Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 59 : Merusak Pesta Penyambutan


__ADS_3

Di taman belakang aku melihat banyak orang yang berkumpul dan kebanyakan dari mereka adalah para pria tampan dan sebagian lagi beberapa wanita cantik dengan gaun mereka. Aku berjalan pelan di belakang Fiyoni sambil sedikit menundukkan kepalaku.


"Sani aku ke dalam dulu ya mau mengambil beberapa wine di dalam..." gumam Fiyoni pelan dan aku hanya terdiam menganggukkan kepalaku.


"Eeeehhh akhirnya Sani datang, kemarilah anakku..." gumam tuan Shinju yang terlihat sangat senang, aku berjalan ke arah tuan Shinju dan sedikit membungkukkan badanku ke arah keluarga besar Shinju.


"Ini aku perkenalkan padamu Sani, yang disebelah kanan itu semua adalah pamanmu, di sebelah kiri itu adalah semua bibimu, sedangkan mereka yang sedang mempersiapkan alat pemanggang adalah saudara-saudaramu!" jelas tuan Shinju menunjuk beberapa orang di depanku.


"Oohh ini kah yang namanya Sani itu?" tanya beberapa pria yang sedang memanggang dari tadi menatapku.


"Hehehe mmm i...iya kak..."


"Panggil saja aku Wildan Shinju. Oh ya aku perkenalkan dia Rudi Shinju, dia Ray Shinju, dia Tomy Shinju, dia Rara Shinju dia Tina Shinju, dan gadis kecil itu namanya Ita Shinju." ucap seorang pria tampan di depanku.


"Oh mmm salam kenal, saya Sani..." gumamku menundukkan badanku, tiba-tiba Ita berlari memelukku dan tanpa ragu aku menggendongnya.


"Kakak...kakak sangat cantik!" ucap Ita tersenyum kearahku.


"Ita juga cantik..." gumamku mencium pipinya.


"Waah tumben Ita mau digendong? Biasanya Ita tidak mau dan selalu menangis kalau digendong orang yang tidak dikenal..." gumam tuan Shinju mengacak rambut Ita.


"Kakak baik, Ita sayang kakak!" ucap Ita senang.


"Kakak juga sayang Ita, Ita harus jadi anak yang kuat ya jangan suka menangis apa Ita mengerti?" gumamku pelan.


"Baik kakak!!" ucap Ita senang.


"Ayah sudah siap!!" teriak Wildan kencang. Seluruh saudaraku tiri meletakkan beberapa daging di atas meja.


"Oh baguslah, untuk menyambut kedatangan anak kita kembali ke keluarga Shinju, mari kita makan!!" teriak tuan Shinju kencang.


"Yeaaay!!" teriak semua orang senang dan memakan makanan yang ada di depan kami.


Aku mengambil beberapa daging dan menyuapi Ita yang dari tadi tidak mau lepas dari gendonganku. Tuan Shinju sesekali menyuapiku beberapa daging seperti anaknya sendiri yang membuatku senang.


"Mmm ayah apa namaku tetap bermarga Shin?" tanyaku pelan.


"Ya, ayahmu tidak menginginkan namamu menjadi Shinju."


"Apa aku tidak bisa mengganti marga ayah?"


"Sebenarnya tidak bisa tapi kamu bisa emngganti marga kalau kamu mau."


"Apa ada syaratnya ayah?"


"Tidak ada sih, cuma kamu harus melupakan seluruh hal yang berkaitan dengan Shin apa kamu bersedia?" tanya Tuan Shinju serius.


"Mmm aku bingung ayah..."

__ADS_1


"Kamu tidak menggantinya juga tidak apa, ayah akan selalu menganggapmu anak ayah sendiri..." gumam tuan Shinju senang.


"Eee..mmm terimakasih ayah..." gumamku pelan.


"Eh ya ayah besok ada acara ulang tahun tuan Kim jadi aku besok izin ke sana apakah boleh?"


"Boleh datang saja, dia mertuamu jadi datang saja."


"Mmm ayah tahu masalah pernikahanku dengan Lanlan?"


"Ya semua orang tahu tapi banyak yang tidak menganggapnya serius karena kamu dengan Lanlan terlihat tidak akur."


"Mmm ya ayah aku terkadang juga bertengkar dengannya..." gumamku berbohong.


"Tidak apa, setiap hubungan pasti akan ada pertengkaran yang terpenting kamu terikat dengan dia jadi jaga Lanlan ya anakku..." gumam Tuan Shinju serius.


"Ba...baik ayah, Sani akan berusaha melakukannya..." gumamku pelan.


"Baguslah...ayo makan semua!!" teriak tuan Shinju senang. Malam ini aku benar-benar menikmati kebersamaan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku menatap semua keluarga besar Shinju benar-benar terlihat baik, kegembiraan yang aku rasakan ini membuatku teringat kejadian yang menyakitkan dimasalalu.


"Lihat dia sangat menyedihkan!!!"


"Ya betul, seorang pembawa sial!!!"


“Gadis pembawa sial!!!”


“Mati saja kamu, buat apa terus bertahan hidup!!!”


