
Hari ini aku bangun terlalu pagi, aku membuka kedua mataku dan mengusap lembut mataku yang sedang mengantuk. Aku segera membersihkan badanku dan mempersiapkan diriku, di hari liburku ini aku sangat ingin keluar dari rumah ini untuk berlatih apalagi aku sudah lama tidak berlatih jadi kekuatanku sedikit melambat jadi aku mengganti alat pelacak Taka itu dengan anting biasa milikku
Krriiiinnggg
Suara handphoneku berbunyi dengan keras, aku membuka handphoneku dan ternyata Wan yang meneleponku
"Halo Wan ada apa?"
"Mmm mohon maaf nona"
"Maaf kenapa?"
"Tahanan Samuel melarikan diri"
"Kenapa bisa?"
"Tadi mafia pantai selatan datang nona dan juga tuan Sony juga datang, kami tidak bisa mencegahnya lagi"
"Oh, tidak apa... Biar aku urus, yang luka segera di obati" gumamku pelan
"Baik nona" gumam Wan menutup teleponnya
"Hmmm ..." desahku
"Membuatku kesal saja" gumamku memakai jaket hoodieku dan keluar dari kamar
"Kamu mau kemana Sani?" tanya Tony berdiri di belakangku
"Aku ada sedikit urusan"
"Urusan apa?"
"Urusan pribadi... Aku tidak akan lama kok" gumamku melangkahkan kakiku
"Tunggu..." gumam Tony memegang tanganku
"Aku ikut.."
"Ti.. Tidak perlu ikut"
"Kamu tseorang wanita kalau terjadi sesuatu hal bagaimana?"
"Aku tidak apa - apa sungguh"
"Tidak,.. Tidak... Kamu temanku, kalau kamu sampai terluka aku tidak akan memaafkan diriku sendiri" gumam Tony menggenggam erat tanganku. Aku bingung mau alasan apalagi saat melihat wajah Tony yang sedih seperti itu "Haissh gak jadi deh latihanku" desahku dalam hati
"Hmmm emang kamu mau pergi kemana?"
"Kemanapun kamu pergi"
"Ya kalau kamu ikut aku tidak jadi mengurusi urusanku..." desahku pelan
"Kalau kamu ingin mengajakku jalan - jalan aku akan menemanimu" gumamku tersenyum
"Mmm baiklah, aku juga bosan di rumah terus"
"Aku mau ikut!!!" teriak Angel di belakang Tony
"Kamu ngapain ikut!!!" protes Tony kesal
"Aku mau ikut!!!"
"Enggak boleh!!"
"Ikkuutt!!!!" teriak Angel keras
"Udahlah Tony, tidak apa - apa dia ikut" gumamku tersenyum
"Weelllkkk" ejek Angel dan menggandeng tanganku
"Iihhh kamu ya!!!" protes Tony mengikuti kami dari belakang
"Sani mau pergi kemana?" tanya Angel menatapku
"Mmm terserah kalian ingin kemana?"
"Hmmm ke pantai mau?" gumam Angel tersenyum
"Tapi kan kita tidak memakai pakaian pantai?"
"Tidak apa, tidak ada yang melihat juga"
"Emang pantai mana?"
"Kamu akan tahu nanti Sani, itu pantai sangat bagus banyak karang - karang yang indah, pasir pantainya sangat putih dan gelombang air laut yang sangat tenang yang penting pantai itu sepi" gumam Angel masuk ke dalampesawat pribadi milik keluarga Kun yang terparkir di dekat rumah
"Emang jauh ya?"
"Ya, yang dimaksud Angel itu pantai di Jepang"
"Tunggu? Jepang? Buat apa jauh - jauh kesana?"
"Dia emang ingin kesana, makanya aku tadi melarang dia ikut"
"Hmmm tapi kita gak membawa apapun"
"Tenang saja Sani, sudah tersedia di rumah kakak yang satunya, apalagi kakak emang lagi ada di Jepang"
"Ryuki? Di Jepang?"
