Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 32 : Menerima Sann Liu


__ADS_3

Aku terus menundukkan kepalaku dan menahan nyeri di leherku, kenapa Sann Liu itu sangat suka memaksaku seperti si kembar keluarga Kim yang menyebalkan itu!! Aku hanya ingin hidup tenangku seperti dulu


Tiiinngggg


Suara handphoneku berbunyi keras, aku membaca pesan dari Wan yang bilang sebagian anggotaku terluka parah dan ada yang meninggal dan juga ketiga bawahanku juga terluka walaupun tidak parah. Mereka terluka karena di lukai mata - mata dan juga seluruh mafia yang membenciku. Aku segera membalas pesan itu dan menyuruh mereka kembali kemarkas yang baru saat ini


Membaca pesan dari Wan itu membuatku sangat sedih, aku merasa sekarang aku tidak seperti diriku yang dulu. Aku sekarang menjadi lebih payah bahkan aku tidak bisa melindungi anggotaku sendiri


Aku menatap wajahku yang sudah di penuhi air mata dan leher yang sedikit berdarah di cermin depanku, tinggal bersama orang lain dan di paksa melakukan sesuatu untukku secara paksa sangat menyakitkanku, apalagi sekarang banyak yang ingin membunuhku dan melukai anggota mafiaku


Aku menundukkan wajahku dan menangis dengan keras, aku ingin hidupku seperti dulu tenang dan damai


"Sayang kamu kenapa menangis?" tanya Sann Liu berjongkok di depanku


"Pergilah!!" teriakku kesal


"Tidak, aku tidak mau meninggalkanmu"


"Pergilah!!! Tinggalkan aku sendiri"


"Tidak akan, kamu istriku. Aku tidak mau istriku menangis kencang seperti ini" gumam Sann Liu sedih


"Kalau begitu bunuh aku saja, bunuh aku!!!" teriakku keras


"Aku tidak akan melakukan itu, aku ingin melindungimu dan menjagamu sayangku" desah Sann Liu pelan dan memelukku erat


"Apa aku terlalu memaksakanmu sayang? Maafkam aku yang memaksa kamu" desah Sann Liu membelai rambutku dengan pelan


"Aku lakukan ini karena kamu istriku, aku harus menjagamu dan melindungimu. Aku tidak mau kamu terluka di depanku, aku ingin kamu bahagia" gumam Sann Liu sambil terus memelukku erat


"Buat apa kamu melindungiku dan menjagaku?, bunuh saja aku"


"Tidak, aku tidak akan membunuhmu sayang" gumam Sann Liu pelan dan menarikku ke pelukannya


"Ada apa sayang? Apa ada hal yang membuatmu sangat putus asa seperti ini?" gumam Sann Liu serius


"Tidak ada, kamu pergilah..." gumamku sesenggukan


"Aku ambilkan air dulu ya" gumam Sann Liu melepaskan pelukannya dan keluar dari ruangan itu


Aku mengambil pedangku dengan tangan sedikit gemetar. Aku meletakkan pedangku di leherku dan mendekatkannya di leherku. Aku menutup mataku dan berusaha menggores leherku dengan pedangku tapi aku terkejut ada seseorang yang menarik pedangku dan terdengar juga gelas yang terjatuh di lantai


Prrryyaaaannggg


"Sani apa yang kamu lakukan!!!" teriak Sann Liu terkejut dan aku hanya menundukkan kepalaku


"Kamu kenapa? Ceritalah kepadaku..." gumam Sann Liu khawatir sambil terus menatapku


"Aku ... Aku tidak pantas, bunuhlah aku"


"Apa yang kamu maksudkan?" gumam Sann Liu terkejut tapi aku hanya terdiam sedih. Sann Liu mengambil handphoneku di lantai dan membaca pesan di handphoneku


"Hmmm..." desah Sann Liu memelukku erat


"Apa karena pesan bawahanmu?" tanya Sann Liu pelan dan aku hanya mengangguk pelan


"Apa karena perlakuanku kepadamu tadi?" tanya Sann Liu pelan dan aku hanya mengangguk pelan


"Hmmm maafkan aku sayang, maaf aku terlalu keras kepadamu. Aku hanya ingin melindungimu, tujuanku hanya itu" desah Sann Liu pelan


"Apa kamu mau memaafkanku sayang?" gumam Sann Liu menatapku dan aku hanya menunduk diam


"Apa kamu tidak mau memaafkanku?"


