Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Khitbah


__ADS_3

Happy Reading


Rania keluar dari kamarnya dan di gandeng dengan Desi, semua orang sudah berkumpul di masjid dan hampir memenuhi ruangan di setiap masjid, Rania sebenarnya malu karena ini acara yang penting membuatnya merasa sesak dan terbawa suasana.


"Des, ini kok banyak orang?" Rania duduk di samping Desi dan membisikkan sesuatu.


"Nggak tau na, katanya Umi cuma ada orang berapa gitu. Tapi ini?"


"Ahhh... Banyak orang membuatku grogi sama keringatan." Ucap Rania di dalam hati dan Rania mengambil sesobek kertas.


"Tun gimana ini?" Rania tiba-tiba memanggil Desi dengan nama 'Atun' membuat Desi melirik tajam ke arah Rania.


Desi mengambil makanan disamping aula, yang ada didepan aula untuk perempuan.


"Atun kamu kemana tadi?"


"Ini ambil makanan, laper aku. Nggak kuat kalau nggak makan," Desi memakan kuenya dengan nyam-nyam sampai satu piring habis, Rania melihatnya ingin juga, tapi udah keburu grogi yang mendalaminya sekarang.


"Assalamu'alaikum warohmatulohi


wabarakatuh." Suara dari sebelah ruangan, Rania tidak ingin mendengarkannya, kalau mendengarkan bisa-bisa groginya nggak hilang-hilang.


"Aku pingin keluar kalau kayak gini, malu ah... Udah di lihatin orang banyak, apa aku keluar dulu ya? Aku nggak pingin disini." Rania mencolek tangan Desi, Desi mendesis dan menoleh ke arah Rania.


"Apa?"


"Sini dulu, aku bisikin dulu." Desi menurut dan Rania membisikkan sesuatu di telinga Desi.

__ADS_1


"Gini tun, aku punya rencana kalau aku mau hilang dari acara ini–."


"Hah, kamu mau kabur? Tapi, nanti kalau semua mencari kamu gimana?"


"Ih kamu ini tun, dengerin dulu! Aku mau kabur karena aku disini grogi, nggak bisa menahan diri untuk bisa ngomong tun, udah bungkam mulutku rasanya. Kamu harus ngomong kalau aku mau ke kamar mandi gitu ya."


"Tapi Nia aku nggak bisa, aku juga nanti kalau aku jujur salah, kalau aku bohong juga salah. Harus pilih aapa jadinya?"


"Kamu ini nggak bisa di ajak kompromi apa! Minta bantuan sedikit aja, aku juga pusing ini sama kayak orang linglung gini. Aku mau ke kamar dulu." Desi terkejut dengan Rania dan Desi mengangguk.


"Tapi Nia nanti kalau kamu pingsan gimana? Aku bantu kamu ya."


Rania menggelengkan kepalanya dan mulai berdiri, tetapi setiap orang menatapnya.


Rania nggak terlalu percaya diri dan menghormati semua orang, dengan jalan membungkuk.


"Allhamdulilah ya Allah, terima kasih sudah memberikan hawa sama angin yang seger."


Rania masuk kedalam rumah dan melepas sandalnya, mengambilnya dan meletakkan di rak sepatu sama sandal.


"Ya Allah kenapa serasa pusing kayak gini? Apa kumat lagi penyakit ku ini?" Rania memegang kepalanya yang sakit sekali rasanya.


Rania mengambil obatnya di kamar dan dari ruang tamu, tubuhnya lemas begitu saja. Tubuhnya terjerembab di lantai, "Astagfirullah, ya Allah..." Rayhan yang mengikutinya sejak tadi. Karena dia melihat kalau Rania keluar dari masjid tadi.


Dia tau kalau Rania itu nggak suka namanya dengan keramaian. Maka dari itu, Rania pergi jauh-jauh dari tempat acara.


"Bang, abang." Rayhan membantu Rania untuk ke kamarnya, menggendong adeknya.

__ADS_1


"Adek kamu istirahat dulu ya, kamu pokoknya istirahat, jangan kemana-mana! Abang mau buatkan kamu bubur terus kamu makan, setelah makan minum obat." Rania mengangguk dan Rayhan keluar dari kamar Rania, membuatkan bubur untuk Rania.


"Ya Allah kenapa di saat begini tiba-tiba adek kayak gitu. Abang mau kamu sehat dek, jangan lemah!" Rayhan membuat bumbunya dan menyiapkan beberapa bahan untuk membuat buburnya.


Beberapa menit, akhirnya matang, Rayhan menyiduk beberapa sendok saja.


Mengambil nampan dan gelas yang sudah berisi air minum putih, di letakkan di atas nampan. Rayhan kembali ke kamar Rania, disana Rania memegang buku.


"Dek kamu makan dulu! Abang suapi ya, kamu harus makan yang banyak pokoknya!"


"Tapi bang aku nggak napsu udahan."


Rayhan menggeleng dan mengambil gelas yang berisi air putih, di dekatkan di mulut Rania, agar Rania mudah untuk minum.


"Makasih bang."


Rania mulai memakannya dengan pelan-pelan dan sampailah mangkuknya habis nggak tersisa isinya.


Kemana isinya?


"Adek istirahat dulu biar cepet sembuh ya, ini obatnya di minum dulu!"


Rania meminum obatnya dan menegak air putih untuk merangsang obatnya masuk kedalam tubuh Rania.


Bersambung...


Jangan lupa Like, Rating Lima, dan Komentar Positifnya ☺☺☺

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir dan bernuansa kesini🙏💕


__ADS_2