Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Nggak aman


__ADS_3

Mbak Nurul melongok ke samping, seperti ada yang memanggil namanya.


"Ibu..." Teriak mbak Nurul dengan keras, si seberang telepon juga mengetahui dari indra pendengarannya. Handphone dan sambungan telepon pun belum di putus.


"Ada apa ibu?" tanya mas Onyon dengan khawatir dan mbak Nurul diam, mendesah.


"Iya, nanti ibu telepon lagi. Kayak ada tamu di luar makanya rame. Ya udah ibu tutup dulu Pak, bapak pulangnya nanti sore 'kan? Kalau nanti sore, bapak sekalian mampir beli bakso di pertigaan jalan itu ya." Ucap mbak Nurul dengan mematikan telepon, yang menelepon pertama ingin mengetahui siapa sih yang datang? Kok segitunya mbak Nurul mematikan telepon.


Sementara mbak Nurul memandang samar-samar di kamar Rania dan Irsyad.


"Astagfirullahalazim, ya Allah ibu..." Tergesa-gesa dan cepat menghampiri Rania. Melihat darah yang terus menerus meluncur dan mbak Nurul tidak tega dengan keadaan seperti ini, mata Rania hilang pandangan yang jelas dan kabur.


"Mb---baa---kkk, ja--ngan di berikan tau sa--ma mas Ir-syad ya..." Menutup mata dan menganga lah mulut mbak Nurul.


"Ya Allah gimana ini? Apa aku harus pesan taksi, biar cepet di tangani. Dan sampai ke rumah sakitnya," ucap mbak Nurul memencet-mencet keyboard handphone dan memesan taksi online.


mbak Nurul memegang darah segar yang keluar dari hidung Rania, "ya Allah apa ini?" Ujar mbak Nurul dengan bertanya-tanya hatinya.

__ADS_1


Napasnya juga sudah sesak, ingin pingsan rasanya melihat majikannya yang sudah terkapar dengan mulut yang kering, dan darah segar yang muncrat dari hidung bersama mulut, mbak Nurul hentikan dengan tisu. Beberapa helai tisu yang ia pergunakan untuk menghentikan darah segar tersebut.


"Ibu bangun lah bu! Jangan seperti ini! Ibu..." Dengan membangunkan Rania, tapi kepalang sudah tidak mempan. Dan macam kayu yang basah jika di hidupkan malah asap yang keluar.


"Assalamu'alaikum... Saya sopir taksi, boleh masuk?" tanya yang di luar dengan teriak dan mbak Nurul menjawab dengan jeritan.


"Wa'alaikumsalam, cepetan pak. Masuk aja! Nggak kekunci." Ucap mbak Nurul, sopir taksi menyembulkan kepalanya dan terkejut melihat Rania yang sudah di geret oleh mbak Nurul dengan pelan. Keringat yang melipis keluar begitu saja, sopir taksi dengan cepat mendekati.


"Yuk mbak kita bawa ke rumah sakit!" Perintah bapak sopir dan mbak Nurul mengambil napasnya dalam-dalam. Napasnya jangan sampai habis!


Apalagi kalau orang lemes pasti berat dan sebenarnya juga Rania berat badannya ideal, tidak melalui batas kenormalan sebagai berat badan ideal.


Serasa tulangnya mau mrotol satu-satu dan mbak Nurul menyemangati.


Akhirnya sampai di depan pintu mobil taksinya, mbak Nurul membukanya. Wah, sepertinya itu ada mobil si orang tuanya Irsyad.


"Waduh bapak sama ibunya Pak Irsyad ke sini lagi." Napas yang belum lega, di warnai kegelisahan yang mendalam.

__ADS_1


"Pak saya mau masuk, biar saya aja yang benerin. Cepetan Pak! Jangan sampai itu orang melihat Pak!" Selamat kunci sudah di bawa dan akhirnya aman semua.


"Iya, baik mbak." Sopir memutar arah dan memasuki kursi kemudi. Memasang sabuk pengaman dengan cepat dan memulai menghidupkan mesin mobilnya, mengendarai.


Mbak Nurul menunduk-nunduk agar tidak ketauan sama orang tuanya Irsyad. Dan sepantasnya sopir taksi melewati bagian samping rumah dan selamat dari marabahaya. Jika, mbak Nurul di ketahui oleh mereka. Apa yang terjadi selanjutnya? Mbak Nurul pintar-pintar menjaga rahasia yang begitu banyak, sampai kadang lupa rahasianya apa?


"Kok sepi sekali ini," ucap Kirana dengan membuka gerbang dan menengok pos satpam. Gerbang tidak bisa di buka secara otomatis secara pos satpam tidak ada orang sama sekali.


"Lah, ke kunci Pah, mah." Ujar Kirana balik ke mobil, menunggu.


"Kemana padaan? Ya udah balik lagi yuk! Ke restoran makan bersama, kita aja! Ada urusan kali mereka," ucap papah Irsyad.


"Iya, Pah. Kita balik aja yuk!" tanpa ada rasa penasaran sedikitpun dan curiga, sedangkan Kirana masih menyelimuti rasa tidak enak dan takut terjadi apa-apa sama Rania sebagai kakak iparnya.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya teman-teman 😊😊😊, ngantuk nih udah perjuangin buat kalian...

__ADS_1


Selamat membaca dan menjalankan ibadah puasanya 🤗🤗🤗


Terima kasih 🙏💕


__ADS_2