Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 6 : Pesta Mewah


__ADS_3

Ryuki menggandeng tanganku dengan lembut sedangkan Angel dan Tony berjalan di belakang kami berdua. Sejujurnya aku agak gugup mengikuti pesta ini apalagi melaksanakan rapat dengan seorang yang penting.


"Selamat datang, bisa tunjukkan identitasnya" ucap seorang laki - laki penjaga pesta dan Ryuki menyerahkan sesuatu kepada laki - laki itu


"Ba... Baiklah, i... Ini topeng untuk kalian... Silahkan masuk tuan" ucap penjaga itu dengan sedikit takut sambil memberikan empat topeng berwarna warni, tangan penjaga itu bergetar seperti orang yang sangat ketakutan


"Dia takut kepadamu?" gumamku menatap Ryuki


"Sudah biasa orang takut kepadaku"


"Kenapa?"


"Kan aku sudah pernah memberitahukanmu Sani waktu itu, masa kamu lupa" gumam Tony di belakangku


"Mmm yang mana, lupa hehehe"


"Aku kemarin bilang..."


"Huusstt biarlah, itu tidak penting" gumam Ryuki memotong perkataan Tony


"Kamu khawatir kalau dia takut?" gumam Tony dingin


"Ya pastinya"


"Kamu takut? Takut karena apa?"


"Tidak ada, tidak penting kok" gumam Ryuki memalingkan wajahnya


"Apa kakak suka dengan dia?"


"Kamu masih kecil tidak perlu tahu!!"


"Kalau begitu aku akan merebutnya dari kakak"


"Rebutlah kalau kamu bisa" umam Ryuki dingin


"Kalian berdua mendebatkan masalah apa?" gumamku bingung


"Ti... Tidak ada kok hehehe" ucp Ryuki dan Tony bersamaan


"Heem mulai lagi" desah Angel menggelengkan kepalanya


"Mmm oh ya... Kenapa kita harus memakai topeng?" tanyaku bingung


"Karena ini pesta elit, pastinya memakai topeng untuk menyembunyikan identitas" jawab Angel santai


"Oh begitu ya, lalu dengan siapa rapatnya?"


"Dengan Samuel dan Sarah"


"Sarah? Siapa Sarah?" tanyaku bingung


"Sarah adalah wanita Samuel sekarang dan tentu saja mantan pacar kakakku" ucap Angel dingin


"Oh mmm begitu ya"


"Kalau bisa kamu harus bisa menolak semua usulannya pada rapat kali ini"


"Usulan apa?"


"Nanti itu kita rapat bisnis jadi kamu nanti berpura - pura menjadi sekretaris pribadiku"


"Oh mmm.. Iya aku akan berusaha" gumamku pelan "Aku tidak menyangka akan bertemu dengan seorang yang mengkhianatiku itu"


Saat aku berada di dalam aula, aku melihat dekorasi pesta yang megah dengan dominan warna emas yang mendominasi pesta itu dan banyak orang yang memakai tipeng dan gaun mewah yang sedang asik berpesta


"Waah banyak juga ya" gumamku terkejut


"Ya mereka orang - orang elite semua"


"Oh ya? Aku tidak pernah melihat orang - orang itu" gumamku


"Ya karena kamu masih kecil dan pastinya ayahmu tidak selalu mengajakmu berbisnis kan?"


"Mmm iya juga sih, pantas aku tidak mengenal semua yang datang disini"

__ADS_1


"Ya begitulah"


Tiba - tiba datang seorang laki - laki bertopeng biru tua datang kepada kami


"Tuan Ryuki ya?"


"Iya..." jawab Ryuki dingin


"Mohon tuan Ryuki mengikuti saya" gumam laki - laki itu berjalan menjauhi kami semua


"Sani kamu disini dulu sebentar ya" gumam Ryuki melepaskan genggaman tangannya dan pergi meninggalkanku


"Siapa dia?" tanyaku


"Gak tau, mungkin rekan kerja kakak"


"Iya mungkin sih" gumamku


"Sani kamu mau makan?" tawar Tony


"Mmm boleh sih"


"Baiklah, ayo ambil makan denganku" gumam Tony menarik tanganku


"Lalu Angel?"


"Biar saja, angel lagi mencari pacarnya itu"


"Oh ya? Angel punya pacar?"


"Ya, dia punya pacar"


"Kalau kamu punya pacar?" tanyaku dan Tony menghentikan langkah kakinya


"Teman saja tidak punya apalagi pacar, kamu satu - satunya teman dekatku dan akan selalu begitu" gumam Tony pelan dan melanjutkan menarik tanganku


"Oh mmm makasih ya Tony"


"Makasih untuk apa?"


