Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 13 : Ternyata...


__ADS_3

Aku keluar dari kapal pesiar itu menuju ke markas terdekat dari kapal itu karena Samuel ditahan disana. Ya tidak mungkin bisa melakukan intrograsi di kapal pesiar itu bisa saja kami lengah dan dia kabur dan itu sangat berbahaya.


Markasku ada di seluruh pelosok tempat dan tidak ada seorangpun yang tahu, Taka Zenn juga hanya mengetahui beberapa markasku saja karena aku tidak akan memberitahukannya walaupun dia sekutuku. Hanya satu orang yang tahu seluruh persoalan tentangku dan juga tentang mafiaku, tapi aku sudah lama tidak bertemu dengannya.


Aku berjalan menuju sebuah gua di tengah hutan dan masuk ke dalam gua tersebut, gua itu merupakan salah satu markasku yang ada di sekitar wilayah ini


"Kamu sudah sampai istriku" gumam Taka menatapku


"Bisa tidak kamu berhenti memanggilku istrimu!! Nikah aja enggak!!!" protesku kesal


"Kita akan menikah kalau kamu siap" gumam Taka serius


"Udah lah jangan membahasnya..." desahku kesal, aku tidak siap kalau diajak membahas masalah pernikahan karena kau memang belum ingin menikah, apalagi aku sudah terikat dengan seseorang saat ini


"Dimana Samuel?"


"Itu di ruang tahanan" gumam Taka menunjuk salah satu ruang tahanan di depanku


"Oh baiklah" desahku masuk ke dalam ruang tahanan itu. Di dalamnya aku melihat Samuel yang sedang terduduk di bawah dan kaki serta tangannya di rantai


Aku berdiri di depan Samuel dan menatap Samuel dengan tatapan dingin. Aku mengeluarkan pedangku dan mengarahkannya kearah Samuel


"Apa yang ingin kamu katakan, Sani?" gumam Samuel menatapku


"Mmm kamu bisa mengetahuinya juga ya ternyata" gumamku dingin den membuka penutup kepalaku


"Ya, apa yang tidak aku ketahui darimu" gumam Samuel tertawa


"Jadi kenapa kamu membunuh keluargaku saat itu?"


"Kenapa kamu ingin tahu?"


"Ya aku hanya ingin tahu saja" gumamku serius


"Aku tidak akan mengatakannya kepadamu"


"Oh begitukah? Jadi boleh kan aku menyiksamu?" gumamku menggoreskan pedangku di tangan Samuel


"Uuukkhh..." rintih Samuel kesakitan


"Te..Ternyata kamu kejam juga ya" desah Samuel menahan rasa sakit itu


"Ya, kamu baru tahu ya kalau aku kejam"


"Ya aku tidak menyangka saja"


"Jadi beritahu aku kenapa kamu membunuh keluargaku?" gumamku serius


"Kamu ingat Sony?" gumam Samuel mengingatkanku kepada seorang laki - laki yang tidak asing namanya bagiku


"Lalu?"


"Ya Sony sudah kembali"


"Lalu apa urusannya kamu membunuh keluargaku!!"


"Orang tuamu tetap tidak setuju menikahkan kamu dengan Sony malah menikahkanmu dengan Taka yang idiot itu"

__ADS_1


"Jadi yang menyuruhmu membunuh keluargaku itu...?"


"Ya benar, Sony yang menyuruhku"


"Oh benarkah? Aku jadi penasaran Sony saat ini ornag yang seperti apa" desahku memasukkan kembali pedangku


"Ya dia pemimpin mafia Pantai Selatan..."


"Tunggu... Apa katamu? Pantai selatan?" teriakku terkejut


"Ya benar, mafia terbesar yang telah lama tidak muncul dan menjadi salah satu musuh terbesar mafiamu, dia yang melakukan penyerangan di markas kilat petir"


"Oh ternyata dia sudah kembali ya, aku kira kalau mafia itu sudah lama musnah" desahku pelan


"Tidak, mafia itu masih ada dan kakakku yang masih memimpin"


"Oh, ternyata dia masih hidup ya" gumamku tersenyum dingin


"Yaaku sudah mengatakan yang sesungguhnya kepadamu"


"Lalu buat apa dia kembali?" gumamku penasaran


"Dia ingin merebutmu kembali"


"Hahaha merebutku kembali ya? Alasan yang aneh!!" desahku tertawa


"Ya itulah yang dia katakan"


"Jadi kamu dulu bersamaku karena kamu ingin membantu Sony untuk mengawasiku ya?"


"Ya begitulah, aku menamparmu juga bukan karena wanitaku karena aku kesal denganmu"


"Karena kamu masih bertahan dengan Taka di idiot itu dari pada bersama dengan kakakku"


"Oh begitu ya, tapi sayang aku tidak bersedia" desahku dingin


"Kenapa?"


