Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 3 : Bertemu Kembaran


__ADS_3

Kepalaku terasa sangat pusing, badanku terasa sangat berat, aku tidak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali, yang terpikirkan saat ini adalah apakah aku sudah ada di surga?.


Aku berusaha membuka kedua mataku dan terkejut melihat aku tidur di tempat tidur mewah dan empuk ini bahkan kamar yang aku tempati juga merupakan kamar yang sangat mewah dan canggih. Dekorasi kamar klasik cenderung ke modern, sebuah tv besar, sofa panjang, lemari dengan ukiran bunga sakura dan pemandangan laut yang indah terlihat dari jendela besar itu.


“Nona sudah bangun?”sapa seorang pembantu yang menundukkan badannya.


“Si….Siapa kamu?” ucapku kaget


“Saya Lia pembantu Tuan Ryuki nona”


“Tuan Ryuki? Siapa itu?”


“Tuan Ryuki pemilik perusahaan terbesar di Asia nona”


“Perusahaan apa?”


“Perusahaan Kun”


“Jadi ini rumah dia?  Ryuki Kun?”


“Iya nona”


“Ryuki Kun anak dari Tuan Kun itu?”


“Iya nona. Nona tahu?”


“Ya, ayah pernah mengajakku bertemu dengan Tuan Kun dan seorang anak laki – laki”


“Ya Tuan Kun dulu sering mengajak tuan muda ke acara bisnis nona”


“Jadi dia anak tunggal ya?”


“Tidak nona, dia anak pertama dari tiga bersaudara”


“Adik?”


“Iya nona, tuan muda Tony Kun dan Angel Kun. Mereka berdua kembar”


“Kembar?”


“Iya nona mereka berdua kembar walaupun beda jenis kelamin”


“Oh begitu ya” desahku


“Jadi ini di Kota mana?” tanyaku menatap wajah Lia


“Ini di Negara Korea nona”


“Apa Korea? Rumahku jauh dari sini” gumamku terkejut


“Iya nona, kemarin saat tuan muda pulang dari Jepang. Tuan muda membawa nona yang sudah tidak sadarkan diri dan meminta saya merawat nona”


“Merawat aku? Terimakasih banyak ya Lia”


“Sama – sama nona, ini juga tanggung jawab saya sebagai pembantu di rumah ini”


“Kenapa dia membawaku ke rumahnya?”


“Saya tidak tahu nona, nona istirahatlah dulu” gumam Lia menaruh beberapa piring makanan di atas meja


“Aku ingin bertemu dengan dia” gumamku turun dari tempat tidur


“Nona istirahatlah dulu, nona tidak sadarkan diri selama tiga hari”


“Tidak apa – apa Lia aku ingin bertemu dia saja” gumamku memaksakan diri untuk berjalan keluar kamar


“Hmm baiklah, saya antar nona”


Saat pembantu itu membuka pintu kamar, aku melihat seorang wanita yang berwajah cantik mungkin seumuran denganku itu sedang berdiri di depan pintu


“Nona muda” gumam Lia sedikit menundukkan kepalanya aku juga ikut sedikit menundukkan kepalaku

__ADS_1


“Oh nona sudah sadar?” ucap wanita itu tersenyum


“Iya nona muda”


“Jangan panggil aku nona muda, kita seumuran panggil aku Angel Kun saja”


“Baiklah Angel” gumamku tersenyum


“Siapa namamu?”


“Aku Sani Shin”


“Oh hai Sani… Kalian mau kemana?”


“Nona ini ingin bertemu dengan tuan muda”


“Bertemu kakak? Dia ada di ruangannya”


“Baiklah, kami izin pergi dulu nona muda”


“Ya silahkan” gumam Angel dan pembantu itu berjalan mendahuluiku menuruni tangga rumah mewah itu


Saat menuruni anak tangga, aku melihat rumah yang besar dan mewah. Lampu gantung yang besar menghiasi langit – langit rumah itu dan rumah mewah itu juga dihiasi oleh beberapa ornament penghias, dan dekorasi mewah lainnya


“Hmm rumahnya mewah banget ya” gumamku pelan


“Ya memang nona, rumah orang penting”


“Mmm iya juga sih, Mmm oh ya itu tadi kan adiknya Tuan Ryuki?”


“Iya nona, cantik kan?”


“Iya cantik banget, kalau itu apakah adiknya yang satu lagi?” gumamku melihat seorang laki – laki yang duduk di pinggir kolam renang  sambil membaca bukunya


“Iya nona, dia adalah Tony Kun, kembaran dari nona muda tadi”


“Dia tampan juga ya”


“Tapi Tuan muda Tony Kun dan Nona muda Angel Kun sangat berbeda nona”


“Berbeda apanya?” tanyaku penasaran


“Ya mestipun mereka berdua kembar tapi sikap mereka berbeda, kalau nona muda orangnya ceria baik dan hangat tetapi kalau tuan muda dia cuek, dingin, dan pendiam”


“Kenapa mereka berbeda?”


