Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Kasian Irsyad


__ADS_3

"Emmm, belanja tante..." Fadli yang menjawab, terburu nanti mamah dan papahnya Irsyad curiga.


Mamah mengeryit, "Kok nggak ada mbak Nurul, emangnya mbak Nurul nggak mau belanja?" tanya Mamah.


"Iya, mah... Itu mbak Nurul sama mas Onyon ada keperluan di kampung," jawab Irsyad dengan nada ragu-ragu.


"Jangan bohong loh!"


"Nggak kok mah, masa iya Irsyad bohong sama mamah." Irsyad menggeleng, menatap lurus pandangan mamahnya itu.


Sebenarnya ia ingin jujur, demi kebaikan rumah tangganya, jangan sampai masalah beginian tidak bisa di selesaikan!


Irsyad membuatkan teh untuk papah dan mamahnya, "Mah, pah... Di minum dulu!"


"Oh iya, Irsyad... Besok kamu ada acara nggak?" Tanya mamah dan papah memegang pundak mamah, untuk sabar tidak terburu-buru menanyakan sesuatu seperti ini.


"Nggak kok mah," padahal suatu pertanyaan yang membuatnya terhimpit oleh keadaan.


"Hem, berarti bisa lah kamu hadiri acara wisuda adekmu itu. Pasti bisa, ajak istri kamu ya! Toh, kasian istri mu kalau kamu kurung di rumah." Ujar mamah, mamah menyeruput tehnya.


Apa? Ia harus pilih gimana?


Bagaikan acara mendadak, dan Irsyad menggigit jari inginnya, tenang dan sabar, jangan sampai mereka tau menau soal ini!

__ADS_1


"Mah, bisa jadi Irsyad besok ada acara mah, nggak tau pula 'kan acara itu kadang mendadak. Ada saja kendalanya kadang," Papah memberikan penjelasan agar sang mamah ngerti.


"Ya harus bisa dong, Pah. Kenapa sih papah dari tadi belain ini anak? Kasian Kirana Pah, ia butuh kenang-kenangan untuk bahagia, dan belum sepenuhnya ia merasakan hal itu untuk bahagia, ada kalanya lebih baik untuk datang." Irsyad bingung, semakin pikirannya melayang.


"Kasian Irsyad, istrinya sedang sakit. Dan besok hari di mana adeknya wisuda, harus apa dia? Aku nggak bisa bantu, syad... Coba, aku nanti bantu kamu... Apa yang kamu bicarakan aku akan iyakan saja." Ucap Fadli di dalam hatinya.


"Iya, mah... Jangan terlalu memaksa Irsyad, mah! Irsyad punya keputusan sendiri, bukan macam anak kecil lagi." Papah tetap ingin mamah, bersabar dan tidak terlalu berburu untuk menggapai jawaban Irsyad.


***


Setelah beberapa lama, Irsyad mengalihkan untuk acara makan-makan, untung saja mamahnya pengertian dan memasakkan makanan untuk makan malam ini.


Mamahnya sejak tadi, mencari Rania sampai curiga dari awal jika Rania ini tidak di rumah.


"Nggak kok, mah. Cuma tadi, Rania ngirim pesan ke whatsapp, dan katanya pulangnya agak lambat dikit, ia mampir ke pondok katanya. Kangen sama abi dan umi," jawab Irsyad, harus berbohong lagi kah.


Kenapa sempit sekali hari ini, sampai ia tidak ke kamar untuk menjenguk Rania sudah sadar atau belum, tapi Fadli hari ini pula nginap di rumah Irsyad. Istrinya sudah di titipkan bersama orang tuanya di rumah.


"Ooh, Hem nak Fadli, istrinya kok nggak di ajak? Apa nak Fadli ingin nginap di sini?" Papah hanya diam, mamah yang sejak tadi menanyai itu-ini.


Sampai bosan Papah.


"Mah, pulang yuk! Papah nanti malam-malam udah nggak kuat, apalagi pandangan papah sudah kabur. Kirana nanti cari kita, mah." Papah beralasan agar istrinya menurut, untuk pulang ke rumah dan jarak pulang ke rumah pun agak jauh, membutuhkan waktu sekitar 25 menit.

__ADS_1


"Eh, iya benar mah... Kasian papah, mah."


"Iya, oke... Mamah sama papah mau pulang dulu ya, kayaknya kasian juga itu Kirana kalau nunggu kita. Ya, sudah kita pulang, sampai bertemu besok, jangan sampai mengecewakan adek sama mamah ya nak!" Wah, perkataan apa ini?


Mending segera ia urus operasi Rania, dan di lakukan di rumah sakit di luar kota.


Daripada di sini, sepertinya tidak aman baginya dan istrinya.


Setelah membutuhkan beberapa menit, mamah dan papahnya sudah pulang, ia bisa bernafas lega. Akhirnya pulang.


"Kebanyakan nasehat itu ibu-ibu..." Irsyad menatap tajam ke arah Fadli.


"Lo ngejek mamah gue?" Fadli tertawa pelan.


"Nggak lah, masa aku ngejek mamah kamu. Ya, gini lho seharusnya itu mamah mu lebih diam, kan enak mandangnya. Nggak selalu cerewet gitu," Ujar Fadli.


Benar apa yang ada, nyata semua.


Bersambung...


Weh, selamat hari raya idul adha seluruh muslim Indonesia dan dunia 1442 Hijriyah/2021 Masehi 🤗. Mohon maaf lahir dan batin ya 🙏, jaga kesehatannya... Mudah-mudahan pandemi segera berakhir.


Terima kasih 🙏💕

__ADS_1


__ADS_2