Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 26 : Siksaan San


__ADS_3

"Baiklah aku akan meneruskan rapat ini... Peserta survival ini diperkirakan ada lebih dari seribu peserta jadi kalian yang mengawasi peserta harus ekstra ya" gumam Hasan menatap kami dingin


"Jadi, kalian bertiga tidak akan ikut mengawasinya?" tanya Rai terkejut


"Tenang saja kami ikut mengawasinya tapi tidak sesering kalian" gumam San dingin. "Eeeh dia bisa bicara ternyata" gumamku dalam hati


"Oh kalau itu tidak masalah, aku kira kalau kami yang tidak ikut penyerangan itu yang mengawasi beribu - ribu orang" desah Rai pelan


"Apa kalian sudah mengerti? Kalau sudah kalian bisa mempersiapkan hal itu" gumam San dingin


"Kami mengerti ketua" gumam seluruh orang dengan semangat


"Baguslah, aku ingin berbicara empat mata dengan San. Kalian bisa meninggalkan ruangan ini" gumam San dan seluruh orang termasuk Hasan meninggalkan ruangan rapat itu


Di ruang rapat hanya tersisa aku dengan San, dia menatapku dengan dingin dan aku juga menatapnya dingin


"Kita bertemu lagi Sani" gumam San tersenyum dingin kearahku


"Ya, aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi. Apa ini idemu?" gumamku dingin


"Ideku? Tidak, ini ide mereka. Dan memang kamu layak menjadi mafia senior"


"Oh... Layak ya? Aku tidak berfikir kalau aku layak" gumamku dingin


"Kamu selalu merendah Sani, hanya kamu yang bisa menangkap jarum milikku"


"Oh ya? Mudah saja menangkap jarummu yang lebih besar dari milikku" gumamku dingin


"Ya... Kamu benar, jarumku memang aku buat lebih besar darimu" gumam San berjalan ke arahku


"Kamu memberiku lencana SSS bukan karena mereka yang merencanakannya saja kan?" gumamku menatap San dingin


"Ya tebakanmu benar cantik" gumam San mengangkat daguku


Aku melihat wajah San yang sangat tampan, lebih tampan dari dekat. Kulitnya sangat putih berdih tanpa jerawat sama sekali di wajahnya


"Aku dengar kamu membatalkan pertunanganmu dengan Sony" bisik San di telingaku


"Kamu tahu dari mana?" gumamku terkejut


"Menurutmu apa yang tidak aku ketahui darimu..."


"Apa yang kamu inginkan dariku sebenarnya?" gumamku dingin


"Seperti ucapanku dulu kepadamu" gumam San dingin


"Heeh? kamu sampai sekarang mencintaiku ya? Aku kira kamu sudah melupakanku" gumamku dingin


"Melupakanmu? Sama sekali tidak wanitaku" gumam San menciumku dengan lembut


"Selamanya kamu tetap milikku sampai kapanpun" gumam San dingin


"Heeh wanitamu? Sejak kapan aku menjadi wanitamu" gerutuku kesal


"Oh benarkah?..." gumam San menjentikkan tangannya, tiba - tiba terasa sangat nyeri di dadaku


"A... Apa yang kamu lakukan?" rintihku menahan sakit


"Apa kamu tidak ingat apa yang ada di dalam tubuhmu Sani?" gumam San dingin


"Apa maksudmu?" protesku bingung


"Di dalam tubuhmu ada sebuah chip yang bisa aku kendalikan, dan rasa sakit yang kamu rasakan selama ini hanya aku yang bisa mengendalikannya" gumam San dingin


"Jadi yang dokter katakan aku punya penyakit dalam itu karena chip yang keluargamu pasang di tubuhku?" teriakku terkejut


"Oh kamu baru tahu ya ternyata? Padahal ayahmu, ibumu, tetua, dan seluruh keluarga besarmu tahu akan hal itu" gumam San mengangkat daguku kembali


"Ke...Kenapa kalian melakukannya kepadaku?"


"Kamu memang dilahirkan sebagai tahanan keluarga Kim"


"Tahanan keluarga Kim? apa maksudmu!!!" protesku kesal

__ADS_1


"Kamu memang di lahirkan menjadi istriku kau tahu!! Ayahmu menjodohkanmu dengan si Taka itu agar sepupuku Sony tidak menikahimu, tapi malah kamu menyakitiku dan bertunangan dengan sony yang membuatku sangat kesal!" gerutu San kesal dan dadaku terasa sangat sakit


"Aaaaaaa... Ma.. Maaf A... Aku tidak tahu" rintihku kesakitan


"Kamu tahu kan rasanya sakit hati Sani? Seharusnya kamu tinggal menurut dan menjadi istriku yang saja enak tapi kamu malah bermain denganku" guman San dingin


"Uukkhhh to... Tolong hentikan San, sakit banget" rintihku menahan sakit dan meneteskan air mataku


"Tahu kan rasanya. Rasa sakit itu!!"