"Bunuh aku.." gumamku pelan


"Kalau kamu tetap bilang seperti itu baiklah aku akan menuruti kemauanmu" gumam Sann Liu membantuku berdiri, dia mengambil pedang miliknya dan menggenggamkannya di tanganku


"Kalau begitu... Mari kita mati bersama sayang" gumam Sann Liu menatapku serius


"Ta... Tapi..."


"Kamu ingin mati kan? Kalau itu kemauanmu, mari kita mati bersama" gumam Sann Liu


"Aku tidak mau hanya kamu yang mati tapi kita berdua harus mati bersama, kamu istriku dan aku suamimu apapun yang terjadi kita berdua harus melakukan bersama" gumam Sann Liu serius


Aku melihat Sann Liu yang menatapku dengan serius, dari matanya terlihat seperti mata yang polos tapi dingin. Tatapan wajah polos yang membuat tanganku bergetar hebat. Aku menjatuhkan pedang milik Sann Liu dan terduduk kembali di lantai


"A.. Aku tidak bisa, aku tidak bisa melakukannya" gumamku menundukkan wajahku


"Aku tidak bisa melukaimu" gumamku kembali menangis


"Hmmm, kalau begitu teruslah hidup untuk suamimu ini ya? Bolehkan?" gumam Sann Liu kembali memelukku erat dan aku mengangguk pelan


"Hmmm baguslah, aku akan terus bersamamu sayang, akan terus di sampingmu, aku tidak akan membiarkanmu dan anggotamu terluka. Aku akan mengirimkan beberapa anggotaku untuk menjaga markas barumu dan menjaga seluruh anggotamu" gumam Sann Liu memelukku erat


"Terimakasih" gumamku pelan

__ADS_1


"Tidak masalah sayang, kalau butuh bantuan atau ada masalah bilang ke aku ya, aku akan membantumu. Apa kamu mengerti?" gumam Sann Liu menghapus air mataku


"Hmmm, baiklah mari kembali ke kamar sayang" gumam Sann Liu memasukkan kembali pedangnya dan pedangku lalu membopongku keluar dari ruang bawah tanah itu kembali ke dalam kamar


Di dalam kamar aku hanya duduk terdiam di jendela sambil melihat beberapa rusa yang sedang mencari makan di pinggir hutan


"Sayang..." gumam Sann Liu terduduk di sampingku


"Apa kamu masih bersedih?"


"Ya..."


"Apa lagi yang kamu sedihkan?"


"Banyak..."


"Hmmm... Apa kehadiranku membuatmu tambah sedih?" tanya Sann Liu menatapku dan aku hanya terdiam


"Kalau kehadiranku membuatmu sedih, aku akan..." gumam Sann Liu beranjak berdiri tapi tanganku segera menggenggam erat tangannya


"Jangan pergi" gumamku pelan


"Hmmm..." desah Sann Liu terduduk kembali di sampingku


"Aku tidak akan pergi selama kamu yang meminta sayang" desah Sann Liu menarikku ke pelukannya


"Terimakasih, maaf merepotkanmu" desahku pelan


"Tidak sayang, kamu tidak merepotkanku sama sekali. Kamu istriku jadi aku harus membantumu"


"Hmmm..." desahku pelan


Rasa menghargai aku dan melindungiku seperti dia benar - benar menganggapku sebagai istrinya, dan perhatiannya itu membuat hatiku sedikit menyukainya padahal sebelumnya aku tidak bisa mencintai siapapun setelah disakiti Sony dimasa lalu, menyukai Ryuki juga hanya sesaat saja. Tapi rasa sukaku kepada Sann Liu ini dan Ryuki sangat berbeda bahkan saat ini rasa sukaku kepada Sann Liu membuatku jatuh cinta kepadanya


"Oh ya aku dengar kamu bertunangan dengan Sony ketua mafia pantai selatan ya? tanya Sann Liu menatapku


"Ya..."