“Karena tuan muda Tony kun mempunyai tuntutan untuk bisa lebih sukses dari Tuan Muda Ryuki jadi dia seperti cenderung tertutup, terdiam, dan tidak punya teman nona”


“Oh ya? Boleh kah aku kesana?”


“Mmm boleh nona” gumam Lia dan aku berjalan menuju Tony Kun berada, aku melihat Tony Kun sedang berdiam diri dan menatap birunya samudera di pinggir kolam renang


“Indah ya pemandangannya” gumamku berdiri di depan pintu


“Siapa kamu?” ucap Tony Kun dingin, tatapannya yang tajam membuatku sedikit kaget dan juga takut


“Aku Sani Shin”


“Sani Shin? Kenapa kamu kemari?”


“Aku? Aku ada sedikit urusan dengan kakakmu” gumamku santai


“Shin? Tunggu sebentar bukannya keluarga Shin sudah dibunuh semua ya beberapa tahun lalu” gumam Tony Kun yang membuatku terkejut


“Ya, memang..” desahku sedih


“Dan aku anak Shin satu – satunya yang berhasil lolos dari pembunuhan itu, apa kamu tahu… Hal itu membuatku


menderita seumur hidupku” desahku duduk di kursi dekat dengan kursi Tony


“Menderita?”

__ADS_1


“Ya, di kotaku aku dianggap si pembawa sial. Padahal keluargaku dulu yang menghidupkan kotaku itu tapi saat


keluarga besarku mati semua dan tersisa aku, aku yang dianggap sebagai pembawa sial keluargaku dan di kotaku…” desahku menatap samudera biru dan luas itu


“Seumur hidupku aku tidak punya teman sama sekali, bahkan sampai saat ini. Kemanapun aku pergi cacian, makian dan hinaan aku dapatkan. Menyedihkan hidupku” gumamku pelan


“Ya aku pernah merasakan hidup sendiri tidak punya teman” desah Tony menundukkan kepalanya


“Tidak seperti kembaranku yang banyak teman bahkan orang tuaku dan kakakku sendiri sangat sayang kepadanya, sedangkan aku tidak punya teman bahkan orang tuaku dan kakakku selalu menuntutku bisa melebihi kakakku dan itu membuatku tertekan” desah Tony sedih


“Tuntutan dan tekanan yang kamu alami masih kecil, kamu belum pernah mendapatkan tuntutan dan tekanan dari


orang – orang sekitarmu yang seperti aku alami”


“Kemanapun aku berada aku selalu di caci, dimaki, dihina, bahkan di anggap sebagai hewan peliharaan. Tapi aku


berusaha bangkit dan berusaha untuk membuktikan kalau aku akan bisa membalaskan dendam atas kematian keluargaku”


“Kamu tahu siapa yang membunuh keluarga besarmu?”


“Mafia terkejam di Korea” ucap Tony dingin


“Kamu tahu siapa mereka?”


“Ya pasti tahulah, aku juga orang Korea”


“Mereka seperti apa?”


“Mereka mafia terkejam di Negara Korea, mereka tidak tanggung – tanggung membunuh seseorang tergantung perintah yang diperintahkan”


“Tapi kenapa mereka melakukan itu?”


“Mereka akan bekerja disaat ada yang melakukan pelanggaran, karena mafia itu mafia terbesar kedua internasional


pastia salah satu anggota keluargamu telah melakukan pelanggaran atas sesuatu taruhan”


“Taruhan apa?”


“Ya mana aku tahu” gumam Tony dingin


“Ya walaupun begitu aku harus membalaskan dendam keluarga besarku”


“Ya tapi emang kamu bisa?”


“Aku tidak tahu” gumamku sedih


“Ya ada satu cara untuk mengalahkan mereka”


“Apa itu?”


“Tanya saja sama kakakku” ucap Tony dingin


“Mmm baiklah nanti aku tanyakan” desahku menatap samudera luas itu. Tiba – tiba seorang pelayan mendatangiku


dengan tersenyum


“Mohon maaf nona, nona sudah ditunggu tuan muda di ruangnanya”


“Baiklah” desahku berdiri dari tempat tidurku dan menatap Tony


“Oh ya tuan muda, kalau tuan muda bersedia. Aku mau kok berteman dengan tuan muda”


“Teman?”


“Ya benar, teman … Kalau tuan muda bersedia” gumamku membalikkan badanku dan melangkahkan kakiku meninggalkan tempat itu


“Bolehlah, kamu temanku sekarang” gumam Tony Kun senang


“Baiklah teman, aku akan menemui kakakmu dulu” gumamku tersenyum


Aku berjalan masuk kembali ke rumah mewah itu menemui Lia yang menungguku di dalam ruangan tengah sedangkan Tony menatapku dengan senang

__ADS_1


__ADS_2