Tangan Kanan Tuan Muda Mafia

Tangan Kanan Tuan Muda Mafia
Episode 11 : Identitasku Sebenarnya


__ADS_3

Ryuki menggandengku menyusuri lorong yang panjang dan beberapa anak tangga untuk mencapai di lantai atas kami, dia terus menatapku dengan tatapan dingin seperti biasanya jadi aku tidak terlalu terganggu karena memang Ryuki seperti itu


"Ternyata kamu tahu tentang mafia ya?" desah Ryuki menatapku


"Ya, semua tentang mafia aku tahu... Tapi aku masih terkejut aja ayah seorang ketua mafia dulunya, aku pikir karena keluargaku marga tertinggi jadi ayah tahu semua hal tentang mafia" gumamku pelan


"Ya pastinya ayahmu tidak ingin kamu terluka walaupun dia tahu resiko yang akan kamu hadapi dengan status anak keluarga mafia terbesar" gumam Ryuki membuka sebuah pintu kamar yang ada di depan kami


"Ya ayahmu tidak ingin semua orang tahu tentang dirinya" gumam Ryuki santai


"Kenapa di kamar?"


"Ya kita akan beberapa hari disini, lagi pula dikapal pesiar ini datang berbagai macam mafia di seluruh dunia termasuk yang kamu sebutin tadi" gumam Ryuki menutup pintunya


"Maksudmu Moi, Taka Zenn, Nara Zenn, Samuel, Steven, dan Ryan?" tanyaku terkejut


"Ya benar, ternyata kamu hafal semua ketua mafia ya"


"Ya aku hafal kecuali mafia gelap, ayah tidak pernah menyebutkannya. Ayah hanya menyebutkan ketuanya kejam, dingin, dan menyebalkan apalagi ketua yang sekarang" sindirku tertawa


"Dasar yak sukanya mengejek orang" gumam Ryuki mencubit pipiku


"Aduh sakit lah" gerutuku kesal


"Tapi selain itu ada banyak ketua mafia yang datang, termasuk wanita yang menyebalkan" gumam Ryuki kesal


"Wanita yang menyebalkan? Siapa dia?"


"Naila ketua mafia bunga mekar"


"Bunga mekar? Aku tidak pernah mendengarnya?"


"Ya itu mafia biasa jadi tidak terkenal"


"Emang dia siapamu?" tanyaku penasaran


"Dia wanita yang mengejarku dan menyukaiku, iiihh menjijikkan" gumam Ryuki kesal


"Kenapa? Pasti dia cantik"


"Memang tapi tidak ah terimakasih, pasti Taka Zenn atau Moi atau Samuel juga tidak mau dengan dia"


"Kenapa?"


"Ya biasalah dia penggila minuman jadi bisa dibilang otaknya bermasalah" gumam Ryuki santai


"Oh ya Sani coba jelaskan apa alasannya kamu menjadi kelemahan terbesar Taka Zenn?" gumam Ryuki terduduk di sofa kamar


"Tuan Zenn dan ayahku adalah teman baik jadi karena itulah aku dan Taka Zenn sering bertemu dan terkadang kami juga bertarung tapi dia selalu kalah setiap bertanding denganku apalagi aku juga tahu kelemahan dari kekuatannya makanya aku selalu menang. Aku juga sering di ajak ke markasnya dia menceritakan apapun tentang mafia kilat petir, dia sangat percaya kepadaku. Saat aku masih berpacaran dengan Samuel dia sering memarahiku agar aku meninggalkannya tapi tidak pernah aku pedulikan, tapi terakhir kali akau bertemu dengannya. Dia bilang dia akan membawaku pergi menjauhi siapapun yang dianggapnya musuh karena aku berharga baginya..."


"Berharga? Kenapa kamu berharga baginya? Dan apa hubungannya dengan kamu menjadi kelemahannya?" tanya Ryuki bingung


"Ya alasan kenapa aku kelemahan Taka Zenn karena ... Dia calon suami yang dijodohkan orang tua kami. Aku menjadi kelemahan bagi Taka Zenn karena aku dan Taka Zenn termasuk pemimpin mafia Penguasa dan juga pembantu ketua mafia kilat petir" gumamku pelan


"Di... Dia calon suamimu? Dan Kamu juga ketua mafia penguasa?" tanya Ryuki terkejut


"Ya benar, tapi aku selalu menolak perjodohan itu. Aku menganggap Taka Zenn sebagai kakakku dan Nara Zenn sebagai adikku apalagi aku anak tunggal jadi aku sudah menganggap mereka keluargaku" gumamku pelan


