Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 14 : Mengobati Samuel


__ADS_3

Aku keluar dari dalam penjara yang dingin itu dengan perasaan sedikit senang, kesal, sedih, marah menjadi satu dan membuat suasana hatiku begitu rumit. Taka menatapku dengan bingung dan dia meraih tanganku dengan pelan


"Ada apa?" gumam Taka pelan


"Tidak ada apa - apa, aku capek... Kamu kembalilah ke kapal pesiar itu, aku ingin beristirahat sebentar" gumamku melepaskan genggaman Taka


"Apa Samuel sudah kamu bunuh?"


"Belum"


"Kenapa?"


"Karena ada alasanku sendiri. Kamu pergilah dulu"


"Aku akan menunggumu"


"Tidak perlu, kamu jaga - jaga saja disana takutnya ada musuh lagi di dalam kapal pesiar itu, jangan sampai informasi bocor sedikitpun" gumamku keluar dari ruangan khusus itu dan masuk ke dalam ruanganku pribadiku yang ada di dalam markas


Aku mengambil obat penawar racunku dan kembali ke ruang tahanan itu. Di dalam ruang tahanan aku melihat Samuel sedikit merasa kesakitan dan itu membuatku kasihan kepadanya


"Aku akan mengobatimu" gumamku terduduk di depan Samuel sambil mengolesi obat penawar racun di tubuh Samuel dengan hati - hati


"Adduuuhhh" rintih Samuel kesakitan


"Tenang saja sebentar lagi juga sembuh" gumamku pelan


"Kamu kenapa mengobatiku? Aku kira kamu akan menyiksaku" desah Samuel pelan


"Aku sudah bilang ke Sony kalau aku akan mengobatimu dan membiarkanmu tetap hidup, apalagi Sony tahu apapun yang aku katakan itu merupakan sebuah janjiku" gumamku sambil mengolesi obat penawar itu


"Ya aku tahu akan hal itu Sani" gumam Samuel pelan


"Kenapa kamu mau melakukan sesuatu hal untuk kakakmu, kenapa tidak dia sendiri yang datang kepadaku" gumamku pelan


"Kakakku sedang ada urusan yang harus di selesaikan, kalau kakakku datang dia langsung menjemputmu"


"Menjemputku ya? Kalau aku menolak bagaimana?"


"Kamu tidak bisa menolak itu Sani!!" teriak Sony dari alat pengintai


"Oh kamu masih hidup ternyata aku kira kamu sudah mati barusan" sindirku dingin


"Kamu ingin aku mati apa!!"


"Ya, memang aku ingin membunuhmu" gumamku serius


"Hahaha benarkah? Aku jadi ingin melawanmu lagi"


"Kemarilah lawan aku kalau kamu bisa"


"Kalau urusanku sudah selesai" gumam Sony dingin


"Heh sok sibuk" gerutuku kesal


"Ya, masih banyak urusanku"


"Ya kalau kamu tidak datang kemari aku akan menikah dengan laki - laki lain"


"Oh ya? Kalau kamu berani silahkan saja tapi lihat saja laki - laki itu aku jadikan daging cincang peliharaanku" gumam Sony dingin


"Hahaha, kamu masih saja kejam ya" tawaku


"Ya kamu tunanganku jadi kamu harus menikah denganku"


"Ya aku tahu" gumamku memberikan obat minum untuk Samuel


"Kamu masih sama seperti dulu Sani" gumam Sony pelan


"Apanya yang sama?"


"Kamu masih saja sayang adikku"


"Lalu kenapa?"


"Tidak ada, aku senang saja"

__ADS_1


"Oh begitu ya..." desahku pelan


"Aku dengar - dengar kamu masih bersama si idiot itu ya dan sekarang bersama dengan ketua mafia gelap, apa yang kamu rencanakan?" gumam Sony penasaran


"Itu bukan urusanmu"


"Kamu istriku jadi aku harus tahu apa yang kamu lakukan dan kamu rencanakan!!"


"Istri ya? Aku sudah lama tidak mendengar kata itu dari mulutmu" gumamku memasukkan kembali obat penawarku


"Kamu tetap istriku dan tetaplah wanitaku, kamu masih terikat denganku"


"Ya aku tahu, tapi aku tidak ingin memberitahukanmu"


"Kamu masih tetap seperti dulu ya, tetap menjaga prinsip kerahasiaan"


"Memang, bahkan adikmu saja sampai harus mencari informasi tentang siapa ketua mafia penguasa di mafia kilat petir dengan bantuanmu kan" gumamku santai


"Oh kamu tahu ya kalau aku membantu adikku menyerang kilat petir"


"Ya aku tahu, aku sudah menebak itu"


"Mmm ya aku penasaran saja, aku kira ketuanya berganti ternyata tetap kamu ya ketuanya"


"Memang masih aku, kamu pikir siapa yang akan menggantikanku?"


"Ya anak kita lah yang menggantikannya"


"Haish kamu sudah berpikir sejauh itu, kamu menikah dengan ku aja itu hanya mimpimu saja. Jadi kenyataan aja di mimpimu" gumamku beranjak berdiri


"Ya kita lihat saja nanti Sani, aku akan merebut hatimu kembali. Kalau sudah waktunya aku menjemputmu kamu tidak bisa menolaknya Sani, kamu tahu itu kan" gumam Sony serius


"Ya aku tahu. Aku tunggu bukti darimu Sony" gumamku dingin


"Oh ya Sani ada hal yang ingin aku beritahu kepadamu"


"Ada apa?"