"Ya... Aku mengerti tolong hentikan!!" teriakku kencang


"Kamu harus berjanji untuk menjadi istriku yang penurut dan tidak mencintai laki - laki lain... Paham!!" gumam San dingin


"Baik - baik aku akan melakukannya"


"Katakan lebih keras!!" teriak San kesal


"Aku berjanji akan menjadi istrimu yang penurut dan tidak mencintai laki - laki lain!!" teriakku kencang


"Hmmm baguslah" desah San menjentikan kembali jari tangannya dan nyeri yang ada di dadaku hilang


"Tepati janjimu istriku" gumam San mencium keningku yang penuh dengan peluh karena menahan sakit di dadaku


"Mulai saat ini kamu akan tinggal denganku dan juga harus menurut denganku, kalau tidak kamu akan menderita selamanya Sani" gumam San dingin dan meninggalkanku sendirian di ruangan itu


Aku tidak menyangka keluarga Kim lah yang membuatku menderita selama hidupku, setiap aku mengucapkan cinta kepada laki - laki lain dadaku terasa nyeri dan aku selalu batuk berdarah. Aku sekarang jadi tahu kenapa aku bisa merasakan sakit yang luar biasa ini, jadi karena ada chip di tubuhku ya? Kalau Hasan mengetahui obat penyembuh selama ini, berarti obat itu hanya obat untuk menonaktifkan chip yang ada di dalam tubuhku saja.


Aku menangis sejadi - jadinya saat mengetahui apa yang terjadi di hiduplu saat ini. Banyak yang ingin membunuhku dan sekarang hidupku sangat tergantung kepada San, kalau aku membuatnya terluka dia akan menyiksaku seperti ini lagi


"Sani..." desah Hasan masuk ke ruangan rapat dan di ikuti oleh anggota mafia senior lainnya


"Kamu tidak apa - apa adikku?" gumam Hasan memelukku erat


"Sebenarnya kakak tahu ya?" gumamku terus menangis


"Hmmm ya, aku tahu masalah itu" desah Hasan memelukku erat


"Kenapa kakak tidak membunuhku saja? Kenapa kakak membiarkan aku hidup menderita seperti ini?" teriakku kesal


"Apa maksud kakak?" gumamku terkejut


"Sebenarnya kami kembar. Dia San Kim aku Hasan Kim. Sifat kami berbeda, dia sangat tegas, dingin dan keras kepala sedangkan aku kebalikannya.Karena kami kembar jadi siapapun wanita yang menjadi istrinya, wanita itu akan menjadi istriku juga" gumam Hasan pelan


"Tunggu mana bisa seperti itu!!" protes Nanda terkejut


"Ya itu memang peraturan anak kembar dk keluarga Kim. Kita harus saling berbagi apapun itu, dan kebetulan type istri aku dan San sama jadi ya kalau orang biasa akan berebut tapi karena kami kembar kami tidak akan bermusuhan" gumam Hasan pelan


"Itulah alasannya kenapa saat kamu bersamaku kamu tidak merasakan sakit sama sekali, berbeda saat kamu bersama dengan Ryuki atau dengan Sony" gumam Hasan terus mengelus rambutku


"Ya tuhan, kehidupan Sani..." desah Nanda pelan


"Sangat menyakitkan..." gumam Ade pelan


"Bunuh aku kak... Bunuh aku..." teriakku kesal


"Tidak bisa..."


"Hasan kamu ingin menyiksa wanita ini apa!!" protes Abe kesal


"Tidak, aku tidak ingin menyiksa milikku" gumam Hasan memelukku erat


"Kakak ingin menyiksaku selama hidupku ya!" desahku pelan


"Tidak sayang, sebenarnya ada cara agar kamu terbebas dari siksaan kami keluarga Kim" gumam Hasan pelan


"Apa itu?" teriakku terkejut


"Kamu harus bisa mengajak kembaranmu kembali dari kelompok pemberontak" gumam Hasan pelan


"Tunggu kembaran? Sejak kapan aku punya kembaran?" tanyaku terkejut


"Kamu memang punya kembaran dan kalian berdua memiliki chip yang sama, kalau kamu hanya batuk berdarah berarti kembaranmu disiksa oleh Kami tapi kalau kamu yang disiksa maka kembaranmu yang akan batuk berdarah" gumam Hasan menatapku serius

__ADS_1


"Disiksa oleh San? Jadi kembaranku pernah bertemu dengan kalian?" tanyaku terkejut


"Ya benar, makanya kamu harus bisa mengajak kembaranmu kembali agar kamu tidak tersiksa terus seperti itu"


"Siapa nama kembaranku?"