"Sampai sekarang?"


"Tidak, aku sudah memutuskan hubunganku dengan dia" gumamku pelan


"Oh benarkah? Apa karena Sasha itu?"


"Ya, kenapa kamu tahu?"


"Aku ketua mafia senior pusat apa yang tidak aku ketahui"


"Ya, tetua banyak bercerita tentang kehidupanmu. Tetua tahu kalau kamu sebenarnya di jodohkan denganku tapi untuk menghormati keputusan kalian berdua akhirnya tetua memintaku agar aku mengalah, jadi aku bilang kepada tetua kalau suatu saat nanti aku akan menjemputmu dan menikahimu jadi aku membiarkan kamu memuaskan masa mudamu" gumam Sann Liu membelai rambutku dengan lembut


"Tapi tidak aku sangka kamu merupakan ketua mafia penguasa, tetua sama sekali tidak menceritakan apapun tentang mafiamu dan itu membuatku sangat terkejut"


"Kan kamu memberikanku lencana masa kamu tidak tahu?"


"Ya aku memberikanmu lencana tapi aku tidak terpikir kalau kamu adalah salah satu dari kembaran Sain, apalagi yang kami tahu di keluarga Shin ada bayi kembar tiga sependengaranku, udah itu saja. Malah aku kira nama Sani Shin itu nama laki - laki"


"Kembar tiga?"


"Ya katanya sih seperti itu cuma aku tidak tahu siapa nama kembaranmu satunya..." desah Sann Liu pelab


"Tapi tidak aku sangka nama Sani Shin itu nama perempuan loh, aku masih berfikir nama itu nama laki - laki" gumam Sann Liu pelan


"Mana ada namaku nama laki - laki?"


"Ada, temanku sekolah bernama Sani juga dan dia laki - laki. Di keluarga Shin aku hanya tau ada bayi kembar perempuan dan yang kami tahu namanya hanya Sain yang satunya kami tidak tahu, makanya selama ini aku dan adikku hanya mencari nama Sain Shin. Dan Sain saat ditanya keberadaanmu dia tidak tahu karena rumah lamanya sudah tidak di gunakan lagi dan tidak tahu kemana keluarga besarnya pergi"


"Ya kami pindah ke kota saat ayah bekerja di suatu perusahaan. Setelah pembantaian keluargaku aku tidak tahu lagi bagaimana nasib peninggalan keluargaku dan aku hanya berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya"


"Kenapa kamu tidak tinggal di markasmu?"


"Tidak, aku tidak mau kehadiranku membuat beban anggotaku. Jadi aku berkelana"


"Hmmm kalau begitu kamu bersama kami keluarga Liu saja, kalian berdua juga termasuk dari keluarga Liu"


"Terimakasih... Tapi..." desahku pelan


"Tapi kenapa sayang?"


"Tapi aku tidak bisa tinggal di keluarga Liu"


"Kenapa?" tanya Sann Liu terkejut


"Aku terbiasa melaksanakan tugas kalau aku tinggal di keluarga Liu aku takut seluruh keluargamu mengecap jelek marga Shin" gumamku pelan


"Tenang saja sayang, aku juga sama. Kamu tidak harus tinggal di kediaman keluarga Liu, kamu istriku jadi kamu tinggal bersamaku


Apa kamu mengerti?" gumam Sann Liu menatapku dan aku mengangguk mengerti

__ADS_1


"Sani... Apa kamu mencintaiku?" tanya Sann Liu menatapku


"Iya... Tapi maaf aku masih belajar mencintaimu" gumamku pelan


"Tidak apa, perjodohan itu selalu seperti itu. aku akan terus memberikanmu kesempatan agar kamu bisa mencintaiku seutuhnya" gumam Sann Liu


"Tapi aku saat ini benar - benar jatuh hati kepadamu" gumamku pelan dan wajahku memerah


