Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 71 : Pertemuan Keluarga Mafia


__ADS_3

Krrriiiinnggg


Terdengar suara handphone milik Lanlan yang berbunyi keras, Lanlan segera mengangkat telepon itu sambil menatapku serius. Melihat tatapannya dingin, aku hanya mengerutkan dahiku sambil menatap Lanlan bingung.


"Oh begitu ya...baiklah, aku segera kesana..." gumam Lanlan mematikan teleponnya.


"Ada apa?" tanyaku bingung.


"Tidak ada, hanya pertemuannya akan dimulai saja. Mereka sudah sampai di ruangan. Kamu disini saja!"


"Gak mau aku ikut!"


"Tidak boleh, nanti..."


"Nanti apa? Aku hanya ingin bertarung dengan pria itu saja."


"Pria itu berbeda dengan pria sebelumnya, dan kata mata-mataku kalau akan ada perperangan nantinya. Kamu disini aja biar..."


"Kak Lanlan...kamu tidak percaya dengan kemampuanku? Kata kamu dan semua orang, kamu tidak menyukai wanita yang lemah dan menjadikanmu beban. Aku hanya ingin mencoba menjadi seorang wanita yang kuat agar bisa melindungimu dan melindungi keluarga kita saja. Aku juga ingin tahu...apa kakak ada hubungannya dengan pembunuhan keluarga Shin atau tidak..."


"Dia... juga membunuh keluarga Shin bersamaku. Dia lebih hebat dariku bahkan dari Fiyoni. Dia punya tiga bawahan yang hebat dan satu wakil yang sangat licik. Dia benar-benar licik Sani! Kalau bukan karena itu urusannya pasti Tian tidak mau bekerjasama denganku."


"Licik ya?" gumamku pelan.


"Ya...dia sangat licik, kalau kamu tidak menyamakan liciknya pasti kamu bisa dengan mudah dibunuhnya. Aku dengar dia juga membunuh ibu tirimu yang berhasil meloloskan diri beberapa tahun sebelumnya. Entah itu informasi yang benar atau informasi yang salah, kalaupun informasi itu benar pasti Tian sekarang bukan hanya militer yang mencarinya tapi juga... mafia milik LinShi juga menargetkannya juga."


"Linshi itu? Kenapa?"


"Karena... LinShi adalah anak kandung dari ibu tirimu hasil perselingkuhannya dengan pria tua dari kalangan orang biasa. Dari kecil LinShi sepertiku dan seperti kakakmu, tidak pernah dianggap keluarga dan tidak tahu keluarga kita sebenarnya seperti apa, aku mengerti kalau aku bukan dari keluarga Liu setelah aku pergi dari keluarga Liu sama seperti yang dilakukan kakakmu itu. Sedangkan LinShi...dia tahu kalau dia merupakan orang biasa setelah ibu tirimu membawa pulang LinShi ke keluarga Shin dan diusir dari keluarga Shin karena ayahmu tidak mengakui LinShi... nama LinShi hanya buatan ibu tirimu, nama aslinya Lin dan Shi itu diambil dari nama ayah kandungnya, LinShi itu bukan marga loh!" jelas Lanlan terduduk di sebelahku.

__ADS_1


"Ayah kandungnya?" tanyaku pelan.


"Ya... karena dari orang biasa jadi dia tidak memiliki marga, kamu tahu kan kalau hanya keluarga terbesar yang memiliki marga?"


"Oh benarkah? Aku tidak memperhatikan hal itu..." gumamku pelan.


"Ya begitulah, walaupun kakakmu sangat hebat tapi kami belum pernah mendengar kalau ada pertarungan antara Tian dan Linshi."


"Tapi kan bisa saja mereka bertarung diam-diam!"


"Tidak sayang, di dunia mafia yang terkuat hanya mafia milikmu, milik Soni, milik Linshi dan milik Tian. sedangkan mafia terbesar mafia milik Alan, milikku, mafia milik Hasan Shi, mafia milik San Kim dan mafia milik Sann Liu. Jangan bilang kamu tidak tahu?"


"Tidak tahu sama sekali dan aku tidak peduli juga, intinya sekarang aku ingin bertarung dengan kakakku sendiri. Aku ingin membawa pulang kakakku!" gerutuku beranjak dari tempat tidur sambil memakai topeng wajahku.


"Kamu kenapa pakai topeng wajah? Disana kan tidak boleh..."


"Pria itu memakainya kan? Jadi aku akan membukanya kalau pria itu juga membuka topengnya..." gumamku dingin.


"Sudah ah mau barengan atau enggak?" gumamku memasukan semua senjataku di balik jubah yang aku pakai.