"Ya, kemarin malam dia berangkat"
"Ngapain?" tanyaku terkejut
"Katanya dia ada latihan gitu sih... Gak tahu juga" gumam Angel meminum minumannya
"Latihan ya?" desahku menatap keluar jendela pesawat, aku menatap langityang berwarna putih di bawahku dan hamparan laut yang berwarna biru berkilauan itu
"Apa dia berlatih demi mengalahkan Sony? Tapi tidak mungkin dia akan berhasil" gumamku dalam hati
"Dia tidak perlu melakukan itu, aku sendiri saja yang melakukannya... Memancing Sony keluar itu sungguh sulit, kalau memang Sony akan menjemputku itu artinya dia akan bertarung denganku, dan itu pasti..." desahku dalam hati
"Sani apa yang kamu pikirkan?" tanya Tony menatapku
"Mmmm, tidak ada kok" desahku pelan
"Apa kamu mengkhawatirkan kakak?"
"Tidak, buat apa aku mengkahawatirkannya"
"Benarkah? Aku kira kamu mengkhawatirkan dia" gumam Tony memejamkan matanya
__ADS_1
"Tidak, aku mengkhawatirkan diriku sendiri" gumamku pelan
"Apa yang kamu khawatirkan?" tanya Tony penasaran
"Tidak ada apa - apa... " gumamku tersenyum
"Sani kamu apa seorang ketua mafia?" gumam Tony menatapku
"Kenapa kamu berfikir aku ketua mafia?" tanyaku terkejut
"Apa yang tidak kami ketahui" umam Angel santai
"Tidak, aku hanya orang biasa"
"Oh benarkah? Bukannya kamu yang menyelamatkan kakak kami di kapal pesiar itu?"
"Bukan aku" desahku pelan
"Hmmm tapi kami yakin itu kamu"
"Kenapa kalian begitu yakin? Dari mana kalian tahu hal itu?
"Dari berita semalam" gumam Angel menyerahkan handphonnya
"Penyerangan di kapal pesiar" gumamku membaca judul itu, aku membaca berita itu. Pada foto itu aku mencoba memperbesar gambar itu dan melihat seorang laki - laki yang berdiri di pojokan dengan tatapan yang tidak asing
"Sony?" gumamku pelan
"Ternyata kamu ada disitu juga ya? Pantas kamu tahu apa yang aku lakukan" desahku menutup berita itu dan mengembalikan handphone Angel
"Itu bukan aku" gumamku seriu
"Benarkah? Tapi kami tidak percaya"
"Tidak percaya juga tidak apa - apa, emang bukan aku" gumamku menatap keluar jendela
"Kenapa kamu tidak mau mengakuinya Sani?"
'Mengakui apa?"
"Kalau wanita yang ada di gambar itu kamu" gumam Angel menatapku serius tapi aku hanya diam tanpa kata, aku tidak mau mereka tahu aku sebenarnya
"Kami juga ketua mafia Sani, walaupun kamu merahasiakan identitasmu... Kami tahu"
"Kalau kalian tahu, kalian tidak perlu bertanya kan" gumamku menatap keluar jendela
"Kami hanya memastikan saja"
"Oh.." desahku pelan
"Mafia apa yang kamu miliki?" tanya Tony serius
"Lebih baik kalian tidak perlu tahu"
"Kami harus tahu.. Kakak Ryuki jadi lebih semangat berlatih sekarang ini, padahal sebelumnya dia tidak mau belatih apapun"
"Berlatih untuk apa?"
"Katanya ingin setara denganmu"
"Bilang ke dia, dia tidak akan mungkin mengalahkan orang itu" gumamku pelan
"Orang itu? Di dunia mafia kata orang itu pasti ketua pantai selatan kan" gumam Angel menatapku
"Ya..."
"Ya..."
"Kenapa dia mau melawan orang itu?"
"Aku tidak bisa menjelaskan panjang kepada kalian.. "
"Tapi kami penasaran..." potes Tony kesal
"Tanyakan sendiri alasannya kepada Ryuki, Ryuki bukan tandingan orang itu... Biar aku sendiri saja yang melawannya."
"Kamu sendiri? Emang kamu apa bisa melawannya"
"Mungkin.." desahku melihat bandara di bawahku
Pesawat pribadi keluarga Kun mendarat di bandara Jepang. Aku, Tony dan Angel turun di pesawat. Wajah dua orang itu seperti begitu seius memandangiku dan itu sedikit tidak nyaman untukku
"Kalian bisa tidak menatapku dengan tatapan biasa" desahku pelan
"Kamu measakannya?" tanya Angel terkejut
"Menurutmu? " desahku pelan
"Beri tahu kami dulu Sani..." potes Tony
"Kalau aku memberitahu kalian, apayang ingin kalian lakukan?" gumamku menghentikan langkahku
"Kami tidak melakukan apapun, aku menganggapmu teman baikku Sani bahkan aku menganggapmu keluarga" gumam Tony menatapku serius
"Oh benarkah?" desahku pelan
"Tapi aku tidak bisa memberitahukanmu, aku harus menjaga seluruh rahasia" gumamku pelan
"Rahasia? Mafia yang sangat rahasia?" gumam Angel terkejut
"Tunggu kalau mafia yang sangat rahasia itu hanya ada tiga mafia... Mafia Pantai Selatan, Mafia Kilat Petir, dan Mafia Penguasa..." gumam Tony berfikir
"Jadi kamu ketua..."
