Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 7 : Rapat dengan Samuel


__ADS_3

Aku berjalan mengikuti langkah kaki Ryuki keluar dari aula menuju ke suatu lorong yang sepi. Di ujung lorong itu aku melihat seorang laki - laki yang berdiri bersama dengan perempuan bertopeng di sebelahnya


"Selamat datang tuan beserta sekretarisnya, silahkan masuk" gumam orang itu dengan sopan


Ya kalau di dengar dari suaranya, laki - laki itu pastilah Samuel. Dari postur tubuh bagian belakang juga terlihat kalau itu Samuel. Aku berusaha untuk tetap tenang demi bosku sendiri apalagi aku tidak mau mengecewakannya


"Silahkan duduk tuan"


"Iya"


"Baiklah tuan ini proposal pengajuan dari perusahaan kami" gumam Samuel menyerahkan sebuah proposal dan Ryuki mengambil proposal itu lalu menyerahkannya kepadaku


"Ini..." aku mulai membaca lembar perlembar proposal itu. "Hmmm seperti dulu pengerjaannya tidak berubah, kalau orang lain pasti akan langsung setuju. Tapi kalau untuk aku yang sudah tahu seluk beluk kelemahan proposal ini tidak merasa kesulitan, apalagi karena proposal itu harta keluargaku diambil seluruhnya" gumamku dalam hati


"Bagaimana nona?" tanya Samuel ramah


"Mmm, kenapa tulisan ini agak mengganjal ya?" gumamku menatap laki - laki bertopeng itu dengan serius


"Tulisan yang mana ya kalau boleh tahu?"


"Pihak kedua harus menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku pada kebijakan pihak pertama, sedangkan pihak pertama belum menjelaskan apa kebijakan dari pihak pertama kepada pihak kedua. Dan itu sangat mencurigakan" gumamku menutup laporan itu


"Mohon maaf tuan perusahaan kami menolak pengajuan kerjasama ini" ucapku dingin


"Tidak bisa saya terima, seharusnya keputusan itu ada di tangan CEO bukan sekretaris"


"Tidak masalah, keputusan sekretaris juga keputusanku juga" gumam Ryuki beranjak berdiri


"Baiklah, kami pamit dulu" gumam Ryuki langsung menarikku keluar ruangan


"Tunggu..." teriak Samuel yang menghentikan langkah kakiku


"Kalau berkenan, apakah saya boleh tahu siapa nama anda?" gumam Samuel serius


"Untuk apa?"


"Ya saya penasaran aja"


"Cuma penasaran saja? Bukan karena aku tahu kelemahan proposal itu?" gumamku melirik Samuel


"Saya hanya ingin tahu saja"


"Oh ya? Kalau itu yang kamu mau aku beri tahu" gumamku dingin dan melepas topengku sedikit dari samping


"Aku Sani Shin anak keluarga Shin yang hartanya kamu ambil seluruhnya dan orang yang kamu sakiti dulu" gumamku dingin dan memakai kembali topengku


"Ka... Kamu!! Kenapa kamu dengan Ryuki!!! " teriak Samuel kesal


"Maaf, tidak ada hubungannya denganmu lagi" gumamku berjalan meninggalkan ruangan dengan kesal


Diluar ruangan Ryuki menatapku terus menerus dan hal itu sangatlah menggangguku


"Kenapa kamu menatapku?" gumamku dingin


"Tidak ada, cuma kagum aja kamu bisa bersikap dingin di depan mantanmu"


"Lalu?"


"Aku kira kamu akan menangis"


"Menangis ya? Tidak akan, aku malah ingin memukulnya" gumamku kesal

__ADS_1


"Kamu berani mukul laki - laki?"


"Kenapa enggak? Sebenarnya aku bisa memukul orang - orang yang menyakitiku, tapi karena kebanyakan orang dan di tempat terbuka aku gak mau bikin masalah dengan polisi" gumamku pelan


"Mmm iya juga sih, kamu bukan anggota mafia sih ya" desah Ryuki santai


"Emang kalau anggota mafia bisa membuat polisi takut ya?"


