Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 1 : Prolog


__ADS_3

"Lihat dia sangat menyedihkan!!!"


"Ya betul, seorang pembawa sial!!!"


“Gadis pembawa sial!!!”


“Mati saja kamu, buat apa terus bertahan hidup!!!”


“Ya dari pada menyusahkan orang lain, biar kami hidup dengan tenang!!!”


"Kenapa dulu dilahirkan, ckck memalukan keluarganya saja!!!"


“Kasihan banget hidupnya, mending mati saja biar kamu bisa tenang di neraka!!!”


Makian dan Hinaan sudah sering aku dapatkan dari orang - orang dikota ini, bahkan tidak tanggung - tanggung mereka juga melempariku batu, kayu, bahkan kotoran hewan kearahku. Ya kalau orang lain lihat pasti aku hidup dengan sangat menyedihkan, tapi ya inilah hidupku penuh dengan penderitaan.


Namaku Sani, anak dari pemilik perusahaan Shin yang dulu sebagai pemasok ekonomi di kota ini beberapa tahun lalu. Dulu hidupku sangat bahagia sampai akhirnya hidupku berubah saat seluruh keluargaku terbunuh dan hanya aku sendiri yang masih hidup sampai sekarang ini. Semua keluargaku terbunuh oleh mafia karena ayahku kalah dalam perjudian yang ia lakukan dengan taruhan menjadikan aku salah satu anggota mafia dan pada saat itu aku berada di luar negeri nyawa keluargaku yang menjadi taruhannya. Dan ya seperti yang terjadi saat ini, dimanapun aku berada banyak orang - orang yang merendahkanku dan menganggapku pembawa sial bagi keluargaku.


Malam pesta akhir tahun yang selalu diadakan setiap tahunnya. Walaupun aku tahu akan beresiko kalau aku keluar ditempat ramai seperti ini tapi aku sendiri ingin menikmati pesta akhir tahun yang sangat meriah itu. Aku berjalan di tengah kerumunan menggunakan cadar untuk melakukan penyamaranku agar bisa menikmati pesta itu. Dan ya bisa dikatakan penyamarah ini akan sangat berhasil karena orang - orang tidak akan mengenaliku.


Malam ini, udara di kota sangat dingin, bulan purnama yang bersinar menyinari jalanan yang di penuhi oleh orang – orang yang sedang menikmati pesta akhir tahun itu dengan keluarga mereka masing – masing, canda dan tawa di kiri kananku membuatku agak sedikit merasa iri.


“Senang ya mereka hidup tanpa penderitaan…” desahku pelan


“Udah ah jangan sedih – sedih, mari kita nikmati pestanya” gumamku senang dan menikmati perjalananku ini


Aku berjalan – jalan, berbelanja makanan tradisional, dan juga menikmati pesta kembang api yang sangat indah. Walaupun aku hidup sendiri dan melakukan apapun sendiri kalau menikmati pesta malam akhir tahun seperti ini juga bisa menjadi hiburanku.


“Aaahh… pesta yang sangat meriah” desahku berjalan santai di tengah – tengah keramaian itu


“Ibu – ibu aku mau itu ibu” rengek seorang anak perempuan di depanku sambil menunjuk gula – gula kapas


“Gula – gula kapas” desahku menatap sebuah gula – gula kapas


“Iya, ini untukmu anakku”


“Terimakasih ibu” gumam anak itu senang

__ADS_1


“Gula – gula kapas, ibuku dulu sering membelikanku gula – gula kapas saat kecil” desahku sedih


“Ibu – ibu aku mau itu” seorang anak lainnya yang merengek kepada ibunya untuk memberikan boneka beruang


“Mau yang ini?”


“Huum …” gumam anak itu mengangguk lucu dan diberikannya boneka beruang yang pernah dibelikan oleh ayah dan ibuku, keadaan di pesta ini membuatku teringat ayah dan ibuku


“Ayah … Ibu… “ desahku menatap bulan purnama yang besar diatasku


Tiba – tiba ada seseorang yang menabrakku sampai aku terpental jatuh ke tanah


“Aduuuhh…” gumamku menahan sakit


“Ma… Maaf nona” gumam laki – laki itu menjulurkan tangannya


“I.. Iya tidak apa – apa” gumamku tersenyum


“Ka… Kamu..” teriak laki – laki itu membuat semua orang menatap kami berdua, aku menatap disekitarku dengan bingung kenapa mereka menatapku seperti itu dan saat aku sadari ternyata cadarku terlepas


