
Aku sangat amat menikmati liburan kali ini, tanpa Ryuki terasa tidak punya beban apapun. Kalau dengan Ryuki pasti yang di bahas selalu pekerjaan dan tidak mungkin dia akan mengajakku untuk berlibur seperti ini semenjak aku hidup bersama dengan dia
Doooorrr...
Tiba - tiba terdengar suara tembakan dari arah kami, aku melihat sekelilingku tidak ada siapapun hanya Ange yang berlari kearah kami
"Suara apa itu?" tanya Angel terkejut
"Tidak tahu" gumam Tony terkejut, di balik semak - semak aku melihat seorang laki - laki yang bersembunyi de balik pohon dengan senjata yang tidak asing bagiku, pedang panjang milik Sony. Tapi suara tembakan itu? Dari mana asalnya?" gumamku melihat ke susu hutan di depanku terdapat asap yang mengepul tinggi "Bukan itu bukan dari arah mobil, lalu itu asap apa?" gumamku dalam hati kebingungan
Di depan kami juga aku terkejut melihat banyak anggota dari mafia Pantai Selatan dan Harimau putih yang mengepung kami
"Tony... Angel, mundurlah kalian" gumamku melangkah maju dan mengambil senjataku yang akau sembunyikan di pakaianku
"Sani jangan kesana!!" teriak Tony terkejut
"Tenang saja.." gumamku berjalan sedikit lebih jauh dari Tony dan Angel. Aku mulai menyerang mereka dengan kekuatanku, "Hmmm lumayan lah aku bisa berlatih dengan adanya mereka" gumamku santai, aku harus segera mengalahkan semut - semut kecil ini sebelum Sony pergi lagi
"Waaahhh... Hebat" teriak Angel terkejut
"Ya... Aku tidak menyangka, kecepatan dan kekuatan Sani seperti ini" gumam Tony terkejut
"Huuhh... " desahku mengusap keringatku di dahiku. Aku melihat Sony yang masih berdiri di balik pepohonan di depanku, kalau aku tidak teliti melihat disekelilingku mungkin aku tidak akan tahu kalau Sony ada disini juga
"Kita bertemu lagi... Tunanganku" gumamku dingin dan Sony keluar dari balik pohon
"Ya kita bertemu lagi wanitaku.." gumam Sony bejalan kearahku
Dia memakai jaket hoddie yang warnanya sama denganku dan kepalanya tertutup rapat membuatku tidak terlihat wajahnya
"Tunangan? Jadi dia tunangannya Sani?" gumam Angel terkejut
"Akhirnya kamu menampakkan dirimu kepadaku ya.." gumamku dingin
"Aku sudah capek kucing - kucingan denganmu.."
"Oh ya, bahkan kamu tidak mau menunjukkan wajahmu saat bertemu denganku... Apa karena kamu terlihat tua sehingga kamu menutupinya seperti itu" sindirku dingin
"Haaah... Kamu sendiri juga menutupi wajahmu"
"Lalu kenapa?" gumamku dingin
"Jadi aku menutup wajahku juga tidak masalah" gumam Sony dingin
"Oh bilang saja kamu malu karena kamu terlihat tua kan" sindirku dingin
"Tua ya? Menurutmu aku sekarang terlihat tua? Begitukah?" protes Sony dingin dan membuka penutup kepalanya itu
Wajah yang sangat tampan dan bahkan lebih tampan dari pada dia di masa lalu, dia sekarang menjadi putih dan juga terlihat sekali perutnya yang kotak - kotak seperti roti sobek di balik jaket hoddie yang di pakainya, sepertinya dia berlatih sangat keras saat menghilang tanpa kabar di masa lalu
"Menurutku kamu sangat tua... Sony" gumamku membuka penutup kepalaku dan menatap Sony dengan dingin
"Sony? Jadi tunangan Sani itu... Ketua mafia pantai selatan?" teriak Tony terkejut
"Oh kamu juga membawa dua ketua mafia yang licik itu ya?" gumam Sony menatap Tony dan Angel di belakangku
"Mereka tidak ada hubungannya dengan urusan kita Sony" gumamku dingin
"Tidak masalah, urusanku adalah kamu wanitaku... Ngomong - ngomong kamu semakin cantik saja" gumam Sony tersenyum dingin
"Oh benarkah? Tapi aku tidak tertarik denganmu Sony"
"Benarkah? Padahal aku tunanganmu tapi kamu terlihat sangat membenciku"
"Menurutmu?" gumamku dingin
"Hanya kesalahanku dimasa lalu, kamu sangat membenciku seperti itu?" gumam Sony dingin
"Ya, dan itu sangat menyakitkan hatiku..."