"Ya benar"


"Kenapa bisa begitu?"


"Gak tau tanya sama polisi lah, tapi kalau mafia kecil - kecilan ya polisi gak takut"


"Hmmm tapi bagaimana cara membalas dendam ke Samuel?" gumamku sedih


"Tenang ada aku"


"Kamu bisa membantuku?"


"Bisa, santai aja"


"Tapi kan mereka kuat"


"Ya kan itu tidak masalah"


"Kamu tidak takut?"


"Aku seorang ketua mafia terbesar takut dengan mafia kecil seperti itu!! Tidak lah!!"


"Emang sebesar apa perkumpulanmu?"


"Serius?"


"Ya tapi ada syaratnya"


"Syaratnya apa?" tanyaku serius


"Kamu jadi tangan kananku"


"Apa itu tangan kananmu?" tanyaku bingung


"Ya kamu menjadi orang kepercayaanku dan orang yaang memberikanku strategi bertempur, bagaimana?"


"Oh mmm baiklah, tapi aku ada syaratnya?"


"Apa syaratmu?"


"Kamu harus membantuku memusnahkan perkumpulan Samuel"


"Baiklah, itu tidak masalah. Hal yang gampang" gumam Ryuki serius


"Beneran? Nanti kamu bohongan!!!" gerutuku


"Aku harus berbuat apa agar kamu percaya?"


"Mmm ya bukti lah"


"Baiklah..." desah Ryuki mendekatkan wajahnya ke arahku dan mencium bibirku dengan lembut


"Ka... Kamu!!" teriakku kaget

__ADS_1


"Itu cium janjiku padamu Sani, jangan kamu harus percaya kepadaku" ucap Ryuki serius dengan wajah merah karena malu


"Mmm ba...Baiklah" gumamku pelan sambil terus berjalan menyusuri lorong


"Kamu kenapa setelah aku cium kamu diam?"


"Tidak ada kok, cuma masih kaget aja"


"Kaget kenapa?"


"Ya... Itu ciuman pertamaku dan kamu ambil" gumamku pelan


"Sama, itu ciuman pertamaku"


"Hah?? Seriusan?" teriakku kaget


"Ya serius, itu ciuman pertamaku. Kenapa kamu terkejut begitu?"


"Biasanya kan mafia punya banyak wanita!!"


"Tidak juga.. Aku tidak punya wanita setelah di sakiti itu"


"Serius?"


"Ya, kalau kamu tidak percaya bisa tanya kepada dua adikku" gumam Ryuki santai


"Iya aku percaya kok" gumamku pelan


"Hmmm, emang sih banyak yang tidak percaya kalau aku tidak punya wanita. Jadi ya, aku tidak kaget" desah Ryuki menatapku


"Oh begitu ya, ya aku paham kok. Maaf kalau tadi aku tidak percaya"


"Tidak apa - apa kok" gumam Ryuki mengelus rambutku dengan lembut yang membuatku sedikit malu


"Ayo kita pulang ke rumah"


"Kita gak kembali ke pesta?"


"Tidak, pestanya sudah selesai"


"Kok cepet banget??"


"Bukan cepet, kita rapat udah 2 jam lebih ya!!"


"Haaah serius?" tanyaku kaget


"Ya serius, karena kamu baca proposal sejam lebih tahu!!"


"Oh aku tidak menyadarinya, karena aku sudah tahu kelemahan proposal itu"


"Kalau tahu kenapa bacanya lama?"


"Ya aku tidak mau melakukan kesalahan lagi seperti ayahku dulu, apalagi aku tidak mau mengecewakanmu" desahku


"Oh ya? Hmmm baguslah, aku mengandalkanmu"


"Ya aku akan berusaha Ryuki" gumamku tersenyum


"Mmm baiklah ayo pulang" gumam Ryuki menggandeng tanganku dengan lembut


Aku dan Ryuki berjalan keluar dari bangunan itu menuju ke rumah, ya aku senang bisa membantu Ryuki dan juga aku suka senang kalau Ryuki mau membantuku membalaskan dendam keluargaku

__ADS_1


__ADS_2