Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Irsyad bertanya


__ADS_3

Setelah semuanya siap, dan abang Yahya menenangkan anaknya di kolam renang dengan tertawa-tawa. Melihat abangnya, membuat hati Irsyad sedikit berdesir. Beginikah jika sudah mempunyai anak? Dan rasanya pasti sangat berbeda.


Irsyad mengintip, dan hanya menatap bocah kecil itu bermain-main di sana, bersama ibunya dan bapaknya. Lengkap sudah, jika saja Rania mengeyel untuk tidak di operasi.


Kehidupannya akan bagaimana nanti?


"Dek, kamu ngapain di situ?" Membuat Irsyad terhenyak dari tadi, sadar dan ternyata mamahnya. Irsyad menghamburkan pelukannya ke mamah, mamah terkejut.


"Kamu ngapa? Kok kayaknya agak sedikit ini beda, apa iri sama abang mu itu? Yang mau punya dua anak." Tukas mamah, dan Irsyad menenggelamkan wajahnya ke leher mamah.


"Mah, dulu kalau hamil gimana rasanya? Apa sulit, atau ini ya mah... Mesti mamah kerasa kayak ada sakit, bahagia, terus hawanya itu sensitif, iya nggak mah?" Mamah pun menonyor kepala Irsyad, mamah hanya menggeleng.


"Jika sama-sama di awali dengan niat bersama, membesarkan anak sampai umur kita lanjut usia, kita tetap bersama nak... Ada perpisahan yang menyakitkan di antara hidup kami, yaitu ajal yang menjemput kami untuk kembali kepada tuhan yang Maha Kuasa. Yaitu Allah SWT, mamah berpesan kepada kamu. Jangan sesekali kamu sakiti hati seorang perempuan, sama aja kamu menyakiti hati mamah, karena mamah juga seorang perempuan jadi bisa mengutarakan bagaimana jika laki-laki itu berpaling darinya untuk perempuan lain, apakah itu bisa di terima dengan baik oleh perempuan yang berakhlak mulia, bisa menjaga kehormatannya." Ucapan mamah membuat Irsyad berfikir sejenak dan mamahnya mengelus-elus rambut Irsyad.


Mamah melelerkan air matanya, yang sempat tertahan. Bisa jadi ada guncangan hebat nanti di rumah jika Irsyad membuat mamahnya menangis.

__ADS_1


"Mah... Mamah nggak keberatan kan menjadi orang tua ku? Selama ini aku bandel nggak, mah? Aku 'kan anaknya nakal dulu. Mamah pernah sampek lelah ngajarin aku untuk tidak mencuri barang orang lain, tapi sebenarnya tujuan ku baik kok mah..." Mamah teringat masa lalunya, membuat mamah pun menangisnya semakin pecah dan pilu, mendengarkan cerita anaknya.


"Mamah tidak keberatan nak, itu rezeki Allah karena Allah yang mengatur segalanya. Sehelai benang sampai beribu-ribu benang, mamah tetap sayang sama Irsyad." Papah yang lewat ingin membogem Irsyad, tetapi tidak jadi karena adegan dramatis di mainkan.


"Ngapain sih kalian ini?" Papah tiba-tiba nongol gitu aja, dan mendesak ke tempat duduk di sofa yang ada mamah menjauh. Pergi, "Merusak pemandangan aja pah!"


Papah hanya tersenyum tipis, "Mah dulu kok bisa ya... Bertahan sampai ke sini, mamah sudah punya cucu. Tetap aja nggak kalah dinginnya sama salju." Buru-buru Irsyad berlari, mendekap mamahnya karena takut papahnya akan marah.


"Dasar anak kecoak..." Desisnya dan Irsyad kembali membawa camilan di tangannya. Hati papah seperti ada yang mengganjal tidak suka, karena istrinya di peluk-peluk begitu. Melebihi kasih sayangnya kepada mamahnya Irsyad.


Papahnya hanya cuek, dan meninggalkan mereka di sana. "Cemburu yah mah, kayaknya papah itu mukanya gampang cemburuan." Irsyad sambil mengejek dan Yahya di sana, sudah berjalan ke arah meja makan.


"Bang, kalau istrimu lelah. Suruh aja tidur, kasian calon dedek bayinya bang." Perintah mamah, Yahya mengangkat dagunya dan menengok ke belakang lalu memerintahkan istrinya untuk masuk ke kamar.


"Papah mana mah?" Ia menyalami mamahnya dan duduk di samping Irsyad, dan Irsyad masih menempel kayak tokek sama mamahnya itu.

__ADS_1


"Ada, masih di buru cemburu bang sepertinya. Dari mukanya aja datar banget," Jawab Irsyad dan Yahya terkekeh.


"Kapan mulainya nih, mah?" Irsyad mengelus-elus tangan mamahnya dan papah menyembulkan wajahnya baru saja.


Kaget bukan main, Irsyad berdalih pergi dan tidak mendekat ke mamahnya. Tatapan yang di layangkan oleh papahnya begitu tajam seperti silet. "Bisa di mulai?" dengan nada arogan dan dingin.


Padahal beliau itu pensiunan dokter gigi, seharusnya baik dong. Nggak dingin-dingin gitu, kayak harimau mau menerkam mangsanya saja.


Pada kabur yang ada pasiennya.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya, thanks maaf kemarin nggak update malah aku sambil ketiduran jadinya halunya nggak lancar🤭, malah kayak kliengan gitu 🙂.


Makasih banyak pokoknya 🤗

__ADS_1


__ADS_2