
Sreegg ... Sreeegg ... Sreeeggg
Terdengar suara gorden yang terbuka, sinar matahari menembus ke mataku, aku membuka mataku dan melihat Lia yang sedang berdiri di dekat jendela sambil membuka gorden kamarku. Aku mengusap kedua mataku dan terduduk di atas tempat tidurku
"Good morning nona" sapa Lia sambil sedikit membungkukkan badannya
"Oh Morning " desahku tersenyum
"Nona, tuan muda sudah menunggu nona di bawah"
"Heeh menungguku kenapa?"
"Kan nona dengan tuan akan ada rapat"
"Oh God aku lupa, bilangin Ryuki nanti aku menyusul" gumamku langsung berlari ke kamar mandi dan segera mandi, Ya memang rumah milik Ryuki ini sangat mewah dan besar tapi karena aku sebelumnya juga hidup di keluarga yang berkecukupan aku tidak terlalu terkejut
Aku segera berjalan ke ruang ganti, di ruang ganti aku melihat Lia yang sedang berdiri di dekat lemari pakaian dan saat aku mendekatinya Lia membuka lemari pakaian itu. Di dalam lemari itu aku melihat berjejeran pakaian dan gaun - gaun yang mahal. Lia mengambil sebuah gaun berwarna hitam yang memiliki rok pendek dengan renda bunga yang indah
"Ini pakaian untuk nona" gumam Lia menyerahkan pakaian itu kepadaku
"Gaun? Kan rapat, kenapa pakai gaun?"
"Iya ini permintaan tuan muda nona"
"Oh begitu, baiklah kamu boleh keluar sekarang" gumamku mengambil gaun itu dan Lia keluar dari ruang ganti itu. Aku segera memakai gaun itu dan memakai make up yang sudah tersedia di meja rias. Setelah berganti baju dan berdandan aku keluar ruang ganti dan duduk di tempat tidurku sambil meletakkan handphoneku di dalam tasku
Toook.. Toookk ... Toookkk
Suara ketukan pintu kamar, aku beranjak dari tepat dudukku dan membuka pintu itu, aku melihat Angel yang
sedang berdiri di depan pintu dengan menggunakan gaun berwarna hitam yang indah
"Oh hai Angel.." gumamku menatap Angel
"Selamat pagi cantik"
"Selamat pagi juga Angel"
"Kamu sudah selesai?"
"Udah kok"
"Ya udah ayo cepat mereka sudah menunggu" Lisa menarik tanganku keluar kamar
"Emang kita akan kemana?"
"Kita akan ke pesta"
"Pesta? Tapi kata Ryuki rapat?"
"Ya kita ke pesta tapi selain itu kalian berdua rapat"
"Oh begitu ya" desahku mengikuti langkah kaki Angel menuruni tangga
Di lantai bawah aku melihat Ryuki memakai setelan kemeja hitam dan memakai topi hitam yang menutupi hampir seluruh dahinya dan hanya terlihat bibir Ryuki yang berwarna merah muda
"Sudah kak"gumam Angel berdiri di depan Ryuki
Ryuki mengangkat wajahnya dan menatapku di balik topi hitamnya
"Cantik... " desah Ryuki pelan
"Mmm maaf kamu tadi bicara apa?" tanyaku mencoba mendengarkan baik - baik
__ADS_1
"Ohh... Mmm.. Tidak ada" gumam Ryuki menundukkan sedikit wajahnya dan beranjak dari tempat duduknya
"Mmm Angel panggil Tony kalau Sani sudah disini" perintah Ryuki menatap Angel
"Baiklah" desah Angel berjalan menuju kamarnya
"Kenapa kalau aku udah disini?" tanyaku bingung
"Ya dia tidak mau ikut kalau kamu tidak ikut"
"Kenapa?" tanyaku terkejut
"Karena kamu temanku" ucap Tony di belakang Ryuki
"Aku tidak mungkin tega meninggalkan temanku sendirian di rumah" sambung Tony tersenyum kepadaku
"Ohh ... Mmmm baiklah"
"Ayo kita berangkat" gumam Ryuki berjalan mendahului kami dan berhenti di depan sebuah mobil hitam yang
besar
"Sani kamu bersamaku" gumam Ryuki mengulurkan tangannya ke arahku
"Baiklah" desahku memegang tangan Ryuki dan masuk ke dalam mobil, tidak lama kemudian mobil itu bergerak meninggalkan rumah mewah itu
Aku menatap Ryuki yang sedang memainkan handphonenya dengan tatapan dingin, dia meletakkan handphonenya dan menatap wajahku dengan tatapan dinginnya
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?"