"Dan memang aku ketua mafia penguasa, tapi karena aku tidak tertarik akan hal itu, Taka Zenn yang memegang untuk sementara. Tapi aku tetap ketua mafianya"


"Serius? Aku tidak percaya" gumam Ryuki terkejut


"Mafia penguasa itu pengguna pedang beracun" gumamku mengeluarkan pedangku


"Ini adalah pedang beracun mafia penguasa, dan ini simbol mafia penguasa" gumamku menunjukkan simbol dunia di bagian pegangan pedangku


"Aaahh, benar... Ini pedang yang menakutkan itu, pantas saja Taka Zenn kalah denganmu" desah Ryuki


"Ya begitulah, yang tahu identitasku hanya kamu, Taka Zenn, dan Nara Zenn selain itu tidak ada orang yang tahu, bahkan ayahku atau keluargaku sendiri. Kami sama seperti kilat petir menjaga setiap rahasia di dalam mafia makanya tidak ada yang tahu siapa ketua mafia kilat biru dan penguasa" gumamku memasukkan kembali pedangku ke tempatnya


"Aaaa pantas saja aku tidak pernah dapat info apapun tentang mafia penguasa" desah Ryuki mengangguk pelan


"Ya begitulah, jadi rahasiakan hal ini. Kalau sampai ada orang yang tahu aku tidak segan - segan membunuhmu Ryuki" bisikku pelan


"Tenang saja, aku tidak akan melakukannya. Apalagi mafiaku dengan mafia kalian setara dan terbesar di dunia dan kita bersekutu jadi tidak akan ada yang tahu"

__ADS_1


"Tidak juga mafiaku yang terbesar, mafiamu masih bocil" gumamku santai


"Bocil yak?? Mana ada bocil"protes Ryuki kesal


"Ya kamu hanya mampu menangani daratan cina saja tapi kamu tidak bisa mengani se asia pasifik kan" gumamku pelan


"Ya.. itu juga termasuk besar tahu"


"Tidak juga" desahku pelan


"Tunggu jadi yang memusnahkan seluruh mafia di asia pasifik itu kalian?" tanya Ryuki terkejut


"Ya... bisa dibilang seperti itu" gumamku pelan


"Oh aku sangat terkejut, padahal pertama kali kita bertemu kamu seperti anak kecil yang kehilangan rumah ternyata kamu ketua mafia penguasa" desah Ryuki menggelengkan kepalanya


"Baguskan aktingku" tawaku keras


"Itu tidak lucu tahu!!!" protes Ryuki kesal


"Jadi apa tujuanmu berada disisiku?" gumam Ryuki curiga


"Tujuanku? Aku tidak punya tujuan selain membalaskan dendam kepada Samuel, sebenarnya tanpa bantuanmu aku bisa memusnahkan perkumpulan Samuel tapi berhubungan kamu menemukanku dan merawatku jadi ya aku berhutang budi kepadamu jadi aku mau menjadi tangan kananmu dan membantumu menghadapi perkumpulan Samuel sebagai bentuk terimakasih ku"


"Hmmm padahal kamu pemimpin mafia terbesar di dunia kenapa kamu bisa pasrah di hina orang - orang di sekitarmu seperti itu" desah Ryuki menatapku


"Karena mereka hanya salah paham saja dan mereka juga tidak bersalah jadi buat apa aku menghabisi mereka. Kalau langsung bertindak identitasku akan ketahuan" gumamku santai


"Hmmm tidak aku sangka ya mafia terbesar di dunia bahkan ketuanya ditakuti oleh semua orang ternyata masih punya hati"


"Ya karena aku wanita aku masih punya hati, kalau aku laki - laki pasti aku lebih kejam darimu" gumamku santai


"Mmm benar juga, jadi perilakumu sebagai anak keluarga Shin yang lugu polos dan tidak tahu tentang mafia itu hanya akting?"


"Ya bisa dikatakan begitu, Taka Zenn juga melakukan hal yang sama... Maka itulah kenapa mafia kilat petir dan mafia penguasa tidak bisa dikalahkan" gumamku santai


"Ya benar, cara kalian membunuh dan memata - matai sangat menakutkan"


"Tidak juga, biasa saja" gumamku pelan


"Ya benar. Tapi seberapa besar caraku untuk menolak, Taka Zenn selalu menganggapku istrinya dan dia selalu melindungiku apapun yang terjadi...Dan juga seluruh kekuatan mafia kilat petir dan penguasa ada di genggamanku semua... Itulah kenapa aku menjadi kelemahannya Taka Zenn" gumamku serius


"Oh begitu ya, jadi kamu juga yang menyuruh bawahanmu merusak basecamp milikku?" protes Ryuki kesal