"Oh benarkah? Aku senang mendengarnya dan aku senang melihat wajahmu yang memerah karena malu itu" gumam Sann Liu menciumku dengan lembut


"Mana ada wajahmu memerah!!" protesku menundukkan wajahku


"Jangan menundukkan wajahmu seperti itu tahu" gumam Sann Liu memasukkan tangannya di saku dan mengambil sesuatu di saku jasnya


"Sayang, menikahlah denganku" gumam Sann Liu menunjukkan sekotak cincin di tangannya


"Me... Menikah denganmu?" tanyaku terkejut


"Ya benar, aku ingin menikah denganmu dan mempunyai anak denganmu" gumam Sann Liu serius


"Bagaimana? Apa kamu bersedia?'"


"Se... Secepat ini?"


"Ya, aku tidak mau istriku diambi orang lagi. Aku sudah capek menunggumu menjadi milikku"


"Bagaimana apa kamu bersedia?" tanya Sann Liu menatapku serius


"A... Aku bersedia" gumamku tersenyum


"Benarkah? Yeaay akhinya" teriak Sann Liu senang dan memakaikan cincin perak berlian itu ke jari manisku


"Apa kamu suka cincin dariku?"


"Ya, aku suka" gumamku menatap cincin di tanganku


"Benarkah? Aku yang membuatnya sendiri khusus untuk istriku loh"


"Kamu? Membuat sendiri?" tanyaku terkejut


"Iya benar, aku membuatnya sendiri dari bahan - bahan yang aku tambang sendiri"


"Oh benarkah? Ini cincin yang sangat berharga" gumamku pelan


"Ya... Memang, sangat berharga seperti kehadiranmu juga sangat berharga untukku" gumam Sann Liu membantuku memakaikan cincin di jari tangan Sann Liu


"Apapun yang terjadi kamu tetap milikku sayang, aku akan selalu berada di sisimu. Siapapun yang berani menyentuh atau melukai istriku aku tidak segan - segan lagi" gumam Sann Liu menatapku serius


"Terimakasih Sann.. Tapi aku bisa melindungi diriku sendiri" desahku pelan


"Ya aku tahu kamu hebat sayang, tapi aku suamimu... Melindungimu adalah kewajibanku sebagai suamimu, walaupun kamu menolak aku tetap melindungimu sayang"


"Hmmm terserah kamu saja" gumamku pelan


"Apa kamu masih bersedih?"


"Tidak..."


"Hmmm baguslah, hari ini awal perang dunia. Survival mafia senior barat di batalkan... Jadi hari ini kita lihat situasi di lapangan"


"Benarkah? Kapan di batalkannya?"


"Saat aku menemukanmu dengan Sain. Kalau aku kemarin telat menemukanmu pasti kamu sudah ikut bertarung"


"Benarkah? Yaah tahu gitu aku ikut bertarung"gumamku pelan


"Dasar kamu ya suka banget bertarung"


"Iya lah, ijinkan aku bertarung Sann aku mohon!!"


"Hmmm baiklah, nanti malam kita berangkat. Sain dan Hassan juga ikut kok" gumam Sann Liu mengelus rambutku lembut


"Oh benarkah? Apa permulaan ini akan berlanjut?"


"Ya benar, perang ini akan terus berlanjut sampai perang dunia mafia berakhir"


"Kalau begitu aku tidak akan membantu di awal"


"Kenapa?"


"Semua orang mencariku dan perang ini menargetkan aku dengan Sony tapi saat ini Sony berada di pihak mafia tertinggi jadi target kali ini hanya aku, mungkin aku hanya membantu secara diam - diam"


"Oh baiklah, kamu bisa berkamuflase jadi tidak ada yang mengetahui kehadiranmu"


"Ya itulah yang aku maksudkan"


"Oh, aku setuju dengan itu. Kalau begitu persiapkan semua senjatamu sayang" gumam Sann Liu berjalan keluar dari kamar

__ADS_1


"Ya aku tahu" desahku pelan


"Sudah waktunya ya?" desahku menatap langit yang sedikit mendung di atas markas ini


__ADS_2