"Ti.. Tidak ada" gumamku memalingkan wajahku, tiba - tiba tangan Ryuki memegang daguku dan menarik daguku ke depan wajah Ryuki
"Apa yang ingin kamu katakan?" gumam Ryuki menatap mataku
"Oh ya?"
"I... Iya beneran"
"Oh begitu ya.." desah Ryuki melepaskan daguku dan merangkulku dengan lembut
"Eee... Mmm kenapa kamu merangkulku?" tanyaku kaget
"Ingin saja" gumam Ryuki merangkulku dengan erat
"Hmmm baiklah" desahku mengalah
"Kamu tidak suka aku rangkul?"
"Bu... Bukan begitu, cuma agak canggung aja"
"Canggung kenapa?"
"Ya canggung aja apalagi aku hanya..." desahku
"Aku sekarang tuanmu. Mulai sekarang biasakan!! Paham!!!" ucap Ryuki dingin yang embuatku sedikit takut
"Ba... Baiklah tuan" desahku pelan
"Bagus.." Ryuki mengelus rambutku dengan lembut
"Nanti kamu harus bersamaku terus saat di pesta" gumam Ryuki meremas bahuku dengan kuat
"E... Emang disana ada siapa?"
__ADS_1
"Tidak ada"
"Kalau ada orang yang tidak kamu senangi kamu bilang aja aku akan mengikuti dimanapun kamu berada"
"Serius?"
"Iya aku serius" gumamku menahan bahuku yang sedikit sakit
"Baiklah, tapi emang disana ada orang yang tidak aku suka datang"
"Siapa?"
"Samuel sama mantanku"
"Oh ya?" desahku pelan
"Ya begitulah, makanya aku sedikit kesal"
"Ya kalau itu bukan hanya kamu tapi aku juga"
"Makanya aku bilang kamu tetap bersamaku nanti di pesta"
"Ya aku tahu"
"Mmm tapi ngomong - ngomong kenapa kamu tahu ada orang yang tidak aku suka?"
"Ya gimana aku tidak tahu kalau saat kamu ngomong seperti itu bahuku kamu remas seperti ini. Sakit tahu!!" protesku
"Ohhh .. Maaf, sakitkah?" gumma Ryuki melepaskan remasannya
"Kamu kira?" gumamku memegang bahu kiriku yang perih
"Maa... Maaf"
"Hmmm iya tidak apa, apa perasaanmu sudah baik?"
"Ya apalagi kamu mau bersamaku selama di pesta itu"
"Ya mau tidak mau aku harus lakukan itu demi kamu sebagai tuanku"
"Baguslah" desah Ryuki sedikit senang
"Mmm ngomong - ngomong kenapa kamu memakai topi hitam seperti itu?"
"Ya karena aku suka aja"
"Oh ya? Tapi kan ini pesta seharusnya kamu tidak perlu memakai ini" gumamku mengambil topi itu dan merapikan rambut Ryuki
"Nah, begini kan pantas ke pesta"
"Begitukah?" gumam Ryuki menatapku dan aku hanya mengangguk tersenyum
"Tapi aku tidak pernah menunjukkan wajahku di muka umum"
"Kan ada aku tenang saja"
"Baiklah, terimakasih ya"
"No problem"
"Ya udah ayo kira turun" gumam Ryuki membuka pintu mobil
"Eehhh sudah sampai ya?"
__ADS_1
Aku menatap ke luar jendela mobil, di luar banyak sekali orang - orang yang berpakaian mewah sedang berlalu lalang di depan sebuah gedung tinggi, sepertinya pesta kali ini pesta milik orang kaya sehingga banyak yang datang dengan mewah kemari