"Makasih kamu mau menjadi temanku"


"Iya makasih ya Tony"


"No Problem, andaikan kamu milikku"


"Mmm kamu berbicara apa?" tanyaku bingung


"Eehh... Ti... Tidak ada"


"Kamu bicara apa sih aku gak dengar bisa ulangin lagi gak? Lagu pesta ini sangat keras"


"Tidak, tidak penting kok" gumam Tony malu - malu


"Tidak apa Tony, katakan saja"


"Tidak - tidak udah jangan dipikirkan, sini kamu mau makan apa?" tanya Tony mengalihkan pembicaraan


"Mmm aku minum ini aja deh" gumamku mengambil gelas minuman ringan yang telah di sediakan


"Mmm Sani kamu udah punya pacar?"


"Tidak, aku baru putus"


"Oh ya? Siapa mantan pacarmu itu?"


"Sepertinya kemarin aku pernah memberitahukanmu"


"Belum, kamu pasti sudah memberitahukan ke kakakku aja"


"Oh mmm mantan pacarku itu Samuel"


"Samuel? Laki - laki yang merebut pacar kakak itu?" tanya Tony kaget


"Ya benar sekali, dan dia juga mengambil seluruh harta peninggalan keluargaku yang ada di Jepang"

__ADS_1


"Sepeserpun tidak ada?"


"Ya benar, jadi aku sudah tidak punya harta apapun sekarang"


"Oh ya? Mmm lalu sekarang kamu tinggal dimana?"


"Ya sama Ryuki disuruh tinggal di rumah kalian mulai saat ini. Tapi..."


"Di rumah kami? Baguslah, aku setuju"


"Tapi masalahnya..."


"Kenapa? Kamu tidak suka tinggal di rumah kami?"


"Tidak, bukan begitu. Aku suka banget tapi aku merasa tidak enak saja sama kalian" gumamku pelan


"Tidak enak kenapa?"


"Tidak enak karena aku orang asing yang tidak sengaja ada di rumah kalian dan aku tidak punya uang untuk membayar biaya sewa setiap bulannya"


"Tidak perlu, pasti kakak juga tidak akan setuju kamu menganggapnya biaya sewa kan?"


"Ya benar, malah kakakmu memberikanku kartu kredit tanpa batasnya"


"Ya sudah pakai saja sesuai keinginanmu, sekejam - kejamnya kakak tidak akan mungkin meminta kamu membayar uang sewa selama kamu di rumah kami"


"Tapi kan aku tidak enak juga tahu tinggal dirumah kalian yang mewah itu."


"Anggap aja rumahmu sendiri, malah aku sangat suka kalau kamu tinggal di rumah kami"


"Kamu suka?" tanyaku bingung


"Ya, apalagi kamu temanku. Jadi aku bisa mengajakmu kemanapun aku mau"


"Emang diperbolehkan gitu sama kakakmu?"


"Pastilah, kalau dilarang olehnya mending aku kabur denganmu"


"Kabur denganku? Kenapa harus denganku?"


"Karena kamu temanku"


"Apa karena aku temanmu jadi kamu melakukan apapun harus ada aku? Contohnya aja saat akan ke pesta ini"


"Ya benar sekali"


"Kenapa gitu?" tanyaku penasaran


"Ya, karena kamu teman spesial"


"Teman spesial? Apa itu teman spesial?" tanyaku bingung


"Ya bisa dibilang begitu sih, tapi sudahlah itu tidak penting. Yang penting sekarang kamu adalah temanku"


"Ya Tony aku selamanya akan jadi temanmu kok" gumamku tersenyum


"Serius? Aku senang mendengarkannya"


"Ya aku serius, malah Ryuki memintaku menjaga kalian berdua dan menjadi sekretaris pribadinya mulai sekarang" gumanku menghabiskan minumanku


"Oh ya? Baguslah, setiap hari bisa bersama denganmu"


"Ya Tony" gumamku tersenyum


"Sani..." gumam Ryuki berdiri di depanku


"I... Iya, hmm aku terkejut tahu!!" protesku


"Mari kita ke ruangan rapat, sebentar lagi rapat dimulai"


"Oh mmm baiklah, Tony aku pergi dulu ya"


"Ya kamu harus bisa membantu kakakku ya" gumam Tony tersenyum


"Ya aku akan berusaha" gumamku membalas senyumannya

__ADS_1


"Baiklah mari Sani" gumam Ryuki menggandeng tanganku dengan lembut


"Sani andaikan kamu milikku" gumam Tony pelan, aku bisa mendengar Tony bergumam tapi aku tidak mendengarnya dengan jelas. Apalagi suara musik pesta yang sangat keras membuat telingaku tidak fokus mendengarkan sesuatu perkataan yang pelan


__ADS_2