
Pagi harinya, badan Rania sedikit meriang dan pusing sekali rasanya. Tapi, Rania tahan demi mas Irsyad ke luar kota.
"Mas, makan dulu sini!" ajak Rania dari meja makan, Irsyad yang masih berkutik di pekerjaannya dan masih menatap layar laptop. Yang membuat laporan yang begitu banyak.
Membuat dirinya lembur malam tadi, dan terlambat masuk ke kamar sampai Rania tidak jadi untuk pergi tidur tadi malam. Masalah kemarin malam sudah di selesaikan secara keseluruhan sampai Rania merajuk dan mengerucutkan bibirnya beberapa kali.
"Iya, sebentar. Ini mau selesai kok, sekalian bawakan makanan buat di makan di mobil nanti Nia. Jangan sampai lupa!" teriak Irsyad dan Rania memberikan layangan tangan ke arah Irsyad.
"Oke mas, apa aku buatkan roti selai aja ya. Daripada yang lain, dan kalau makanan yang berat pasti mas Irsyad tidak akan memakannya. Percuma 'kan menyiapkan banyak-banyak di jalan nggak di makan sama sekali." Rania membuka lemari dan mengambil tupperware.
Rania isikan roti selai kacang dan coklat, perpaduan antara coklat dan krenyes kacangnya.
"Ummm... Sudah, sekarang tinggal bungkus tupperware sama tasnya." Rania menyiapkan di atas meja, jangan sampai terlupakan!
__ADS_1
***
Sedia semuanya, Irsyad buru-buru berangkat karena waktunya cuma habis di perjalanan. Dan istrinya sama sekali tidak di pikirkan untuk mengajak istrinya sekalian jalan-jalan sama bulan madu gitu.
Tapi, mood Rania masih kurang srek sepertinya.
Rania menyalami tangan Irsyad dan Irsyad mengecup pipi, serta kening Rania. Pertamanya malu, tapi sudah sah menjadi pasangan suami istri, mau suaminya gitu-gitu juga nggak napa-napa. Sudah tanggung jawab suami terhadap semua yang akan terjadi.
"Mas nanti jika sudah di sana, telepon aku ya! Aku harus memastikan kamu sudah sampai dengan selamat sampai tujuan." Ujar Rania dengan memeluk Irsyad.
"Baik, Pak. Tapi, terima kasih banyak lho Pak udah tambahin gaji saya buat bulan ini." Salut mas Onyon karena gajinya di tambah dua kali lipat dari sebelumnya.
"Auuuuu, yya Allah kenapa kepalaku terasa berat sekali ini? Apa aku harus cek-up sekarang juga, dan waktu itu dokter berkata kalau aku harus cek seminggu dua kali. Ihhh... Rania kok kamu lupa sih, ahhh... Ya Allah, subhanallah..." Dengan memegang kepalanya sedikit dan Irsyad menapaki kakinya ke arah tangga pintu samping.
__ADS_1
"Kok aneh sekali ibu ini. Ada apa sebenarnya yang terjadi dari tadi sepertinya jalannya agak sedikit di seret dan sering kali memegang kepalanya." Ucap mbak Nurul dengan membatin dan menggeleng, menyerahkan kepada yang di atas. Karena yang tau hanyalah Allah SWT. Setiap timpaan musibah pasti jalannya ada yang keluar, ada yang masuk.
"Assalamu'alaikum... Jangan lupa makan dan minum! itu aja," ucap Irsyad dengan membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.
Membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya, sebagai tanda perpisahan.
"Wa'alaikumsalam hati-hati mas! Pak jangan ngebut-ngebut, biar pelan yang penting selamat sampai tujuan." Pak sopir mengklakson dan mengangguk.
Irsyad menaikkan kembali kaca mobil dan denyut nyeri di dada Rania. Seperti ada guncangan hebat di kepalanya, sampai di mana mas Onyon dan mbak Nurul sudah kembali di pekerjaannya masing-masing.
Bersambung...
Jangan lupa like dan komennya teman-teman yang sudah mampir 😊😊
__ADS_1
Selamat menjalani ibadah puasa ramadhan teman-teman, semoga amal hari ini di bawah oleh Allah dan di berkahi oleh Allah SWT... aamiin ya robbal aalamiin... 🙌🙏
Terima kasih 🙏💕