"Kamu sudah tahu kan, jadi jangan bertanya terus siapa diriku" gumamku pelan dan melanjutkan langkahku. Tiba - tiba Angel memelukku dari belakang dengan erat
"Aku tidak menyangka kamu sangat hebat Sani" gumam Angel senang
"Haish hebat apanya loh" desahku mengusap lembut rambut Angel
"Ya kamu hebat lah kamu termasuk ketua mafia terhebat di dunia" ucap Tony menatapku serius
"Aku harap kalian bisa menjaga ini, kalau tidak aku tidak segan - segan membunuh kalian" gumamku pelan, Angel melepaskan pelukannya dan sedikit mundur menjauhiku
"Mmm... Menakutkan" desah Angel
"Apa kakak tahu siapa kamu sebenarnya?" tanya Tony
"Ya, dia sudah tahu... Tapi dia tidak ingin melepaskanku..."gumamku pelan
"Jadi aku harap kalian bisa menjaga identitasku" ucapku serius
__ADS_1
"Tenang saja,kami tidak akan melakukannya"
"Baguslah..." desahku pelan
"Anggap saja semua tidak terjadi..." gumamku melangkahkan kakiku kembali
"Ya, kamu tetap aku anggap temanku kok" gumam Tony santai
"Ngomong - ngomong kalian katanya ketua mafia... Kalian ketua mafia apa?" gumamku penasaran
"Kami mafia hutan kematian..." gumam Tony serius
"Hu... Hutan kematian?" gumamku terkejut
"Iya, kamu tahu kan siapa hutan kematian..."
"Iya aku tahu... " desahku melanjutkan langkahku
Mafia Hutan Kematian ini merupakan salah satu mafia yang kuat di asia, saat perang asia pasifik anggotaku hampir dihabisi seluruhnya oleh mafia hutan kematian. Walaupun mereka tidak terlalu kuat dibandingkan dengan mafia milikku, tapi senjata yang merupakan jarum beracun itu yang membuat orang tidak sadar akan kehadiran mereka. Tidak aku sangka ternyata si kembar yang menjadi ketua mafianya, sebenarnya mereka bisa membantuku melawan Sony saat dia menjemputku nanti ... Tapi kalau mereka bersedia, kalau tidak? Mereka pasti akan membunuhku jadi aku harus berhati - hati atau kalau tidak aku harus segera mungkin menghindar apalagi mereka tahu aku siapa
"Apa yang kamu pikirkan Sani?" gumam Angel menatapku
"Ti.. Tidak ada kok" gumamku tersenyum
"Aku tidak menyangka banyak yang bilang ketua mafia penguasa dan kilat petir itu kejam tapi ternyata kamu sangat baik dan lembut" gumam Amel menatapku
"Aku baik dan lembut? Tidak juga" gumamku pelan
"Ya itu penilaianku sih, bahkan Tony dan kak Ryuki menyukaimu" gumam Angel beterus terang
"Men.. mencintaiku?" tanyaku terkejut
"Angeeeellll!!!" eriak Tony dengan wajah merahnya
"Uuuppsss... Keceplosan, hahahaha" tawa Angel berlari menuju mobil hitam di depan kami
"Mencintaiku ya? Hmm pantas saja Tony tidak memperbolehkanku keluar sendirian" desahku memasuki mobil hitam itu
Di dalam mobil Tony terus memarahi Angel tapi Angel hanya tertawa keras, mereka berdua sangat lucu. Selama aku tinggal bersama mereka aku bisa merasakan punya keluarga walaupun umurku dengan si kembar ini sama tapi aku selalu menganggap mereka adikku apalagi aku tidak punya adik dan bahkan keluarga saat ini
"Sani jangan dengarkan dia tahu!!!" protes Tony memalingkan wajahnya yang merah itu
"Emang kamu benar - benar mencintaiku ya?" gumamku tertawa melihat wajah malu Tony itu
"Eeemm..."
