Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 37 : Ikut Alan Bersama Ryuki Dan Kedua Adiknya


__ADS_3

Aku terus menatap Sina dengan tatapan dingin, aku sangat ingin sekali membunuhnya tapi kalau bukan Wan memberitahukanku kalau Sina ingin meminta maaf kepadaku, aku tidak akan memberinya kesempatan.


Aku akan memberikannya kesempatan kalau Sina bersujud dan memohon kepadaku aku akan memberikannya hidup tapi aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai adikku atau kembaranku, dan kalau dia tidak memohon kepadaku, aku tidak sungkan - sungkan membunuhnya


"Kenapa kakak menatapku seperti itu?" gumam Sina sedikit ketakutan


"Menurutmu?"


"Apa kakak benar - benar ingin membunuhku?" tanya Sina pelan


"Ya..."


"A... Apa kakak yakin?"


"Ya..."


"Aku adikmu kak!!"


"Adik ya? itu dulu tapi sekarang tidak lagi..." gumamku melempar kesebelah kanan Sina yang membuat Sina terkejut dan menariknya kembali dengan benang milikku


"Huuhh... Hampir.." desah Sina terkejut


"Hanya seperti itu aja kamu terkejut? Padahal sebelumnya kamu seperti sangat dendam kepadaku..." gumamku santai


"Tatapanmu menakutkan Sani, bagaimana dia tidak ketakutan!!" protes Hyung menatapku


"Oh menakutkan ya? Aku bersikap biasa saja loh"


"Tatapanmu seperti saat kamu kehilangan adik perempuan Alan di perang Asia Pasifik dan membunuh seluruh orang yang ada di perang itu.." gumam Sony pelan


"Oh kamu masih ingat ya masalah itu..." desahku pelan


"Apa benar Sani?" tanya Alan terkejut


"Ya, aku membunuh seluruh orang yang ada di perang asia pasifik karena adik perempuanmu mempertaruhkan nyawanya untuk melindungiku dan hal itu membuatku sangat sakit hati. Dan sayangnya aku kehilangan pembunuh adik perempuanmu saat di perang asia pasifik dulu" gumamku pelan


"Dan hari ini aku akan membalaskan dendam atas kematian adik perempuanmu..." gumamku mengangkat senjataku dan melemparkannya ke arah seorang laki - laki yang sedang berlari meninggalkan tempat itu dan menariknya kembali


"Rusi?" teriak seluruh mafia pemberontak terkejut


"Oh kamu masih ingat siapa pembunuhnya dan bagaimana dia membunuhnya ya?" gumam Sony menatapku dingin


"Ya..." desahku menghilangkan darah di pedangku


"Aku sudah membalaskan dendam adik perempuanmu, sudah impas sekarang..." gumamku menatap Alan dingin


"Ya, bagus juga kemampuanmu!"


"Tidak juga" gumamku pelan


"Hei kalian ngapain bengong, mari kita bunuh Sani!!" teriak Hyung berlari kearahku


"Sani..." gumam Alan terkejut


"Kamu mundurlah" gumamku menatap Alan, aku berlari kearah mereka dan menebaskan pedang dan samuraiku dengan cepat


"Uuukkkhh..." rintih semua orang kesakitan dan Sina juga merintih kesakitan, aku berjalan kearah Sina dan berjongkok di depan Sina sambil membawa pedangku


"Kakak!! Jangan bunuh kak Sina!!!" teriak Sain memelukku dari belakang


"Kakak jangan lakukan..." gumam Sain pelan


"Pergilah..."


"Tidak, aku tidak akan mengijinkan kakak membunuh kak Sina"


"Oh sekarang kamu membela Sina ya?" gumamku dingin


"Tidak kakak. Kalian kakakku aku tidak ingin kakak membunuh Kak Sina. Kak Sina mengakui kesalahannya kakak, dia ingin meminta maaf kepadamu dia ingin kakak mau memaafkannya" gumam Sain pelan


"Oh benarkah?" gumamku menatap Sina dingin


"Kakak maafkan Sina, Sina salah kakak, Sina selalu menyusahkan kakak, Sina minta maaf sudah mengambil seluruh harta keluarga kita, aku tidak butuh itu semua tapi aku membutuhkan kalian berdua" gumam Sina meneteskan air matanya


"Dimana ketua kalian?" gumamku dingin


"Dia pergi kak, kami disuruh menghalangi jalan kakak" desah Sina pelan


"Pergi kemana?" gumamku dingin


"Ke markas kak, seingatku ketua ingin mengadakan perang dunia mafia kembali dan menargetkan kalian semua" gumam Sina pelan


"Hey kenapa kamu memberitahukannya!!" protes seorang laki - laki kesal dan Sina hanya terdiam


"Oh..." desahku berdiri, tiba - tiba Sina memegang tanganku erat dan menatapku dengan air mata yang terus menetes dari matanya


"Kakak... Kakak mau maafin Sina kan?" gumam Sina menatapku


"Ya..."