"Sain Shin. Dia tahu kalau kamu kembarannya, saat kami bertemu dengan dia, dia selalu menanyakan keadaanmu"


"Kenapa dia bisa berada di kelompok pemberontak?" gumamku bingung


"Karena dia tahu kalau akan dinikahkan dengan kami, dia pergi dan bergabung dengan kelompok pemberontak. Itulah yang membuat San sangat marah"


"Tunggu... Jadi karena kalian kembar, pasangan kalian asli siapa?" tanya Ran bingung


"Sebenarnya Sain yang akan menikah dengan San dan Sani yang akan menikah denganku. Itulah kenapa aku tidak bisa menyiksa istriku sendiri dan San yang tidak bisa menyiksa Sain"


"Hmmm..." desahku pelan


"Tapi San tadi memintaku untuk berjanji menjadi istrinya yang penurut" gumamku pelan


"Ya itu wajar, karena aku tidak bisa menyiksamu maka San yang melakukannya. Aku juga melakukan hal sama kepada Sain"


"Apa Sain tahu kalau dia akan dinikahkan dengan San?"


"Ya dia tahu, sifatnya sama - sama dengan San yang membuatnya tidak terima"


"Hmmm... Kapan kita akan melakukan survival itu?" gumamku pelan


"Beberapa hari lagi, jadi kita semua akan di markas selama beberapa hari lagi"


"Tapi ..." gumamku menundukkan wajahku


"Tenang saja, San tidak akan menyiksamu kalau kamu bersamaku. Dia marah kepadamu karena kamu menyakiti hatiku Sani, makanya dia menyiksamu" desah Hasan pelan


"Hasan maafkan aku kalau aku sering menyakitimu dan maaf kalau aku ..."


"Tidak apa - apa sayang, aku sudah memaafkanmu kok" desah Hasan mengangkat daguku


"Kamu jangan menangis lagi ya..." desah Hasan menciumku dengan lembut dan aku hanya menganggukkan kepalaku pelan


"Heeh dasar cengeng" gerutu San dingin san dan aku kembali menangis


"San... Kamu gak boleh bilang seperti itu!!" protes Hasan kesal


"Emang dia cengeng kok, kakak kenapa mau sih memilih si cengeng itu" gerutu San kesal


"Dia lebih baik dan penurut dari pada Sain... Benarkan?"


"Ya memang, aku akui itu..." desah San meminum minumannya


"Kamu menyiksanya sangat keterlaluan San, Aku menyiksa Sain tidak sampai dia menangis tahu!!" protes Hasan kesal


"Ya dianya aja yang cengeng... Mana bisa wanita cengeng menjadi permaisuri keluarga Kim!" gumam San santai


"Ya emang aku cengeng, kalau tidak pantas ya udah biarkan aku pergi..." teriakku kesal


"Kamu!!" gerutu San menjentikkan tangannya kembali dan nyeri di dadaku kembali terasa


"Uukkkhhh.." rintihku memegang tangan Hasan dengan gemetaran


"San, kamu mau membunuh istriku apa!!" protes Hasan menciumku lembut dan rasa nyeri itu hilang lagi


"Kenapa saat dicium Hasan rasa sakitku hilang?" gumamku dalam hati bingung


"Kalau kamu lakukan seperti itu lagi, aku akan menyiksa Sain lebih dari ini!!" gerutu Hasan kesal


"Hummpp, emang kakak selalu membela Sani mulu" gerutu San kesal dan pergi dari ruangan pertemuan itu


Disiksa dua kali oleh San emang sangat menyiksaku. Kepalaku terasa sangat puaing dan mataku berkunang - kunang seperti televisi rusak


"Kamu tidak apa Sani?" gumam Hasan menatapku


"A... Aku ... " desahku pelan dan menutup mataku

__ADS_1


Tubuhku susah tidak kuat menahan rasa sakit itu, walaupun dadaku sudah tidak nyeri lagi tapi anggota tubuhku yang lain terasa lemas gara - gara menahan siksaan San


__ADS_2