Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Menunggunya


__ADS_3

Pagi harinya, Rania duduk di atas kursi roda, sementara suaminya menunggunya. Memegang tangan Rania, sembari memuji-muji Rania.


Mengingat mereka sekarang ada di taman, Rania hanya cuek, acuh dan Irsyad tetap bangga dengan karya puisinya.


"Udahlah, sumpek aku ngeliatin kamu gerak kemari-kesana, nggak capek apa?" Irsyad tersenyum, dan Rania hanya menganggap itu tiada.


"Yuk, pulang mas!"


"Nanti dulu... Kamarnya masih di beresin, emangnya kamu mau ke sana?" Irsyad memutari taman, dan pagi-pagi begini enaknya terkena sinar matahari.


Membuat badan mereka agak segar dan bisa sembuh istrinya.


"Ya lah, malu aku di sini. Apalagi kamu itu? Nggak punya malu sama sekali," sindir nya dan Irsyad mengarah ke jalan ruangan mereka.


***


Sampailah di ruangan, tas mereka sudah siap dan Rania mandi. Irsyad menunggunya, sambil mengecek barang-barang yang tertinggal atau tidak.


"Oke, ini sudah--."


"Assalamu'alaikum, nak..." Orang tua Irsyad menyusul Irsyad di rumah sakit, dan ada Kirana yang membawakan buah.


"Wa'alaikumsalam, pah... Mah," Irsyad menyalami mereka dan melihat adeknya membawa buah, Irsyad menerimanya.


"Kamu nih, dek... Kakak mu sudah sembuh, baru jenguk... Apa-apaan," ejek Irsyad. Kirana memalingkan mukanya, "Enak aja, aku sakit sama-sama sakit." Sahutnya.

__ADS_1


"Haha... Gimana Pah, kemarin hasil dari Kirana sudah keluar?" Papah mengangguk dan Kirana naik ke ranjang rumah sakit.


"Enak ini, gimana mau begini? Aku aja nggak gini-gini amat, tapi kok kakak tetap aja nggak betah ya. Ini enak lho, ada TV-nya, terus ruangannya super mewah lah." Puji Kirana, dengan mengunyel selimut yang ada di ranjang.


"Dek, ingat! Itu bukan tempat kamu..." Kekeh Papah dan Kirana menjinjing tubuhnya untuk turun.


"Emh, pah aku mau keluar dulu ya... Ke toilet sebentar aja," padahal niat hati ke sini itu untuk mengunjungi dokter pendosa tersebut.


"Iya, tapi kalau mau keluar ke rumah sakit bilang sama papah. Telepon papah aja, apa nggak nge -chat papah, daripada kita khawatir dan cemas. Ngerti dek!" Kirana mengangguk.


"Mau kemana kamu?" Sinis Irsyad, dan Kirana hanya tersenyum simpul. Berjalan menyisir setiap ruangan, kasian anak-anak yang di infus tersebut. Menangis, meraung-raung sampai memerah matanya.


Ia sekarang sudah ada di lantai bawah, ingin mencari angin dan Kirana duduk di nurse station, ia menunggu dokter pendosa.


Sampai ia mondar-mandir seperti orang linglung mencari seseorang yang di tunggu, sampai berpindah di lorong rumah sakit dan akhirnya itu dia. Dokter si pendosa yang nggak tau waktu menunggunya berapa menit.


Dan janjiannya?


Di taman rumah sakit, tapi menurut Kirana sudahlah ia cari saja.


Setelah dokter itu pergi, akhirnya si dokter pendosa itu lewat di depan Kirana. Tanpa menengokan wajahnya ke samping.


"Asem kamu lah..." Emosi Kirana, dan ia menjumpai dokter pendosa itu alias dokter Adhi.


"Assalamu'alaikum, dokter pendosa..." Seru Kirana di sampingnya dan dokter Adhi terkejut jika ada calon istri di sini.

__ADS_1


Apakah gentayangannya, atau rohnya.


Tapi, kok mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam, ini benar Kirana 'kan? Nggak itu," Kirana memukul pipinya dengan pelan.


"Busyet dah, udah nggak ngenalin. Ya udah lah, aku pergi aja. Mendingan kamu urusin pekerjaan mu itu yang lebih penting daripada aku." Ketusnya dengan ceplas-ceplos, ini dia yang di sukai oleh Adhi memang anaknya baik tapi lebih ke anaknya itu tidak mau memendam rasanya.


"Eh, kok gitu sih..."


"Ya kamu, lho. Janjiannya 'kan jam berapa? Ingat! Kalau pun kamu nggak baca, bisa di ingat kemarin kita ketemu. Ah, kamu nih." Kirana mencubit lengan Adhi sampai membiru.


Adhi meringis.


Tanpa ada rasa bersalah, Adhi menggasak hijab Kirana dengan telapak tangannya.


"Jadi jelek kalau marah," Kelakar Adhi dan Kirana semakin mencubit tangan Adhi dengan begitu Kirana menjauh.


"Eh, kayaknya marah..." Adhi mengejar Kirana.


Bersambung...


Gimana kayaknya cerita Adhi dan Kirana akan di bedakan, nanti platformnya entah apa🤣.


Beberapa part lagi tamat ya🖤

__ADS_1


Jangan lupa kasih like sama komennya ❤️


Makasih 🤗


__ADS_2