Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Danu


__ADS_3

🍁Happy Reading 🍁


“ Ya, sekalian di jadikan koleksi apa nggak di taruh di museum aja sekalian. Susah amat, ” Ucap Rania di dalam hatinya.


“ Oke, sekarang saya mau kamu tunggu di halaman kantor! ” Perintah abinya


Membuat Rania keluar dari kelas dan melangkah ke kantor.


“ Mau di apain ya sama abi? Apa jangan-jangan mau di keluarkan lagi dari kelas? ”


Rani pun mengambil kursi yang di sediakan di sana dan menghempaskan bokongnya di kursi.


“ Emang ya, yang cuma di sayang itu anak itu aja. Pengen tak bejek-bejek pokoknya, awas aja nanti. Tunggu pembalasanku, ”


Rayhan yang baru saja keluar dari kantor, terkejut dengan Rania yang duduk di kursi.


“ Assalamu'alaikum dek, kamu kenapa ada di sini? ” Tanya Rayhan dengan membawa sebuah map di tangannya.


“ Waalaikumsalam bang, di hukum sama abi soalnya. Di suruh ke sini, ” jawab Rania


“ Aduh pasti ada masalah ini, kamu ngapa emangnya? Kok di suruh abi ke sini, ”


“ Iya tadi terlambat, gara-gara perut belum di isi jadinya. Terus aku tau kalau udah jam dua lebih ke kelas, eeh malah di hukum suruh ke sini. ”

__ADS_1


“ Dek... Dek, kamu ini. Kalau gitu, siap-siap di turunkan dari kelas dek. Abang mau ke kelas dulu, mau ngajar anak-anak. ”


Rayhan mengacak-acak kerudung Rania dan melangkah ke kelasnya.


“ Hhhh, buang napasnya Rania. Siap-siap di hukum Rania, abi tidak memandang bulu nia. ”


Ucap Rania di dalam hati.


“ Tapi, kalau aku melarikan diri nanti, abi bisa tambah hukuman ku nanti. ”


Bunyi suara desiran angin membuat Rania merinding seketika, Rania gelisah dan mulutnya komat-kamit untuk menyelamatkan hukuman abinya.


“ Kamu sekarang ke ruangan saya, ”


Abi pun langsung duduk di kursi dan Rania tidak berani menatap abinya.


“ Abi mau kamu tinggal sama om Danu, abi mau kamu bisa menjalankan abi yang mau. Abi tidak bisa mendidik kamu, tetapi abi mau kamu berubah dan menjadi orang yang lebih menghargai waktu. ”


Rania terkejut dan mulutnya membentuk O.


“ Bi aku nggak mau tinggal sama om Danu bi, aku nggak mau. ”


Karena baginya om Danu adalah orang yang dia kenal lebih kejam dari abinya.

__ADS_1


Indra Danu Suhendra adalah orang yang tidak kenal kata waktu dan tidak pandang bulu. Danu merupakan adik dari Kiai Sudarsono. Yang dahulu mempunyai catatan hitam di kepolisian, sampai saat ini dia merupakan orang yang menjadi buronan polisi, tetapi dalam pengawasan ketat dari Kiai Sudarsono. Jelas-jelas temannya Danu yang bersalah, tetapi Danu yang terkena kasusnya.


“ Terserah, abi mau kamu harus tinggal sama om Danu. ”


Rania terduduk dan menangis terisak-isak agar abinya merubah keputusannya.


“ Bi, aku nggak mau abi. Mending aku mati, daripada harus di masukkan di kandang buaya seperti om Danu bi, ”


“ Jaga ucapanmu nia. Abi nggak suka kamu bicara seperti itu, abi tidak mengajarkan kamu untuk menghina orang tua nia. ”


“ Tapi, bi itu faktanya bi. Om Danu itu orang yang kejam bi, aku nggak mau bi. Abi bukan orang tua yang bisa di andalkan, abi salah bi. Abi selalu memilih antara aku sama bang Rayhan. Apakah aku anak pungut bi? Sampai abi bisa seperti itu, abi membuangku begitu saja di Om Danu, bi.


Aku nggak terima bi, orang yang selama ini selalu aku sayang, tetapi semua itu, abi akan buang aku ke Om Danu, bi. Abi punya hati nggak, abi yang selalu aku banggakan setiap kecil, tetapi balasannya seperti ini. Abi nggak punya hati, mending nia pergi dari sini, daripada sama om Danu. ”


Akhirnya Rania melangkah dan membuka pintu, setelah itu menutup pintu dengan kencang. Membuat semuanya heran dengan sikap Rania.


Abi terdiam dan mencerna perkataan Rania.


“ Maafkan abi nak, sebenarnya abi bukanlah orang tuamu yang baik nak, abi cuma membimbingmu untuk menjadi anak baik, agar semua masa lalu tidak akan kembali lagi. ” Ucap abinya di dalam hati dengan meremat tasbih nya. Abi keluar dan mencari Rania,


Rania yang sudah meninggalkan pondok pesantren, membuat hati abi semakin sakit dan tidak berdaya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2