"Ya barenganlah!" gumam Lanlan menggandeng tanganku masuk ke dalam sebuah ruangan yang telah di penuhi oleh orang-orang yang tidak asing bagiku. Aku terduduk di sebelah Fiyoni yang sedang berdebat dengan beberapa keluarga lainnya. Tanpa berpikir panjang aku mengangkat tanganku yang membuat Fiyoni menghentikan debatannya.


"Haish kau datang-datang mengganggu perdebatanku Sani!" gerutu Fiyoni kesal.


"Kau selalu kalah berdebat mending aku saja..." gumamku membuka catatanku yang membuat beberapa keluarga terkejut.


"Siapa anda? Kenapa anda datang-datang menghentikan perdebatan ini!" protes seorang pria tua dingin.


"Ya...anda percuma saja berdebat dengan dia kalau yang menjadi perwakilan keluarga Shinju itu...aku..." gumamku tersenyum dingin.

__ADS_1


"Mana bisa begitu! Anda datang-datang kok mengganggu!" protes seorang wanita menatapku dingin, aku melihat wanita itu duduk di sebelah Alan sambil terus menggandeng tangan Alan, walaupun aku biasa saja tapi sedikit membuatku kesal.


"Kalau begitu... hentikan saja pertemuan ini, benarkan tuan Kim?" gumamku tersenyum dingin.


"Heei mana bisa begitu!!" protes seluruh perwakilan keluarga kesal.


"Sudah-sudah, memang dia perwakilan keluarga Shinju. Kita lanjutkan pertemuan ini!" ucap tuan Kim dingin.


"Haish sampai mana tadi sampai lupa..." desah seorang pria tua membuka catatannya dan menatapku dingin. Fiyoni memberikanku catatannya dan aku segera membaca catatan itu.


"Baiklah aku ulangi saja deh..." gumam pria tua itu menghela nafas panjang dan membaca catatannya.


"Dunia mafia sekarang ini sedang kacau, diantara semua mafia yang ada hanya ada empat mafia terkuat yaitu mafia milik Soni Kim, mafia milik Sani Shin, mafia milik Linshi dan mafia milik Tian Khun. Sampai sekarang tidak tahu dimana keberadaan ketiga mafia terkuat lainnya karena hanya Soni Kim yang selalu muncul..." gumam pria itu serius.


"Walaupun begitu pasti akan ada banyak perpecahan kalau keempat mafia terkuat ini bermusuhan mengingat Soni Kim dan Sani Shin bermusuhan semenjak mereka akademi. Seberapa usaha mafia lain berupaya menyaingi keempat mafia itu tapi tidak ada siapapun yang berhasil mengalahkannya..." ucap tetua mafia meneruskan ucapan pria tua itu.


"Nah maka dari itu, kami meminta pendapat dari masing-masing perwakilan keluarga, apa yang harus kita lakukan untuk menghindarkan terjadinya perang mafia ke dua ini!" ucap pria tua itu serius.


"Baiklah...kalau begitu kita mulai perdebatan ini, dan seperti biasanya kalau ada perdebatan keluarga yang sangat memanas boleh di teruskan ke pertempuran satu melawan satu di tengah pertemuan ini, yang kalah akan mengakui dan menerima pendapatan lawan yang menang!" ucap tetua mafia serius.


"Iisshh seperti anak kecil saja!" gerutuku pelan.


"Ya begitulah anakku, kamu tahu kan kalau Fiyoni selalu kalah dalam perdebatan dan pertarungan. Tapi...yang pasti jangan sampai lengah dengan pria bertopeng itu, dia dari tadi menatapmu mungkin kamu akan dijadikan targetnya."


"Mmmm apa dia kakak, ayah?" gumamku pelan.


"Mungkin, ayah juga tidak bisa memastikannya. Intinya...jangan melukai dirimu dan jangan memalukan keluarga Shinju..." gumam tuan Shinju pelan.


"Baik ayah, ayah jangan khawatir. Aku akan memutarbalikkan fakta yang Sani ketahui...pengalaman mereka sangat kurang dari pada aku sendiri..." gumamku menatap pria itu sambil tersenyum dingin ke arahnya dan tanpa aku sangka dia juga tersenyum dingin kearahku.

__ADS_1


Aku menatap ke sekitarku dan melihat dua pria di atas atap, aku mengamatinya dan terkejut kalau salah satu pria itu adalah Linshi musuh utamaku, ingin aku membalaskan dendam ini tapi aku harus menahan diriku dan ingin membuat pertemuan ini semakin menarik untuk dinikmati para keluarga mafia tertinggi.


__ADS_2