“Itu kan si pembawa sial itu” teriak salah seorang wanita di belakang laki – laki itu


pipiku dengan tangannya


Plaaaaakkk


“Kamu yang menabrakku kenapa kamu yang menamparku!!” protesku membela diriku


“Aku menabrakmu karena kamu emang pembawa sial untuk seluruh oang yang ada di kota ini”


“Ya betul, gara – gara kamu… kota ini hampir bangkrut karena keluarga Shin dibantai semua” teriak salah seorang wanita


“Ya … Bahkan kita juga harus hidup menderita sampai sekarang gara – gara kamu”


“Kalian semua ini sudah dibantu meningkatkan kota oleh orang tuaku tapi malah berperilaku kasar kepadaku” protesku kesal


“Kami sangat berterimakasih kepada keluarga Shin sedangkan kamu hanya menjadi pembawa sial keluarga Shin dan orang – orang di kota ini”

__ADS_1


"Hei kenapa kamu tidak mati aja sekalian? Membuat kota ini sial aja" teriak wanita sambil melempari aku sebuah batu kearahku


"Mati saja kamu"


"Ya benar enyahlah kamu!" teriak seorang wanita sambil menarik paksa rambutku


"Aaaauuu... Le... Lepaskan" rintihku kesakitan


"Haaah melepaskanmu? Lebih baik kamu mati saja tahu" ucap wanita itu mendekatkan tangannya ke arah pipiku dan menampar pipiku dengan keras


Plaaaakkk


Tamparan yang sangat keras dan sangat menyakitkan, aku hanya bisa diam saat mereka menyiksaku seperti hewan peliharaan. Tamparan itu membekas sampai dipipiku berwarna merah bisa dibilang seperti terdapat tato tangan kotor di atas pipiku yang agung ini


Sambil menahan perihnya pipiku ini aku menatap seseorang laki - laki yang menatapku dengan sedih di antara kerumunan itu dan yang aku lihat laki - laki itu adalah Samuel pacarku yang selalu menemaniku dan mendukungku disaat aku terjatuh


"Sa...Samuel.." rintihku menggapai tangan Samuel tapi saat aku melihat dengan seksama ternyata Samuel sedang bergandengan tangan dengan wanita cantik di sebelahnya


"Ini yang namanya Sani? Haah menyedihkan sekali" ejek wanita itu dengan dingin


"Siapa dia Samuel? Siapa dia?" teriakku kesal


Plaaakkk


Lagi - lagi tamparan yang aku terima bahkan kali ini tamparan dari pacarku sedniri


"Bukan urusanmu, kita putus" ucap Samuel dingin yang membuatku sangat sedih


"Kenapa? Samuel kenapa?" teriakku kesal dan pergi berlari meninggalkan kerumunan orang yang menyebalkan itu


Aku tidak bisa berbuat apa – apa saat dimaki dan dihina oleh orang – orang di kota ini dan pacarku sendiri juga meninggalkanku. Bahkan sekarang tidak ada seorangpun yang mau membelaku ataupun menolong diriku saat terjatuh ke tanah dan dilempari berbagai macam benda ke arahku. Marah? Ya emang aku marah tapi apa yang bisa aku perbuat dengan tubuhku yang sangat lemah ini.


Pindah? Atau ingin mengakhiri hidup? Ya aku selalu ada rasa keinginan itu tapi aku sendiri tidak ingin mati sekarang karena aku masih mempunyai tujuan untuk terus bertahan di kehidupan yang menyedihkan ini yaitu membalas dendam kematian seluruh keluargaku !!!


Aku berlari dan terus berlari di bawah kilatan petir dan guyuran hujan yang mulai membasahi kota ini, aku terus berlari dan akhirnya terjatuh di jalanan yang sudah basah karena hujan yang lebat itu


"Samuel kenapa kamu berbuat seperti ini" desahku menitikkan air mata terus menerus

__ADS_1


"Kenapa Tuhan engkau berikan cobaan besar seperti ini setiap harinya? Kenapa aku sekarang hidup sendiri lagi" desahku lemah, pakaian dan rambutku mulai kotor terkena hujan yang tercampur dengan tanah. Aku lemas tidak kuat untuk berdiri kembali dan sekarang yang ada di pikiranku adalah "Apakah aku akan mati?"


__ADS_2