"Padahal aku sangat merindukanmu"
"Oh benarkah, tapi aku tidak akan pernah merindukanmu" gumamku kesal dan menyerang Sony
"Kamu sangat bersemangat sekali tunanganku"
"Ya aku sangat ingin membunuhmu..."
"Aaah kamu sangat kejam wanitaku, dan itulah aku semakin sayang kepadamu"
__ADS_1
"Sayang ya... Heeeh makan itu sayangmu" gerutuku kesal dan terus menyerang Sony
"Dua ketua terkejam bertarung disini, gila ini pertama kalinya aku melihat pertarungan mereka" teriak Angel terkejut, tanpa memperdulikan Tony dan Angel aku terus melawan Sony dengan seluruh kekuatanku
"Ternyata kamu semakin kuat ya wanitaku"
"Oh benarkah? Tapi kamu sama saja seperti dulu" ejekku dingin, "Sumpah ini sih kekuatannya jauh lebih kuat dari yang dulu.. Bagaimana aku bisa menang?"
"Kata - katamu tetap saja menyakiti hatiku wanitaku, tapi aku tidak mempermasalahkannya" gumam Sony tersenyum manis kepadaku
"Kamu tetap saja ya sok manis di depanku" gerutuku dingin
"Yalah kamu tunanganku, bagaimana aku tidak tersenyum saat bersamamu"
"Huummppp... " desahku kesal
Tiba - tiba aku mendengar seseorang yang sedang bertarung di belakangku, aku menghentikan langkahku dan melihat kearah belakangku. Ternyata Tony dan Angel sedang bertarung dengan Samuel di belakangku
"Hei.. Kan aku sudah bilang, mereka tidak ada urusannya dengan urusan kita" protesku kesal
"Aku tahu, tapi emang kamu tidak melihat siapa yang Samuel lawan?" gumam Sony santai, aku menatap ke belakangku dan melihat Ryuki yang sedang bertarung melawan Samuel
"Ryuki?" gumamku terkejut,"Sejak kapan dia ada disini?"
"Kalau kamu bertemu dengan lawan, jangan sampai lengah wanitaku" ucap Sony menyerangku dan secepat kilat aku menahan pedangnya
Taaannggg
Suara pedang dan samuraiku yang menahan pedang milik Sony, tidak aku duga kekuatannya sangat buat seperti ini
"Menurutmu aku tidak waspada apa?" gumamku dingin dan melompat mundur
"Hahaha, aku tahu itu kalau kamu sangat waspada wanitaku" gumam Sony tersenyum
Di belakang Sony aku melihat banyak asap yang mengepul seperti markas musuh yang dibakar habis oleh seseorang, sebenarnya apa yang terjadi?
"Apa yang kamu lihat tunanganku?" gumam Sony menatapku
"Kenapa banyak asap di belakangmu?" tanyaku bingung
"Kamu tidak tahu?" tanya Sonyy terkejut
"Biasalah perperangan seperti asia pasifik kemarin" gumam Sony santai
"Jangan - jangan perang mafia Jepang, si mafia matahari terbit"
"Ya benar"
"Oh sekarang kah?" tanyaku terkejut
"Ya bisa dikatakan seperti itu"
"Jadi kamu ikut - ikut membantu mereka? Rendah sekali kamu!" sindirku dingin
"Aku? Ikut? Haaah bukan seleraku, yang ikut si Samuel itu.."
"Lalu kamu mau ngapain disini?" gumamku dingin
"Ya aku ingin bertemu dengan wanitaku lah, apa lagi"
"Iiih wanitamu ya? Aku tidak sudi menjadi wanitamu" gerutuku menyerang Sony kembali
"Haish kamu ini suka banget ingin membunuhku Sani" gumam Sony dingin
"Ya aku ingin kamu mati di tanganku"
"Hahaha, kamu ini selalu saja mengucapkan kata itu, bahkan sampai sekarang sama saja"
"Menurutmu aku tidak serius ingin membunuhmu apa!!! Kamu sudah membunuh keluarga besarku tahu dan aku tidak akan memaafkanmu!!" protesku kesal
"Aku tidak membunuh keluargamu" gumam Sony serius
"Apa?" tanya terkejut
"Tapi kata Samuel!!!" protesku melompat mundur
"Aku hanya berbohong kepadamu Sani" gumam Samuel yang terus menyerang Ryuki
"Berani - beraninya kamu membohongiku!!" teriakku melemparkan samuraiku ke arah Samuel tapi Samuel menangkis samuraiku
__ADS_1
"Hei kamu mau membunuhku ya!!" protes Samuel kesal
"Salah sendiri kamu membohongiku!!" protesku kesal dan menarik kembali samuraiku
"Aku yang menyuruhnya untuk membohongimu"
"Kenapa kamu menyuruhnya!!"
