Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 8 :Pergi Ke Kapal Pesiar


__ADS_3

Pagi ini aku tidur sangat nyenyak banget, ya mungkin karena aku yang kecapekan kali gara - gara acara semalam itu, tapi aku juga harus mulai terbiasa dengan kegiatan padat itu apalagi hari ini aku ada agenda lagi tapi aku belum tahu agenda apa itu tapi ya sebelum aku melakukannya aku harus memulihkan energiku


Di saat aku menikmati tidurku, aku merasa ada sesuatu yang memencet - mencet hidungku dengan lembut yang membuatku terasa tidak nyaman. Aku membuka mataku dan melihat Ryuki memencet hidungku sambil tersenyum


"Oohh selamat pagi" gumam Ryuki tersenyum


"Aaaa... " teriakku kencang karena kau saking kagetnya, tanpa pikir panjang Ryuki membungkam mulutku dengan tangannya


"Huussstt jangan teriak - teriak"gumam Ryuki sedikit membuka mulutku tapi aku tetap saja teriak


"Aaaa..."


"Haish aku bilang diam, mengerti!!" protes Ryuki dan aku mengangguk mengerti


"Ke.. Kenapa kamu ada di kamarku?" tanyakku bingung


"Aku hanya ingin melihatmu tertidur"


"Ta.. Tapi kan aku kalau tidur jelek tahu. kamu membuatku malu" gumamku menutup wajahku dengan selimut


"Hei ... kamu tidak jelek kok, kamu terlihat.. Imut" gumam Ryuki membuka selimut di wajahku


"Haish gombal" gumamku terduduk di tempat tidurku


"Oh ya kenapa kamu datang kemari?" gumamku bingung


"Hari ini kita ada agenda"


"Agenda apa?"


"Agenda liburan"


"Haah? Apa itu agenda liburan?"


"Ya kita ada rapat di kapal pesiar, ya bisa dibilang kita akan liburan"


"Haah? Emang kenapa kok harus di kapal pesiar?"


"Karena kita juga menghadiri sebuah pesta"


"Kan kemarin udah pesta kenapa hari ini ada pesta?"


"Ya mau bagaimana lagi, itupun aku juga harus mengeluarkan uang untuk menyumbang"


"Menumbang apa?"


"Ya kalau ada acara pasti tamu memberikan sedikit uang sumbangan kepada penyelenggara acara"


"Oh begitu ya" desahku


"Udah siap - siap sana, aku tunggu"


"Baiklah tuan" gumamku beranjak dari tempat tidur dan bergegas untuk mandi


Aku segera mandi untuk membersihkan badanku dan mengganti pakaianku, di atas gantungan pakaian aku melihat ada pakaian Ryuki yang tergantung diatas situ.


"Kenapa ada pakaian Ryuki disini?" gumamku bingung, tapi itu tidak ada urusannya denganku jadi aku segera berdandan lalu keluar kamar untuk bertemu dengan Ryuki. Tapi saat aku membuka ruang ganti aku melihat Ryuki yang duduk di sofa kamarku dan hanya memakai kemeja yang kancingnya terbuka seluruhnya jadi terlihat banget dada bidang dan perutnya yang kotak - kotak seperti roti sobek itu


"Ka... kamu kenapa melepaskan kancing kemejamu!!" protesku menutup mataku dengan kedua tanganku


"Emang tidak boleh? Ini kan rumahku sendiri" gumam Ryuki santai


"Eeemm ya gak boleh lah, kamu membuka kancingmu di kamarku!!"


"Kalau kamu suka bilang aja gak perlu malu seperti itu" gumam Ryuki menggenggam tangaku dan aku bisa menatap wajahnya yang tampan secara dekat

__ADS_1


"Iiissshh siapa juga yang suka, ini terlalu cang...gung" gumamku terkejut saat Ryuki mencium bibirku dengan lembut, aku ingin sekali melepaskan ciuman ini tapi tenaga Ryuki sangat kuat yang membuatku tidak bisa berbuat apa - apa


"Kamu sangat cantik hari ini" gumam Ryuki memandangku dengan lembut dan melepaskan tanganku


"Ya sudah tunggu aku, aku mau mandi dulu" gumam Ryuki berjalan menuju kamar mandiku


"Eee.. Mmm ... Kenapa kamu masuk ke kamar mandiku?" tanyaku sedikit canggung


"Kran kamar mandiku rusak jadi ya aku hanya bia mandi disini apalagi kamar adikku terkunci dan aku tidak membawa kuncinya jadi aku tidak bisa masuk" gumam Ryuki masuk ke dalam kamar mandi


Aku yang baru saja dicium laki - laki untuk pertama kalinya ini masih begitu terkejut apalagi itu adalah ciuman pertamaku dan diambil oleh Ryuki dan itu membuatku sedikit canggung dengan Ryuki. Aku terduduk di sofaku dan menuangkan sekotak susu di gelasku lalu meminumnya.