"Beberapa bulan lagi aku akan bertemu denganmu"


"Ya benar"


"Secepat itu?" tanyaku terkejut


"Menurutmu aku akan tahan dengan semua ini!!!" protes Sony kesal


"Terserah kamu ajalah" gumamku pelan dan keluar dari ruang tahanan itu


Aku berjalan keluar dan bertemu dengan tiga bawahanku yang aku percaya, mereka menungguku keluar dari ruang tahanan, memang bawahan yang sangat setia


"Bawa dia ke markas pusat" gumamku dan meninggalkan markas cabangku itu


"Baik tuan putri" gumam tiga orang itu dengan sopan


Aku berjalan keluar dari markasku untuk kembali ke kapal pesiar yang sedang berlayar itu. Aku melihat hari sudah hampir pagi jadi aku segera saja bergegas ke kapal pesiar untuk beristirahat. Badanku sangat capek hari ini setelah melawan Samuel, jadi aku ingin segera istirahat


Di dalam kapal aku melihat area pertarungan semalam sudah di bersihkan jadi sudah tidak ada mayat maupun bau darah yang tercium, ya karena ini berisi para mafia jadi pertarungan di dalam kapal ini sudah tidak diragukan lagi. Aku naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar Ryuki, aku melihat Ryuki yang sedang duduk disofa sambil menungguku


"Kamu tidak tidur?" gumamku menatap Ryuki


"Aku menunggumu"


"Kenapa menungguku, kan sudah aku bilang tidurlah dulu" gumamku merebahkan tubuhku di tempat tidur


"Aku mengkhawatirkanmu tahu"


"Khawatirkanlah dirimu sendiri Ryuki Kun" gumamku memejamkan mataku


"Kemana Samuel kamu bawa pergi?"


"Ke suatu tempat"


"Apa kamu sudah membunuhnya?"


"Belum"

__ADS_1


"Kenapa belum? Kata kamu kamu punya dendam kepada Samuel"


"Ada alasanku sendiri"


"Kenapa kamu tidak mau memberitahukanku?"


"Karena kamu bukan anggota mafiaku"


"Tapi kan aku sekutumu"


"Aku sudah bilang kan menjadi sekutu mafiaku tidaklah mudah apalagi aku belum menyetujuimu menjadi sekutuku"


"Kenapa?"


"Tidak ada alasanya" gumamku dingin


"Tidak mungkin tidak ada alasannya!!!"


"Kamu ingin tahu apa alasanku?" gumamku menatap Ryuki dingin


"Ya apa alasanmu?"


"Alasanku karena kami mafia penguasa bekerja sendiri, kami tidak bekerja bersama dengan mafia lemah" gumamku dingin dan memunggungi Ryuki


"Mafiaku tidak lemah ya!!" protes Ryuki kesal


"Oh benarkah? Kamu saja tidak bisa mengalahkan Samuel yang sangat mudah di kalahkan itu" desahku pelan


"Hmm ya benar juga, mafiaku masih lemah kalau dibandingkan denganmu ataupun sekutumu itu"


"Kamu tahu siapa sekutu mafiaku?"


"Ya, mafia pantai selatan kan" gumam Ryuki tapi aku hanya terdiam


"Kenapa kamu diam?" tanya Ryuki dingin


"Itu tidak penting" desahku memejamkan mataku


"Hmm Sani, apa kamu akan selalu bersamaku?" gumam Ryuki duduk di sebelahku


"Kenapa kamu tanyakan itu?"


"Ya aku hanya memastikan saja"


"Mungkin ... Tidak" desahku pelan


"Kenapa?"


"Aku bilang aku mau menjadi tangan kananmu hanya untuk membalaskan dendammu memusnahkan mafia Samuel kan. Samuel sudah ada di tanganku saat ini, jadi kamu bisa langsung memusnahkan mafia harimau putih dengan mudah. Setelah itu aku akan meninggalkanmu" gumamku pelan


"Kenapa kamu tidak mau bersamaku dalam waktu yang lama?"


"Maaf, ada sesuatu hal yang mengikatku dan aku tidak bisa melepaskan itu" gumamku pelan


"Apa maksudmu?"


"Kamu tidak perlu tahu, intinya aku akan membantumu dan membantu Taka setelah itu aku tidak akan membantu siapapun" gumamku


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Tidak ada apapun, itu tidak penting. Kalau waktu itu tiba mungkin kita tidak akan bertemu lagi"


"Apa maksudmu? Kamu akan pergi kemana?" tanya Ryuki terkejut


"Tidak kemanapun, tidak perlu kamu pikirkan" desahku pelan, tapi Ryuki langsung memelukku dengan erat dari belakang


"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu kemanapun!!" protes Ryuki sedih


"Maaf, tapi itu harus aku lakukan. Yang terpenting aku akan melakukan apa yang harus aku lakukan untukmu atau Taka, hanya kamu yang aku beritahu masalah ini. Aku belum memberitahukan Taka apapun" gumamku pelan


"Sani..." desah Ryuki sedih


"Sudah tidurlah, kita besok akan turun dari kapal ini" gumamku pelan dan memejamkan mataku


Tidak tahu kenapa hatiku terasa sedikit sakit untuk mengatakannya kepada Ryuki, mungkin karena aku juga menyukainya. Tapi mau bagaimana lagi Sony itu tunanganku, beberapa bulan lagi dia akan menjemputku dan kalau bukan dia yang memutus pertunangan ini aku tidak bisa melakukan apapun apalagi keluarga besarku sudah terbunuh semua

__ADS_1


__ADS_2