"Aku? Aku hanya ingin menjagamu, aku tahu kamu akan langsung mencari musuh yang membunuh keluargamu kan, dan itulah yang sangat aku jaga... Dan aku melakukan itu agar kita bisa bertemu Sani"
"Hmmpp...Lalu siapa yang membunuh keluargaku!!!" protesku kesal, aku sangat marah saat aku dibohongi seperti ini
"Hyung mafia alam hitam yang melakukannya" gumam Sony seris
"Apa? Si Laki - laki menyebalkan itu!!!" teriakku kesal
"Ya benar, dia juga membunuh keluarga besarku Sani... Itulah alasannya aku kembali" gumam Sony dingin
"Kenapa dia melakukan itu?" gerutuku kesal
"Aku juga tidak tahu, tapi untungnya ayah dan ibuku masih terselamatkan"
"Oh begitu ya..." desahku pelan "Dasar si Hyung sialan, aku bunuh kamu nanti!!!" gerutuku kesal
"Lalu maksudmu kamu menjemputku apa?" gumamku dingin
"Ya menikah denganmu lah" jawab Sony santai
"Aku tidak bermain - main denganmu Sony!!" gerutuku kesal
"Aku serius, selain itu aku ingin membantumu melawan mafia alam hitam itu... Sebentar lagi akan ada perang dunia, dan mafia matahari terbit ini adalah awal dari perang dunia Sani"
"Perang dunia? Jangan - jangan yang penah diramalkan tetua organisasi" gumamku terkejut
"Ya benar, dan sebenarnya tetua organisasi memanggilmu tapi kamu tidak pernah datang"
"Aku tidak pernah mendapatkan undangan apapun!!!" protesku
"Ya pastilah kamu bersama dengan mereka bertiga bagaimana kamu dapat undangan tetua, apalagi kan hanya kita berdua yang bisa bertemu dengan organisasi mafia pusat" desah Sony memasukkan pedangnya dan melemparkan sesuatu kepadaku
"Tuh baca" gumam Sony dan aku membaca isi dari kertas itu
Di harapkan Sony Kim dan Sani Shin untuk segera ke markas pusat - Tetua organisasi
"Sudah percaya?" gumam Sony serius
"Ya aku percaya, lalu kapan kamu akan kesana?"
"Sekarang, tetua sudah menunggu kita" gumam Sony serius
"Oh baiklah, tapi dendamku kepadamu masih terus ada Sony" gerutuku kesal sambil memasukkan senjataku
"Haish kamu selalu seperti itu wanitaku.." gumam Sony manja
"iiih menjijikkan tahu, gak usah sok manja kepadaku" protesku kesal
"Kamu selalu dingin seperti itu wanitaku.." desah Sony menatapku
"Samuel... Ayo kita pergi" teriak Sony dan Samuel menghentikan pertarungannya dengan Ryuki
"Yaah aku belum selesai bersenang - senang tahu" gerutu Samuel kesal dan berlari menuju ke arah kami
"Sani kamu mau kemana?" teriak Ryuki melihatku yang sedang berjalan bersama Sony
"Aku akan pergi sebentar ada urusan" gumamku pelan
"Jangan bilang kamu akan pergi selamanya" gumam Ryuki sedih
"Tenang saja, tidak sekarang kok... Kalau aku sudah selesai dengan urusanku aku akan menunggumu di pantai ini lagi" gumamku tersenyum dan melangkahkan kakiku kembali
"Sani..." desah Ryuki menatapku
"Tidak aku sangka ya banyak yang menyukaimu" gumam Sony dingin
"Menurutmu tidak ada yang suka denganku apa?" gerutuku kesal
"Ya pantas saja sih, kamu sangat cantik Sani... Siapa yang tidak akan terpanah melihatmu, tapi kamu tetap milikku dan akan tetap menjadi milikku"
"Udah lah gak perlu bermimpi terlalu tinggi seperti itu" gerutuku kesal
__ADS_1
Aku, Sony dan Samuel pergi meninggalkan pantai itu menuju ke markas pusat. Aku penasraan kenapa tetua memanggil kami padahal selama bertahun - tahun tetua tidak pernah memanggil kami. Apa perang dunia kali ini melebihi perang asia pasifik dimasa lalu?