"Mmmm kenapa ya? Alasannya cukup simpel, hanya karena dia telah membunuh keluarga besarku dengan tanganmu. Kalau seandainya dia tidak melakukan itu aku bisa mempertimbangkannya lagi. Dan kamu dengarkan itu Sony!!!" gumamku dingin menatap sebuah alat pengintai yang terpasang di tubuh Samuel


"Oh kamu bisa menyadarinya ya wanitaku" gumam Sony, suara Sony yang terdengar dari alat pengintai itu


"Hahaha apa yang tidak aku ketahui tentang kebusukanmu" gumamku dingin


"Ya itulah baru wanitaku, aku jadi ingin sekali memelukmu"


"Oh benarkah? Tapi aku ingin sekali membunuhmu" gumamku dingin


"Oh ternyata kejam juga kamu wanitaku"


"Kalau tidak kejam itu bukan ketua mafia penguasa namanya" gumamku dingin


"Yaaah, sayangnya aku tidak bisa mengacak keberadaanmu saat ini"


"Oh maaf ya, keamanan kami tingkat tinggi jadi kamu tidak bisa menggunakan GPS apapun merknya ataupun setinggi apapun kualitasnya" gumamku dingin


"Ya benar, padahal aku ingin sekali menculikmu dan menjadikanmu istriku"

__ADS_1


"Hahaha mimpilah saja Sony" gumamku dingin


"Kamu sekarang sangat cantik wanitaku, sudah lama ya kita tidak berjumpa hahaha" gumam Sony tertawa


"Ya sudah berabad - abad yang lalu, apa kamu sekarang semakin tua renta? Kasihan banget ya"


"Tidak juga, aku masih tampan seperti sebelumnya"


"Oh benarkah? Aku jadi penasaran" gumamku dingin


"Oh ya adikku menjadi tahananmu ya, sungguh menyakitkan hatiku"


"Ya benar, sebenarnya kau ingin membunuhnya. Boleh kan?" gumamku dingin


"Ja... Jangan membunuhku Sani" gumam Samuel memohon


"Ohh ternyata adikmu penakut juga ya" desahku tertawa


"Jangan bunuh adikku Sani, bunuhlah aku dari pada kamu membunuh adikku"


"Oh kalau itu kemauanmu, aku tidak akan melukainya kok tapi mungkin dia akan menginap di tempatku sedikit lebih lama"


"Jahatnya kamu Sani, dia terluka karena racunmu tahu"


"Oh tenang saja, aku akan mengobatinya kok... Aku masih berbaik hati kepadamu walaupun kamu membunuh keluarga besarku" gumamku pelan


"Aku juga tidak akan mengambil alat pengintai di tubuh adikmu itu agar kamu tahu kalau aku tidak akan melukainya"  gumamku membalikkan badanku


"Oh ya aku lupa ingin mengatakan sesuatu kepadamu Sony" gumamku pelan


"Aku akan menunggumu datang  kepadaku Sony, tunanganku" gumamku dingin dan meninggalkan Samuel sendiri di ruang tahanan itu


Sekarang aku tahu siapa yang membunuh keluarga besarku dan juga kenapa bisa terjadi pembunuhan itu, dan ya aku sedikit terkejut mendengar kalau Sony telah kembali. Padahal setelah kami bertunangan tanpa restu orang tuaku dan dia menghilang entah kemana. Sebenarnya aku tahu kalau Sony adalah ketua mafia terkejam yaitu mafia pantai selatan, mafia yang lebih tinggi urutannya dari pada mafia milikku tapi sudah lama semenjak perang asia pasifik itu, mafia pantai selatan tidak terlihat batang hidungnya lagi


 Berbincang - bincang dengan Sony membuatku teringat akan masa laluku yang indah dengan Sony saat dia melamarku di sebuah pantai yang indah


"Sani, apakah menurutmu pemandangan ini sangat indah?"  ucap Sony dengan wajah memerah


"Ya sangat indah, aku memang suka ke tempat - tempat seperti ini"


"Ya aku juga suka apalagi bersamamu"


"Oh benarkah? Kenapa lebih suka kalau bersamaku, aku kan hanya temanmu"


"Teman ya? Aku tidak berpikir seperti itu" gumam Sony dengan wajah merahnya


"Lalu kamu menganggapku apa?" tanyaku penasaran


"Aku menganggapmu kekasihku"


"Haah? Kekasihmu?" gumamku terkejut


"Y.." desah Sony mengambil sesuatu di dalam jas hitamnya


"Sani maukah kamu menjadi istriku suatu saat nanti" gumam Sony berlutut kearahku dan memegang sekotak cincin di tangannya


"A..Apa? Kamu serius melamarku?" tanyaku terkejut

__ADS_1


"Iya, aku serius denganmu, maukah kamu menikah denganku?" tanya Sony sekali lagi


"Ya aku mau" gumamku senang dan kami bertukar cincin, sejak saat itulah aku terikat dengan Sony dan tidak ada siapapun yang tahu kecuali keluarga besarku dan keluarga besar Ling, keluarga besarnya Sony. Tapi sayangnya ayahku melarang pernikahan kami karena ayah tahu kalau Sony adalah ketua mafia terkejam, ayah takut aku terluka jadi ayah melarang kami menikah dan semenjak itu Sony hilang entah kemana bahkan keluarga Ling juga tidak tahu dimana keberadaannya.


__ADS_2