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Sina terkejut


"Ya tapi aku tetap tidak akan menganggapmu adikku" gumamku berjalan pergi


"Kakak kenapa kakak tidak menganggap kak Sina adikmu?"


"Karena semua kesalahannya, aku memaafkannya karena aku juga salah kepada kalian, jadi aku rasa memberikannya kesempatan hidup berarti sudah impas" gumamku dingin


"Kak Sani jangan terlalu jahat dengan kak Sina!!"


"Aku tidak jahat, hanya memberikan hukuman saja" gumamku pelan


"Kakak!!" protes Sain


"Sudahlah adikku tidak apa - apa, mungkin ini hukuman yang sesuai untukku..." gumam Sina menggenggam erat tangan Sain


"Tapi kak...!! Kak Sani apa tidak ada syarat agar kamu mau mengakui kak Sina?" gumam Sain menatapku


"Syarat ya? Ada beberapa syarat"


"Syarat yang pertama, dia harus selalu bersamamu... syarat yang kedua, dia harus selalu menjagamu... Dan syarat yang ketiga, kalian berdua lupakan aku..." gumamku menatap kedua adikku


"A... Apa? Apa maksud kakak?" tanya Sain dan Sina terkejut


"Alan akan memberitahukannya kepadamu, alasanku" gumamku berdiri di samping Alan


"Kak Alan apa alasannya?" gumam Sina pelan.


"Alasannya sangat sederhana..."


"Apa itu?" tanya Sina dan Sain terkejut


"Kalian tidak akan bertemu dengan dia lagi sampai kapanpun..." guman Alan berdiri di belakangku dan mendekapku erat


"Kenapa...Kenapa bisa? Jangan bilang kakak akan bunuh diri lagi!!" protes Sain kesal


"Tidak, dia milikku aku tidak akan membuatnya bunuh diri dengan mudah" gumam Alan mendekatkan pipinya ke pipiku


"Lalu apa alasannya?" protes Sain kesal


"Alasannya karena dia sekarang milikku jadi dia sama sepertiku akan jarang bertemu dengan kalian dan juga dia tangan kananku sekarang" gumam Alan mencium bibirku dengan lembut


"APA!!!" teriak semua orang terkejut


"Enggak... Enggak boleh, kakak gak boleh meninggalkan kami!!" protes Sina kesal


"Ya kakak keluargaku satu - satunya kakak!!" tangis Sain keras


"Tidak... Kakak tetap kakak kami dan kami tidak akan melupakanmu kak..." gumam Sina menatapku serius


"Ya benar, asal kakak mau berkunjung kepada kami saja kami tidak akan masalah kalau kakak harus bersama dengan kak Alan..." gumam Sain tersenyun kepadaku


"Hmmm..." desahku pelan


"Sani..." desah Ryuki menatapku


"Maaf Ryuki..." gumamku pelan dan Ryuki hanya menundukkan kepalanya


"Tunggu sebentar, apa maksudmu dia milikmu.. Sani milikku!!" protes Hasan Kim kesal


"Sani itu milikku!!!" protes Sony kesal


"Dia milikku!!!" protes Hasan Kim kesal


"Dia milikku!!!!" protes Sony kesal


"Heeh milik kalian ya? Dia sampai kapanpun milikku!!" protes Alan kesal


"Tidak bisa seperti itulah!!!" protes Hasan Kim kesal


"Kalau kalian ingin merebutnya dariku, jadilah kuat dan rebut Sani sekuat tenaga kalian kalau kalian bisa.." gumam Alan dingin sambil menggigit leherku kembali


"Uuukkhh..." rintihku kesakitan


"Tapi mau bagaimanapun Sani tetaplah istriku jenderal polisi militer mafia dan ketua umum mafia kegelapan jiwa" gumam Alan menatap mereka dingin


"Mafia kegelapan jiwa?"


"Bukannya mafia kegelapan jiwa itu ketuanya Sann Liu ya?" gumam salah satu mafia senior barat terkejut


"Bukan, aku hanya pemimpin mafia senior pusat pengganti kakakku.. Pemimpinnya mafia itu adalah kakakku dan Sani memang istrinya dari kami kecil" gumam Sann Liu pelan


"Jadi pemimpin mafia nomor satu di seluruh dunia itu yang di rumorkan dijodohkan dengan keluarga Shin itu?" tanya Hasan Kim terkejut


"Aku ketuanya dan Sani memang istriku. Kedua adiknya adalah istri adik kembarku..." guman Alan menciumku kembali


"Sedangkan kalian keluarga Kim hanya membuat istriku sangat menderita seumur hidupnya dengan menanamkannya Chip di lehernya" gumam Alan menunjukkan Chip milikku


"Ke... Kenapa kamu bisa tahu?"