"Udah bilang aja kenapa?" sindir Angel tertawa
"Apa sih!!!" protes Tony kesal sambil terus bertengkar dengan Angel
"Kalau kamu mencintaiku juga tidak masalah.." desahku yang membuat Tony dan Angel terkejut
"Apa?" teriak Tony terkejut
"Kalau kamu mencintaiku juga tidak masalah, kakakmu juga sering berkata seperti itu kepadaku. Dia berlatih bukan karena ingin setara denganku tapi karena sesuatu hal" gumamku pelan
"Sesuatu hal? Apa itu?" tanya Tony dan Angel terkejut
"Ya sesuatu hal lah pokoknya. Dan mungkin aku tidak akan bersama kalian terlalu lama" gumamku menatap keluar jendela mobil yang sedang bergerak itu
"Apa yang kamu maksudkan Sani? Kami tidak mengerti..."
"Hmmm... Lebih baik kalian tidak perlu tahu..." desahku pelan
"Kami harus tahu Sani!!! Kami tidak mengijinkanmu pergi, kamu kelarga kami" protes Tony serius
"Hmmm intinya saat ini ada yang mengikatku dan aku tidak bisa menghindari itu, kecuali kalau aku bisa membunuh orang yang mengikatku" gumamku pelan
"Mengikat? Maksudmu tunangan?" tanya Angel terkejut
"Ya benar, aku dulu tunangan orang itu... Karena sesuatu hal aku membencinya dan kau ingin dia melepaskan ikatan itu, tapi dia tidak mau melakukannya" gumamku pelan
"Itulah kenapa alasannya Ryuki berlatih saat ini"
"Siapa tunanganmu itu?" tanya Tony terlihat kesal
"Kamu akan tahu suatu saat nanti Tony... Kalau aku tidak bisa mengalahkan dia, mungkin aku akan pergi dari kalian dan mafiaku bergabung dengan mafianya.. kalian tahu kan akibatnya apa..." gummaku serius menatap Tony dan Angel
"Kalau maksudnya kamu menggabungkan dengan mafia kecil tidak masalah.." gumam Angel santai
"Bukan mafia kecil..." gumamku serius
"Jangan - jangan?" teriak Tony terkejut
"Jangan - jangan apa?" tanya Angel bingung
"Sudah lah kalian tidak perlu memikirkannya, kita sudah sampai ya?" gumamku mengalihkan pembicaraandan segera turun dari mobil saat kami sampai di sebuah hutan yang lebat
"Hutan? Sepertinya tidak asing" desahku menatap disekelilingku
"Waah udah sampai ya..." teriak Angel senang
"Ayo Sani kita ke pantainya" teriak Angel menarik tanganku
"Pantai? Di sekitar hutan ini?" gumamku terkejut
Angel terus menarikku dengan senang sedangkan aku tidak asing dengan tempat ini, sepertinya aku sudah pernah kesini saat bersama dengan Sony dulu. Tidak lama kami berjalan, kami sampai di sebuah pantai yang tersembunyi. Pantai yang sangat indah dengan batu karang yang mengiasinya dan air laut yang tenang, dan benar saja ini pantai dimana Sony melamarku
"Ini dia pantainya" teriak Angel senang
"I... Ini?" tanyaku terkejut
"Iya bagus kan?"
"Mmm iya bagus banget" gumamku tersenyum
"Baiklah, kita bersenang - senang dulu lah" teriak Angel berlari ke arah air laut dan bermain air dengan senang, sedangkan aku terduduk di pasir pantai dengan menikmati pemandangan yang masih sama saat terakhir aku dan Sony bermain ke pantai ini
"Kamu seperti tidak asing dnegan pantai ini?" gumam Tony duduk di sampingku
"Iya, aku sudah pernah kesini dengan tunanganku" gumamku pelan
"Benarkah? Maaf membuatmu mengingat dia"
"Tidak apa, aku juga sudah melupakan itu"
"Oh benarkah? Tapi memang aku akui sih ini pantai terbagus bagi kami"
"Oh ya? Bagaimana kalian bisa menemukannya?"
"Saat kami ada pelatihan di alam bebas dulu sih"
__ADS_1
"Oh begituya" desahk mengerti
Aku menikmati pantai yang sangat indah itu, walaupun pantai ini mengingatkan aku dengan Sony saat dia melamarku tapi dengan adanya Tony dan Amel yang menemaniku aku menjadi senang