
Happy Reading
Rania yang sudah meninggalkan pondok pesantren, membuat hati abi semakin sakit dan tidak berdaya.
“ Apa salah abi nak? Abi cuma pingin kamu, bisa mengerti perasaan abi sekarang nak. ”
Ucap abi dengan meremat jari-jarinya.
“ Abi memang salah, tetapi maafkan abi nak. Abi sayang banget sama kamu, karena anak perempuan abi, yang abi punya. Abi nggak mau kehilangan perempuan yang abi sayang dalam do'a dan bersama umi sama abang Rayhan, tetapi abi selalu mementingkan kamu nak. ”
Lanjut Abi.
“ Abi akan mencari kamu sampai dapat nak. Abi nggak mau kenapa-kenapa kamu. ”
Akhirnya Abi pun mendatangi Rayhan di kelasnya.
“ Assalamu'alaikum. ”
“ Waalaikumsalam bi, abi kenapa? ”
“ Nak. Adek kamu pergi begitu saja, abi mau kita cari sama-sama. Jangan sampai umi tau hal ini! ”
Rayhan pun bingung, Kenapa abinya seperti ini? Terus masalahnya apa adeknya bisa hilang?
Pikirnya.
“ Ha maksudnya gimana bi? ”
“ Udah ikut abi aja, nanti kalau udah di jalan. Abi kasih tau, ayuk cepet! ”
“ Iya bentar bi. Begini anak-anak, mohon maaf saya minta kalian nggak boleh ramai di dalam kelas, terus saya mau izin pergi dulu ya. Nanti kalau udah waktunya buat balik ke asrama kalian masing-masing, silakan kalian balik ke asramanya. Saya ucapkan wassalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh. ” Ucap Rayhan dengan menenteng mapnya.
“ Waalaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh. ” Ucap mereka dengan serempak, akhirnya Rayhan keluar dan mengekor di belakang abinya.
“ Abi tunggu di luar, kamu masuk. Letak itu map, jangan sampai dibawa-bawa! ”
“ Iya. ”
Ucapan terakhir dan akhirnya Rayhan pun masuk ke dalam ruangannya.
Rayhan meletakkan map yang berisi nilai dari tugas muridnya yang di ajar, di letakkan di mejanya.
“ Aduh padahal aku belum catat uang yang setoran buat SPP lagi. Gara-gara abi jadinya, pekerjaan numpuk nanti. ”
Rayhan menutup buku tebal tersebut dan keluar dari ruangannya. Sebagai pengajar, ustaz, dan sekretaris pondok pesantren.
Sebenarnya pekerjaan emang membuatnya malas adalah menjadi sekretaris, mau nggak mau dia harus mengalah dengan adiknya.
__ADS_1
“ Eeh aku di tunggu abi di luar. "
" Aduh sampai lupa! Gara-gara jadi sekretaris emang bikin pusing tujuh keliling. "
Rayhan pun keluar dan mendekati abinya.
“ Ayuk bi! "
" Maaf abi ketiduran. "
" Nggak kok bi, aku malahan yang lama. "
" Yaudah yuk! "
Rayhan membukakan pintu mobil untuk abinya.
Rayhan memutar arah dan masuk ke dalam pintu kemudi.
" Cari kemana ini bi? "
Rayhan memutar setir mobil dan berhasil keluar dari pondok pesantren.
" Coba cari di sekitar jalanan depan nak. "
" Iya bi, "
Akhirnya Rayhan menuruti perkataan abinya.
Rayhan membelalakkan matanya, ketika ada kecelakaan di depan.
" Bi itu kayaknya ada kecelakaan. Kita berhenti dulu bi, "
" Iya. "
Akhirnya mobil pun berhenti dan Rayhan pun keluar,
" Maaf Pak, siapa yang kecelakaan? "
" Nggak tau Pak... "
" Ya udah Pak, telpon ambulan suruh ke sini. "
Ucap Rayhan,
" Baik Pak. "
Abi pun memikirkan Rania yang pergi,
__ADS_1
" Ya Allah lindungi lah anakku dimana pun berada. Astagfirullahalazim, "
Abi pun tidak memikirkan jauh-jauh dan akhirnya Rayhan masuk kembali ke mobil.
*****
Rania keluar dari mobil travel, untung saja tadi dia membawa uang sekitar lima ratus ribu, sebenarnya uang tersebut adalah uang untuk dia setorkan ke Rayhan.
" Mau kemana ini? Ya Allah, "
Melihat terik matahari yang cukup panas, membuatnya agak sedikit pusing berkunang-kunang.
“ Ya Allah, aku mau kemana ini? "
Akhirnya Rania pun duduk di taman, hidupnya terasa luntang-lantung, tidak punya keluarga di sini.
" Ya udah lah, aku mau ke sana aja. "
Rania pun ingin melangkah, tetapi terasa berat sekali. Akhirnya Rania pun pingsan,
ada ibu-ibu yang lewat, dengan jualannya.
" Ya Allah siapa itu? "
" Kasihan anak itu, ya udah ke sana dulu. "
Akhirnya Ibu-ibu itu pun mendekati Rania.
" Ya Allah... Tolong Pak... Tolong, "
Akhirnya warga pun berdatangan dan membantunya.
Warga pun membawa Rania ke rumah sakit terdekat.
" Maaf Pak Bu... Merepotkan tadi, " Ucap Ibu-ibu tadi yang pertama melihat Rania.
" Nggak papa bu, kalau begitu kami permisi dulu. "
Ibu itu pun menunggu dokter yang sedang memeriksa Rania.
" Ya Allah nanti gimana kalau bayar? "
" Uang hasil jualan aja tadi di ambil bapak. Terus ini gimana bayarnya? "
Bersambung...
-Jangan lupa like dan komen ya ❤❤❤
__ADS_1
-Yuk mampir ke instagram, saling folback 😜😜
@dindafitriani0911