"Aaah segarnya susu dingin ini" desahku lega


"Waah enak sekali ya pagi hari minum susu" gumam Ryuki berdiri di depanku hanya dengan memakai handuk saja yang malah membuatnya terlihat sangat gagah


"Ka.. Kamu kenapa tidak memakai pakaianmu!!" protesku beranjak dari tempat duduk dan menarik Ryuki ke dalam ruang ganti


"Padahal ada pakaianmu di dalam yang sudah kamu letakkan di dalam kan? Sudah kamu ganti pakaian sana" gumamku menutup pintu ruang ganti


"Tunggu.." gumam Ryuki menahan pintu ruang ganti dan mencium bibirku kembali


"Emmm rasanya manis seperti orangnya hehehe" tawa Ryuki yang membuatku sedikit malu


"A... apa sih!! Udah ganti baju sana!!" protesku menutup pintu ruang ganti dengan kuat


"Haish dia kenapa sih mencium orang tanpa permisi!!" gerutuku sedikit kesal


Tidak berapa lama aku menunggu dengan sedikit kesal akhirnya Ryuki keluar kamar dengan memakai topi hitam miliknya dan itu membuatku sedikit risih melihatnya


"Kenapa kamu memakai topi itu lagi?"


"Aku akan rapat dengan bawahanku jadi kami harus memakainya"


"Kamu kemanapun juga memakai topi itu" gerutuku kesal


"Tidak, mana ada aku kesal" gumamku dengan nada sedikit meninggi tapi Ryuki kembali meciumku dengan lembut


"Itu hukumanmu karena kamu kesal denganku"


"Eeehhh apa apaan sih!!" protesku kesal


"Udah lah jangan marah - marah, ayo kita pergi" gumam Ryuki menggendeng lembut tanganku


"Adik - adikmu tidak diajak?"


"Tidak, mereka tidak akan ikut kita"


"Kenapa?"


"Emang tidak boleh ikut meeka masih kecil"


"Mereka kan seumuran denganku?"


"Ya cuma kamu berbeda"


"Berbeda? Apa maksudmu?"


"Kamu itu tangan kananku jadi kemanapun aku pergi kamu harus pergi apalagi kamu milikku"


"Milikmu? Apa maksudnya?"


"Kamu akan tahu nanti, ya udah ayo kita masuk" gumam Ryuki membukakan pintu untukku


"Baiklah" gumamku masuk ke dalam mobil mewah milik Ryuki dan mobil berjalan meninggalkan rumah

__ADS_1


Selama perjalanan Ryuki memandangku dengan dingin tapi perilakunya sangat manja bahkan dia tidak berhentinya mengusap rambutku dengan lembut


"Kamu kenapa sih?"


"Ada apa?"


"Tatapanmu sangat dingin tapi tanganmu mengelus rambutku terus!!"


"Emang raut wajahku seperti ini"


"Emang tidak bisa apa kamu lebih lembut gitu"


"Mmm baiklah aku akan mencobanya" gumam Ryuki mencoba tersenyum


"Senyummu sangat canggung"


"Haish lalu aku harus bagaimana?"


"Seharusnya kamu tuh kek gini" gumamku menarik pipi Ryuki ke atas dengan telunjukku


"Sangat aneh" gumam Ryuki dingin


"Haish gak perlu protes, mmm tapi emang kamu tidak pantas bermuka lembut sih" gerutu menyandarkan tubuhku di kursi mobil


"Lalu?"


"Emang kamu pantas bermuka dingin dan menyebalkan seperti itu"


"Apa aku terlihat tampan?"


"Ya kalau kamu bermuka dingin sseperti itu"


"Lalu kenapa kamu menyuruhku untuk.." gumam Ryuki mengangkat bibirnya mencoba tersenyum


"Tidak ada, aku cuma mau lihat aja tapi ternyata kamu pantas dirimu yang apa adanya" gumamku pelan


"Apa kamu menyukainya?"


"Ya aku menyukainya"


"Oh ya? Aku senang mendengarkan kalau kamu menyukaiku" gumam Ryuki dingin


"Eeeh siapa bilang aku menyukaimu?"


"Barusan"


"Enggak ya, aku cuma menyukai dirimu apa adanya"


"Ya kan benar kamu menyukainya"


"Iya emang aku menyukainya"


"Ya kan benar kalau kamu menyukaiku"


"Eeeh bukan maksudku aku menyukai dirimu yang apa adanya aja"


"Sama saja kamu menyukaiku"


"Au ah terserah" gerutuku kesal


"Hahaha jangan ngabek kalau kalah berdebat denganku" ejek Ryuki membuatku kesal


"Biarin ah" desahku memalingkan wajahku tapi Ryuki merangkulku dengan lembut sehingga kepalaku bersandar di bahunya Ryuki


"Perjalanan akan panjang, lebih baik kamu istrahat saja dulu" gumam Ryuki mengelus rambutku lagi

__ADS_1


"Mmmm baiklah, aku juga mengantuk" gumamku memejamkan mataku dan tidur di bahu Ryuki yang sangat nyaman itu


__ADS_2