Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Ke Rumah Irsyad


__ADS_3

"Kasian Kirana Pah, ia butuh banget kedatangan kakaknya. Palingan datang lah," ucap mamah dengan membujuk papah agar bisa meluluhkan hati Irsyad.


"Oke, papah akan ke sana." Mamah mengangguk setuju, dan mamah bersiap-siap.


"Ya, nggak sekarang deh mah." Mamah merengut. Mamah pun bersender lemah di samping tubuh papah, "Pah... Sekarang yuk! Plis," Mamah memohon.


Papah menghela napas, "Ya sudah kalau itu mau mamah." Mendapat anggukan dari sang suami, mamah bersiap-siap dan papah beranjak dari sofa.


"Yuk!" Akhirnya mereka berdua berangkat, sedangkan Kirana ada di dalam kamar. Tidak tau menau, soal orang tuanya yang berangkat ke rumah kakaknya itu.


"Mah," Papah yang menyetir mobilnya dan mamah yang ada di depan.


"Ya, pah... Papah butuh sesuatu?"


"Nggak, mah... Tapi, nanti kalau Irsyad nggak ada di rumah gimana?" Mamah melirik ke arah Papah.


"Ya, tinggal tungguin saja."


"Nah, masalahnya jika nanti Irsyad nggak ada di rumah terus ada di luar kota. Dan istrinya di ajak, mau gimana?" tanya Papah dengan menggaruk tangannya yang gatal.


"Nggak masalah, yang penting sekarang kita temui dulu Irsyad-nya." Mamah tetap mengeyel, dan perasaan Papah sejak tadi menduga-duga ada apa-apa dengan pasangan itu.


***


"Ehem, gimana nih perkembangan istri ku? Lo jangan-jangan ngeracunin istri gue!" Fadli memukul pundak Irsyad.

__ADS_1


"Ada-ada saja lu... Gue nggak pernah ya kayak gitu, orang gua punya prinsip kok. Nggak kayak kamu dikit-dikit gitu lah, ini lah... Kasih aku jalan dikit napa buat pulang? Istri ku di rumah gimana? Siapa nanti yang tanggung jawab, jika istri ku nggak baik-baik di rumah." Ucap Fadli dengan tatapan memohon.


"Nggak! Ini kalau nanti istri ku sadar, terus aku kelimpungan macam mana? Aku orangnya nggak tegaan sama keluarga, dan ini istri ku. Nggak, pokoknya kamu enggak boleh pulang!" Irsyad tetap memaksa agar Fadli tidak pulang.


Suara bel rumah, membuat mereka berjengit kaget, menatap satu sama lain.


"Siapa?"


"Entah, aku nggak ngundang siapa-siapa... Coba kamu cek ke sana!" Fadli menunjuk dirinya sendiri, dan Irsyad mengangguk.


"Lah, ini rumah siapa?"


"Ya sudah, sebaiknya kamu dan aku keluar dulu. Nanti baru kita balik ke sini," Ujar Irsyad dan mengecup kening Rania yang sedang ternyenyak, tanpa merasa ada yang hangat di keningnya.


"Syad, perasaan ku nggak enak nih. Apa jangan-janagn istri ku ke sini?! Tapi, ia nggak tau rumah kamu. Terus siapa dong?" Irsyad dengan tatapan membunuh, melirik ke arah Fadli.


"Bisa diam nggak? Kamu ini, saya mau bukain dulu pintunya. Kamu yang duduk, ya. Biar di kirain ada tamu gitu." Tetap saling bertengkar sampai yang di luar kecewa, tidak ada yang membukakan pintu sekalipun.


Kemana pembantunya?


"Assalamu'alaikum," Dengan nada tersebut, membuat mereka bergidik ngeri.


"Ih, siapa lagi? Syad---, Syad.. Aku nggak inj--" Irsyad membukakan pintu dan Fadli, menggigit jari. Irsyad terdiam lama, Fadli menatap Irsyad dengan serius.


Dan ada dua orang yang muncul, tamu Irsyad kah? Sepertinya orang tua, oh benar orang tuanya. Ketika mamah berjalan ke dapur, meletakkan makanan yang di bawa. Dan oleh-oleh sedikit, mampir ke pedagang kaki lima.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, mah... Pah," Irsyad menyalami mereka, dan Fadli beranjak berdiri, menghampiri mereka yang sedang bertamu di hari ini.


"Eh duduk Fadli... Jangan sungkan! Anggap rumah sendiri." Ucap papah yang membelai tangan Irsyad.


Sepertinya papah dan anak ini kangen.


Mamah tersenyum, melihat ke sana-sini, tidak ada yang ia tuju orangnya.


Kemana Rania? Kok belang hidungnya tak ada sama sekali, dan mamah mengeryit heran.


"Istri mu mana?"


Degh...


Dag-dig-dug-der, jantungnya sejak tadi berpacu dengan cepat dan ia tidak bisa menahannya.


Semakin di tahan, pasti akan membludak.


Tapi, ini rahasia. Kasian istrinya memikirkan, dan istrinya ingin ini di tutupi.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya teman-teman 🤗... Wuih, besar sekalian ke keluarga, bicarakan baik-baik kepada keluarga, ya masalah begini hanya author yang tau.


Hahaha:) Kali aja, ya sudah sekali lagi ucapkan terima kasih, besok aku akan up apa nggak nanti...

__ADS_1


__ADS_2