
Irsyad membawa kompres dan mangkuk kecil berisi air hangat. Irsyad membawa stetoskop dan ia akan memeriksa keadaan tubuh Rania.
Ada apa sebenarnya?
"Astagfirullahalazim," dengan nada terengah-engah dan karena mimpi yang terjadi. Rania bangun dari pingsannya dan menatap Irsyad.
"Mas, ada apa kok kamu bawa-bawa mangkuk sama kain?" tanya Rania, membuat Irsyad pun menghela napasnya dan mendekati Rania. Duduk di atas ranjang.
"Tak kirain kamu ada apa-apa gitu dan badan kamu banyak lebam kayak habis di pukuli sama beberapa orang aja, makanya aku ini bawakan kompres. Mengompres badan kamu itu," Rania terkejut dan menatap tangannya yang ada warna biru yang menghitam.
Kenapa bisa terjadi?
Rania memencet terasa sakit dan bila di sentuh sedikit saja terasa sakitnya.
Irsyad melarangnya agar tidak memencet area yang luka. "Biar mas aja yang obati, kamu istirahat dulu aja!" Rania menggeleng dan berniat hati ingin bangun karena menahan pipis.
"Kamu mau apa? Kok sepertinya kamu mau ke kamar mandi, dari tadi nunjuk-nunjuk kamar mandi arahnya." Begitu paham sekali Irsyad dengan arahan Rania, padahal Rania cuma bergerak-gerak dan menunjuk kamar mandi.
"Iya mas, aku kebelet pipis. Tolong panggilkan mbak Nurul, buat bantu aku ke kamar mandi." Ucap Rania dengan memohon dan Irsyad meletakkan mangkuknya.
"Iya, sebentar lagi juga mbak Nurul ke sini. Tunggu aja dulu! Apa udah sampai pucuk biar aku bantu gendong ke kamar mandi." Rania menunduk dan menggeleng lemah.
"Ya sudah tunggu dulu," mbak Nurul berjalan menuju kamar Rania dan Irsyad.
__ADS_1
"Pak, ibu." Sapa mbak Nurul dengan membawa nampan yang berisi bubur serta teh.
"Mbak, tolong bantu Rania buat ke kamar mandi ya. Katanya kebelet pipis, jadinya mbak bantu!"
"Iya, Pak saya akan bantu. Mari bu!" mbak Nurul membantu Rania berjalan tetapi tenaga mbak Nurul kurang kuat, mengakibatkan Rania hampir saja terjungkal ke belakang.
"Mbak." Membuat Irsyad mengeluarkan suara dan menampani tubuh Rania.
"Maaf ibu, Pak. Saya tadinya kurang kuat kalau bantu ibu, jadinya mau kejungkel ke belakang juga." Ucap mbak Nurul dan akhirnya Irsyad pun menggendong tubuh Rania sampai kamar mandi.
Tak ada masalahnya kecuali Rania benar-benar malu sekali, wajahnya saja memerah.
"Mbak bantu dulu, nanti kalau udah selesai bilang sama saya. Biar saya yang bantu," dingin sekali ucapannya. Masalahnya juga istri masa iya mau di buang kayak sampah.
***
Setelah selesai, mbak Nurul memanggil Irsyad dan Irsyad bersedia untuk menggendong kembali tubuh Rania yang enteng, tidak berat sama sekali.
Sepertinya kurang gizi nih, tapi nggak sih dari tubuhnya juga ideal dan udah masuk ke data dari kesehatan juga masuk.
Rania memejamkan matanya sekejap dan Irsyad memulai untuk memeriksa.
"Jangan sampai kalau mas Irsyad periksa, dan itu di pertengahan jalan. Akan terjadi, wiu-wiu nanti. Nggak-nggak boleh, aku harus menghindari dulu sebelum semuanya terjadi." Ucap di dalam hati, Rania harus mencegah sebelum benar-benar terjadi permasalahan yang nggak akan bisa di selesaikan sepanjang masa.
__ADS_1
"Mas."
"Iya, kenapa? apa ada yang sakit?"
"Nggak kok, ini udah mendingan. Udahlah malu aku kalau di periksa jugaan ada mbak Nurul ini. Jadi orang harus menghormati lah, umum banyak orang. Biasanya kejadian tak terduga datang secara tiba-tiba." Rania mengambil teh dan ia minum untuk menghilangkan haus.
"Okelah, kamu makan aja daripada nggak mau di periksa. Nanti, aku harus ke rumah sakit dan besok aku udah mau ke luar kota." Ujar Irsyad, Rania menghentikan minumnya dan Rania menengok ke atas.
"Mau ke mana?" tanya Rania, Irsyad menjajarkan tinggi tubuhnya sama persis tinggi Rania saat ini.
"Iya, maaf kemarin aku nggak ngomong sama kamu. Besok aku ke luar kota, ke Semarang buat membantu para dokter di sana." Irsyad memang di butuhkan saat ini, karena banyak di luaran sana juga tidak handal seperti Irsyad. Tapi, Irsyad cuma perantara karena hanya Allah yang bisa menyembuhkan penyakit pasien.
Rania diam dan mbak Nurul masih setia menunggu, menjadi obat nyamuk di antara mereka.
Bersambung
.
.
Jangan lupa like dan komennya gess ☺☺☺
Semangat kalian buat yang puasa, selamat menjalankan ibadah puasanya 💐💐
__ADS_1
Terima kasih 🙏💕