__ADS_1


"Apa yang tidak aku ketahui dari istriku..." gumam Alan dingin


"Tunggu sebentar jadi kamu Alan Liu itu? Laki - laki yang di isukan merupakan pacar dari Sani dari kecil?" tanya Sony terkejut


"Yups benar sekali. Aku Alan Liu, pacar Sani dan sekaligus suami Sani dari kecil" gumam Alan melepaskan pelukannya dari tubuhku


"Aku masih sangat heran kenapa kalian sangat ingin menikahi istriku, padahal sudah jelas dia milikku" gumam Alan menatap mereka semua dengan tatapan bingung


"Aku mencintainya lah, dia wanitaku!!" protes Sony kesal


"Dia wanitaku!!" protes Hassan Liu kesal


"Banyak tuh wanita lain kenapa harus istriku coba" gerutu Alan kesal


"Mereka tidak sama, Sani wanita yang sangat spesial!! Kembalikan kepadaku!!" protes Sony kesal


"Enggak..."


"Kembalikan!!"


"Aku bilang enggak ya enggak!!"


"Hummpp!!" gerutu Sony kesal


"Marahlah sesuka kalian, aku tidak akan mengembalikan apapun yang aku punya!!" protes Alan kesal dan semua terdiam.


"Mmm Ryuki kenapa kamu bersedih? Apa karena wanita yang kamu sukai itu sekarang menjadi istriku?" gumam Alan menatapku


"Tidak. Aku tidak masalah Sani menikah dengan siapa saja"


"Lalu kenapa kamu bersedih?"


"Ya Sani sudah aku anggap adikku sendiri, aku menyayanginya dan kedua adikku sangat menyayanginya juga. Aku hanya sedih tidak bisa bertemu dengan Sani lagi" desah Ryuki pelan


"Apa kamu ingin setiap hari bertemu dengan Sani?"


"Ya, dan kedua adikku juga sama. Mereka setiap hari selalu menanyakan Sani..." desah Ryuki pelan


"Kalau begitu kamu dan kedua adikmu ikut denganku" gumam Alan memelukku erat


"APA!!" teriak semua orang terkejut


"Kenapa malah mengajak mereka bukannya mengajak kami yang adik kandungnya!!" protes Sina kesal


"Kalian istri adikku, kalau kalian otomatis ikut adikku juga ikut dan aku tidak mau mengurusi banyak orang"


"Huuuhh dasar Kak Alan gak pernah adil!!" protes Sann Liu kesal


"Biarlah, kalian berdua fokus mafia senior pusat saja" gumam Alan santai


"Ya... Ya .. Ya terserah kakak aja" gerutu Sann Liu dan Hassan Liu kesal


"Bagaimana Ryuki?" tanya Alan menatap Ryuki


"Kenapa kamu mengajakku bergabung denganmu?"


"Hanya sebagai balas budimu sudah menyelamatkan istriku saat tidak berdaya ini dan juga kamu sudah mau merawatnya dengan baik lagi pula kamu pengganti tuan Shin memimpin mafia kegelapan" gumam Alan mengelus lembut rambutku


"Hmmm tapi apa yang bisa aku lakukan jika kami bersamamu?"


"Kamu akan menjadi tangan kiriku dan kedua adikmu bisa menjadi bawahan kepercayaanku... Bagaimana?"


"Tapi... Aku harus..."


"Tidak masalah, kami akan menjadi bawahan kepercayaanmu tuan" gumam Tony berjalan kearah kami


"Tapi mungkin kembaranku akan sedikit terlambat untuk bekerja karena masih di rawat"


"Oh benarkah? Baiklah kalau begitu..." desah Alan pelan


"Frans..." teriak Alan dan datanglah bawahan Alan yang sangat setia


"Kamu bisa membereskannya semua" gumam Alan pelan


"Baik tuan muda" gumam Frans dan datanglah beberapa bawahan Alan


"Kalian bertiga ikut aku.." gumam Alan pelan menggandeng tanganku


"Tunggu sebentar..." gumamku berlari kearah kedua adikku


"Kalian harus menjaga diri kalian ya.." gumamku mencium kening kedua adikku


"Baik kakak" teriak kedua adikku senang


"Roy, Zaki, Wan..." teriakku dan datanglah ketiga bawahanku


"Iya nona muda..."


"Mari kita pergi" gumamku pelan dan berjalan bersama dengan Alan

__ADS_1


"Baik nona muda" gumam ketiga bawahanku mengikuti dari belakang. Ryuki dan Tony sama - sama mengikuti kami, aku tidak tahu Alan akan membawaku kemana tapi aku sangat bersyukur Ryuki dan kedua adiknya akan bersama denganku sehingga aku tidak kesepian lagi


__ADS_2