"Kenapa dulu dilahirkan, ckck memalukan keluarganya saja!!!"


“Kasihan banget hidupnya, mending mati saja biar kamu bisa tenang di neraka!!!”


Suara-suara menyakitkan dimasa lalu membuat kepalaku pusing, aku menurunkan Ita dan terduduk di tanah yang membuat semua orang terkejut.


"Kamu kenapa anakku?" tanya Tuan Shinju terkejut.


"Mmm ti...tidak apa-apa kok ayah..." gumamku pelan.


Memori yang sebelumnya tidak aku ingat tiba-tiba teringat jelas di otakku, aku melihat kain merah di depanku dan teringat saat aku disiksa saat aku kecil.


"Kau tuh menghancur hubungan, gara-gara kau dan ibumu itu membuatku dibuang!"


"Kenapa kau harus terikat dengan keluarga Kim, lebih baik kau mati saja!"


"Enyahlah kau dari keluarga Shin, kau tidak dibutuhkan disini!"


"Sudah sering aku suruh kau pergi kan? Kenapa kau masih saja disini? Benar-benar membuatku kesal!!"


"Aku...aku tidak bersalah...aku...aku..." tangisku pelan, walau aku sadar aku sedang berhalusinasi tapi kejadian dimasa lalu benar-benar membuatku sangat trauma.

__ADS_1


"Sani...Sani!!" teriak tuan Shinju menyadarkanku tapi suara-suara dipikiranku membuatku seperti kembali ke masa lalu. Aku benar-benar takut, aku benar-benar takut dihukum cambuk oleh orang-orang yang menyakitiku saat itu.


"SANI!!" teriak Fiyoni kencang yang membuatku tersadar, aku menundukkan kepalaku dan mengusap air mataku.


"Sani sadarlah..." gumam Fiyoni serius.


"Ee.. mmm maaf..." gumamku pelan.


"Hmmm ini minum obatmu Sani..." gumam Fiyoni memberikanku beberapa obat dan aku langsung meminumnya.


"Kamu sudah tenang?" tanya Fiyoni pelan dan aku hanya menganggukkan kepalaku.


"Apa dia kembali berhalusinasi?" tanya tuan Shinju serius.


"Iya, bawahannya sering bilang kalau Sani berada di tempat yang ramai dan pandangannya serba merah membuatnya seperti berada di masa lalu, itulah kenapa Fiyoni bilang kalau Sani tidak bisa di tempat ramai..." gumam Fiyoni berusaha membantuku berdiri.


"Oh mmm maaf ya nak, ayah membuatmu..."


"Tidak apa ayah...Sani yang minta maaf sudah merusak acara ayah.."


"Tidak kok, kamu duduk saja disini. Sebentar lagi Lanlan akan datang kesini..." gumam tuan Shinju memberikanku beberapa potong daging kembalu


"Oh mmm ayah Sani izin duduk disana boleh kan?" gumamku menunjuk sebuah kursi taman.


"Boleh, tapi jangan lama-lama udara sangat dingin takutnya kamu sakit..."


"Baik ayah..." gumamku membawa beberapa botol wine dan terduduk di kursi taman yang sangat jauh dari acara pesta penyambutan tadi.


Aku terus menatap bulan purnama di atas kepalaku, aku tidak tahu sudah berapa lama tapi aku tetap menatap bulan itu dan terus menerus menghela nafas panjang.


"Hmmm aku menghancurkan pesta lagi..." desahku meminum wine dan menundukkan kepalaku.


"Kenapa aku bisa teringat kejadian itu? Padahal aku tidak pernah ingat apapun yang terjadi, yang aku ingat hanya rasa sakitku saja..." desahku melingkarkan tanganku di kakiku.


Walaupun sekarang aku sudah sadar tapi kata-kata mereka masih teringat jelas di kepalaku, aku terus meneteskan air mataku perlahan dan terus sesenggukanku.


"Ternyata kamu lebih cengeng dari pada yang aku duga ya..." gumam seorang pria di belakangku. Aku menoleh ke belakang dan melihat Lanlan yang memakai jas hitam sambil berjalan ke arahku.


"Kenapa kamu kesini?" tanyaku pelan.


"Sudah aku katakan kan aku akan menjemputmu."


"Kata kamu besok!"


"Ini sudah hampir fajar tahu, kamu memakai gaun yang pendek dan terduduk di taman hanya disinari dengan sinar bulan saja, apa kamu tidak kedinginan?"


"Tidak, aku sudah biasa..." gumamku pelan, Lanlan menyelimutiku dengan jas hitamnya yang membuatku terkejut.


"Jangan dibiasakan! Kamu seorang wanita kalau kamu sakit bagaimana?" protes Lanlan kesal.

__ADS_1


"Baiklah...maaf..." gumamku pelan dan menundukkan kepalaku, Lanlan hanya terdiam dan terduduk di sampingku sambil merangkulku lembut.


Merasakan rangkulan Lanlan aku hanya terdiam dan menyembunyikan wajahku di dada bidangnya, walaupun dia terlihat dingin dan menyebalkan tapi perilakunya benar-benar lembut kepadaku yang membuatku sedikit tenang.


__ADS_2