Ada Apa Dengan Rania?


__ADS_3

Pagi harinya, Rania bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit lagi. Karena ingin berkonsultasi tentang operasinya, entah kapan akan di lakukannya?


Irsyad sudah berangkat sejak tadi, sampai dia lupa untuk makan pagi, padahal Rania sudah menyiapkan makanan untuknya di meja makan.


Dengan sayur-sayuran yang hijau, serta tempe yang ia kukus sampai benar-benar meresap bumbunya, tapi sayang makanannya belum di sentuh sama sekali oleh suaminya itu.


Mengingat dirinya pun belum pernah menemui Irsyad di rumah sakit, selama menjadi istri, Rania tidak pernah namanya mengetahui rumah sakit yang di kerjakan oleh Irsyad.


Sudahlah, tidak terlalu penting.


"Mbak, mbak mau ikut nggak?" tanya Rania dengan berbisik, mbak Nurul menggeleng.


"Bapak, suruh mbak buat nganterin shadaqah ke pondok ibu, katanya ada pengajian. Maka, dari itu mbak nggak bisa menemani ibu." Jawab mbak Nurul, Rania mengangguk.


"Tidak apa-apa mbak, nggak usah gitu. Nanti malah suami mbak yang curiga, tapi mas Onyon nggak ada di rumah 'kan?"


"Nggak ada."


Mas Onyon pergi, mengantarkan beberapa barang ke rumah Abi dan Ibunya Irsyad.


"Oo, ya sudah. Rania pergi dulu, assalamu'alaikum..."


"Semoga sembuh, ya bu... Wa'alaikumsalam, hati-hati di jalan, bu!" Mbak Nurul mengingatkan, Rania mengangguk.


"Aamiin..." Rania berjalan ke depan.


Aman terkendali, Rania melangkah keluar dari gerbang. Memberhentikan salah satu taksi yang berlalu lalang lewat di depan rumah Rania dan Irsyad.

__ADS_1


Memang pangkalan taksi tidak jauh dari arah sini, padahal di garasi mobil, ada satu mobil yang tidak terpakai. Masih mulus, dan tidak pernah di pakai. Hanya saja itu mobil di berikan untuk Rania, sebagai mahar pernikahan mereka.


"Pak, ke rumah sakit ya!"


"Siap, bu. Emangnya ada yang sakit, bu? Kok ke rumah sakit." tanya sopir taksi itu dengan menjalankan taksinya.


"Iya, ada saudara saya... Makanya saya ke rumah sakit, mau menjenguk." Jawab Rania dengan bohong.


Kepo amat. Bukannya sopir taksi itu lebih orangnya pendiam, tidak suka banyak omong.


Sesampainya di rumah sakit, Rania menunggu di samping nurse station rumah sakit.


Menunggu nomor antrian, dan sambil membaca buku yang ia bawa.


Sementara Irsyad, Irsyad berjalan ke arah nurse station, ingin menanyakan beberapa hal yang penting. Ada pasiennya yang ingin menemuinya dari kemarin, tetapi sekarang ia tunggu dari pagi.


"Aku akan selalu semangat untuk melawan penyakit ku, InsyaAllah semuanya akan


berlalu." Ucap Rania dengan meneteskan air mata, dan menunggu nomor antrian.


Pasien begitu banyak, yang menunggunya dan bisa jadi pasien ini membutuhkan perawatan yang lebih intensif, tapi dokter belum bisa di temui di hari ini. Karena ada jadwalnya masing-masing untuk menemui dokter spesialis hari ini.


Hari ini, hari sabtu, kebanyakan dokter spesialis tidak berangkat. Libur di hari weekend ini, dan bisa jadi refreshing. Mengumpulkan tenaga untuk menyembuhkan para pasien.


Irsyad melewati lorong rumah sakit, samar-samar melihat Rania yang menunggu nomor antrian di sana, ingin menemuinya tapi suster terburu memanggilnya.


"Iya, ada apa sus?"

__ADS_1


"Kata, dokter Fadli kita akan melakukan operasi di luar kota Pak, besok. Ada pasien yang mengalami gagar otak, dan harus di operasi secepatnya." Irsyad menggeleng.


"Oke, nanti saya akan bicarakan dengan dokter Fadli. Segera kamu pergi!"


"Baik, Pak. Terima kasih, saya permisi dulu." Suster itu pergi, ketika Irsyad berbalik badan tidak menjumpai Rania yang ada di sana.


Irsyad pun ke nurse station, menanyakan ada nama pasien yang bernama istrinya, kok istrinya ada di sana.


"Ada apa Pak?"


"Ini mau tanya, ada pasien yang bernama Rania yah? Sepertinya tadi ada di sini," Suster laki-laki itu pun mencari datanya.


Dan menunjukkan datanya kepada Irsyad.


"Ada, Pak. Memangnya itu pasien bapak? Bukannya itu pasien, pasiennya dokter Fadli ya Pak?" Maksudnya bagaimana?


Dokter Fadli, kenapa istrinya menemui dokter Fadli? Ada apa gerangan.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya, capek nih 🥴🥴... Malem minggu rasanya kayak di kejar target gitu, aku up jam ini ya... Pagi ini di sapa dengan kehangatan, sudahkah aku mencintai tanganku?


Wakakak


Tanganku serasa copot.


Jaga kesehatan ya teman-teman 🙏😚

__ADS_1


__ADS_2