Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
No Tipu-tipu Kayak Barang.


__ADS_3

Happy Reading


Setelah akad nikah selesai, seterusnya pengantin berganti ke sesi foto bersama keluarga.


Rayhan tersenyum karena adeknya bisa menjadi istri sekarang, dia bangga kepada adeknya. Bisa mempunyai suami seorang dokter.


"Selamat ya dek, semoga pernikahan kamu sampai untill Jannah ya, ingat pesan kakak dek! Jangan sampai kamu lupa itunya ya nanti, kakak nggak akan bisa memerhatikan kamu setiap hari, itu sudah tanggung jawab suami kamu." Rayhan memeluk dan mengecup kening Rania.


"Iya kak, insya Allah aku nggak akan lupa pesan kakak. Kak, nanti kalau sudah dapet jodoh langsung lamar saja, nggak usah kenalan." Ucap Rania memberikan saran.


"Iya itu kamu, kalau kakak berbeda dek. Kakak mau kenalan dulu, orangnya baik apa nggak. No tipu-tipu kayak barang." Ucap Rayhan, membuat Irsyad tertawa.


"Emang perempuan itu layaknya barang kak, soalnya kalau perempuan seperti barang berarti kakak nggak sayang sama perempuan yang kakak cintai, kalau barang sudah di pakai terus di buang sama saja kakak itu playboy." Ucap Irsyad, Rayhan melototkan matanya.


"Nggak lah, itu bukan tipe aku ya. Kalau tau, tipenya itu sungguh rumit sekali. Yaudah dek, kalian jangan ngapa-ngapa dulu ya! Masih di umum ini, banyak orang. Jadi,–."


"Malu lah kak, udahlah kak kamu ini goda aku terus. Cepat cari calon istri, nah kakak ajak ke KUA mau. Gitu cara nembak perempuan." Ucap Rania, Rayhan mencubit lengan sang adek.


"Hm, aku ke sana dulu. Jagain adek ku! Awas kalau main-main!" Ucap Rayhan dengan mengepalkan tangannya dan melototkan matanya.

__ADS_1


"Tenang kak, akan aku jaga."


Sedangkan di luar sungguh ramai sekali dan teman-teman Irsyad kompak, pada bawa baju serasi semua.


"Mas, kamu ngundang berapa orang? Kok banyak banget, di luar juga ramai itu."


"Banyak, maaf ya kalau kebanyakan. Nanti bisa di kurangin kok, kalau yang kamu minta."


Ada beberapa orang yang menyalami dan mengucapkan selamat kepada mereka, atas semuanya sudah di capai dan bisa membangun keluarga baru, setelah itu kalau sudah siap bisa membangun keluarga kecil.


***


Malam pun tiba, Rania berganti baju karena sudah saatnya untuk ganti baju, dia dari tadi sungguh capek dan panas, keringatnya sampai keluar terus.


"Nggak kok, ini udah." Irsyad langsung melongokkan matanya dan matanya tidak mengedip.


"Ehem, pak kalau begitu saya keluar dulu ya." Ucap mbak-mbak yang membantu Rania berganti.


"Iya." Jawab keduanya dengan kompak.

__ADS_1


"Oh iya mas kamu sudah makan apa belum? Aku lapar nih, nanti malam nggak bisa tidur lagi kalau nggak makan." Ucap Rania melangkah, mengambil minumnya di atas meja.


"Belum, kalau begitu aku ambilkan saja. Kamu di sini dulu." Ucap Irsyad dengan memakai sandalnya dan Rania menggelengkan kepalanya.


"Nggak usah mas, aku ngambil sendiri juga nggak papa. Kalau kamu mau ngambil makanan sendiri juga nggak papa."


"Gitu ya." Akhirnya mereka keluar dan mengambil makanan untuk bisa mengganjal perut mereka, karena dari makan pagi tadi setelah berbuka puasa.


"Eh... Eh, pengantin baru keluar. Mau apa?" Tanya Kirana yang menggendong keponakannya.


"Biasa mau makan." Jawab Irsyad, membuat Kirana menurunkan tubuh keponakannya itu dan di ambil alih sama ibunya.


"Iya, aku belum makan juga ini." Ucap Kirana dengan ikut-ikutan dan keponakannya menggandeng tangan Kirana, seraya ingin di gendong lagi.


"Itu, keponakan kakak udah nggak mau di turunkan dari gendongan. Gendong lagi daripada nanti nagis." Ucap Irsyad, Kirana memendam amarahnya. Ingin memukul kakaknya dan akhirnya menggendong lagi keponakannya, mood keponakannya lagi pingin sama Kirana.


Haha...


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komentar Positif, dan Rate Limaβ˜Ίβ€οΈπŸ˜™


Terima kasih yang sudah mampir dan memberikan dukungannya πŸ™πŸ’•


__ADS_2