
Happy Reading
Rania mengambil beberapa makanan di piring, sampai piringnya hampir penuh dengan makanan. Dia sebenarnya lapar tapi nggak sebanyak itu makannya.
"Mau Rana? Aku nggak habis ini kayaknya,"
"lha bukannya tadi ngambilnya banyak kak, kok sekarang nggak mau." Kirana mendekati Rania, jongkok dan duduk di atas lantai bersama Rania yang membawa makanannya.
"Iya tadi maunya gitu, tapi sekarang kakak lagi pinginnya makan bareng."
"Kalau gitu makan sama kak Irsyad saja kak, daripada sendiri." Irsyad langsung tersedak pelan dan mengambil minum, meminumnya.
Rania malu-malu kucing, sampai di hatinya dag-dig-dug-der... Karena kejadian beberapa detik yang lalu.
Akhirnya mereka makan bersama, setelah makan Rania masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Irsyad masih di luar.
"Jadi, begini rasanya punya suami ya. Enak juga, kenapa dari dulu kalau dijodohkan nggak mau? Tapi, dulu yang di pilih laki-lakinya nggak sesuai selera. Yang ini? Euuhhh... Mantap." Ucap Rania dengan membuka jendela dan menatap langit.
"Apanya yang mantap?" Tanya Irsyad yang baru saja masuk ke dalam kamar Rania. Meletakkan dompetnya di meja dan melepas pecinya.
"Eeh kok masuk, dia berarti denger kalau aku ngomong. Aduh..." Ucap Rania di dalam hati dengan malu, karena suaranya begitu keras tadi ngomongnya maka dari itu Irsyad dengar.
__ADS_1
"Nggak kok mas, nggak papa tadi aku cuma lihat langit itu cantik sama mantap gitu." Ucap Rania dengan mengeles dan Irsyad melangkah, mendekati Rania.
"Wah, gimana ini?" Gumam Rania dengan dag-dig-dug-der hatinya, sampai mau copot dari organnya.
"Ehm... Mau apa mas?" Tanya Rania dengan polos dan takut kalau nanti keseleo lidahnya.
"Nggak papa... Itu di tutup dulu jendelanya, nggak bagus angin malam. Nanti bisa masuk angin kalau kena angin malam." Ucap Irsyad, Irsyad naik ke ranjang dan menatap ranjang.
"Ini kamar kamu?"
"Ehehehe, maaf mas kecil ya, nanti aku bisa tidur di lantai saja kalau mas kesempitan nanti." Ucap Rania menutup jendelanya.
"Tapi mas, besok kalau mas juga sakit gimana? Besok kan kita mau pindahan mas, ke rumah mas yang lebih besar dan bagus lagi. Jadinya, mas yang di atas saja."
***
Rayhan mengintip kamar Rania yang masih di buka sedikit, Rayhan tertawa dari luar. "Kok belum itu-itu ya. Malah rebutan ranjang, aduh hahaha..." Ucap Rayhan dengan menutup pintunya.
Sampai berbunyi 'kreekkkk'
"Aduh, siapa lagi?" Ucap Rania dari dalam kamar dan melangkah keluar dari kamar.
__ADS_1
"Abang..." Ucap Rania, terkejut dan malu.
"Dek, kamu kok malah rebutan ranjang. Bukannya, itu." Ucap Rayhan, Rania langsung menutup mulutnya dan melototkan matanya.
"Bang udahlah... Malu aku, besok bukannya abang mau berangkat ke Jawa Timur besok. Jadi, abang tidur ya!"
"Ahahaha... Iya dek, yaudah abang ke kamar dulu... Jangan lupa buatin ini ya!"
"Apaan? Udah sana!"
Rania menutup pintu kamarnya dan melangkah, mendekati meja. "Siapa?" Tanya Irsyad dengan menatap Rania dan menutup handponennya.
"Bukan siapa-siapa, tadi cuma kucing lewat saja. Aku mau ke kamar mandi dulu ya mas, mas kalau mau tidur, tidur saja. Jangan nunggu aku! Ya udah aku pergi dulu ya." Tetapi, tangan Rania di cekal oleh Irsyad.
Bersambung...
Jangan lupa like, komentar positifnya, dan Bintang Lima βΊππ
Terima kasih sudah mampir dan dukungannya
ππ
__ADS_1