"Tidak, aku tidak mengetahuinya. Aku selama ini tinggal denganmu dan aku tidak pernah pergi kemanapun selain denganmu jadi aku tidak tahu apa yang dilakukan Taka Zenn" gumamku santai


"Bisa saja kamu diam - diam menghubungi Taka Zenn untuk menyerang wilayahku" gumam Ryuki menatapku serius


"Aku jarang berhubungan dengan Taka Zenn melalui handphone, kami lebih sering melakukannya lewat pertemuan langsung. Kalau kamu tidak percaya, ini handphoneku jadi kamu bisa mengecek isi dari handphoneku" gumamku menyerahkan handphoneku dan Ryuki membuka seluruh pesan di handphoneku


"Ya aku percaya" desah Ryuki mengembalikan handphoneku


"Aku tidak menutup - nutupi apapun yang aku lakukan bahkan identitasku kepadamu, itu sebagai bentuk terimakasihku karena kamu sudah menyelamatkanku dan menjaga ayahku selama ayahku menjadi ketua mafia gelap" gumamku santai


"Aku melakukannya karena Tuan Shin adalah bosku"


"Ya aku tahu kok, itulah kenapa aku berterimakasih kepadamu. Ya walaupun tidak seluruhnya aku memberitahukanmu"


"Hmmm ya aku tahu, kalian sangat menjaga kerahasiaan"


"Ya benar, itu prinsip kami" desahku menyandarkan tubuhku di sofa


"Ngomong - ngomong apa yang akan Taka Zenn lakukan kalau dia tahu kamu milikku sekarang?" gumam Ryuki menatapku


"Entahlah, tapi bisa aku tebak dia akan marah" gumamku pelan


"Oh benarkah? Apapun yang terjadi, milikku akan terus menjadi milikku dan tidak akan berubah" gumam Ryuki mencium bibirku dengan lembut yang membuatku terkejut


"Kenapa kamu menciumku?" tanyaku terkejut


"Kamu ingin tahu kan apa jawabanku, itulah jawabanku" gumam Ryuki dengan wajah memerah


"Jawaban? Haaah? Aku tidak mengerti" gumamku bingung


"Aku menyukaimu, sangat menyukaimu"

__ADS_1


"Halah gombal, jangan bilang karena aku ketua mafia penguasa kamu bilang kamu menyukaiku" gerutuku kesal


"Tidak juga, aku menyukaimu saat kamu menjadi milikku bahkan jauh sebelum aku mengetahui identitasmu" gumam Ryuki dengan wajah merahnya


"Oh benarkah? Aku terkejut kamu menyukaiku" gumamku pelan


"Aku benar - benar menyukaimu Sani Shin" gumam Ryuki menciumku kembali, ingin rasanya aku mendorong laki - laki menyebalkan di depanku ini tapi kekuatannya snagat besar saat ini


Krrriinnnggg... Krrriinggg


Tiba - tiba handphoneku berbunyi untuk pertamakalinya setelah sekian lama tidak pernah berbunyi. Yah anamanya juga oang jomblo, aku mendorong Ryuki sekuat tenagaku dan mengangkat telpon yang ternyata dari Taka Zenn


"Hallo..." gumamku dingin


"Hallo Sani" gumam Taka Zenn menjawab teleponku


"Ada apa Taka?" gumamku pelan


"Taka?" gumam Ryuki terkejut, aku langsung membungkam bibir Ryuki


"Siapa itu?" tanya Taka Zen terkejut


"Siapa? Tidak ada siapa - siapa disini" gumamku berbohong


"Kamu jangan membohongiku Sani!! Apa dia Ryuki?" gumam Taka dingin


"Ada apa kamu meneleponku?" gumamku mengalihkan pembicaraan


"Kamu sedang di kapal pesiar kan dengan Ryuki?"


"Ya aku ada di kapal pesiar? Kenapa kamu tahu?" gumamku pelan


"Apa yang tidak aku ketahui"


"Jadi apa maumu?" gumamku dingin


"Aku ingin bertemu denganmu sekarang, ada sesuatu hal yang ingin ku bahas masalah perkumpulan" gumam Taka serius


"Masalah perkumpulan saja? Bukan masalah aku dengan Ryuki?" gumamku dingin dan melepaskan tanganku dari bibir Ryuki


"Ya masalah perkumpulan, kalau masalah kamu dengan Ryuki itu bisa dibicarakan nanti" gumam Taka dingin


"Kamu tidak cemburu ya, tumben Taka tidak cemburu" sindirku


"Hei kamu istriku ya, aku juga pasti cemburu... Ada hal lainnya yang lebih penting, masalah Ryuki bersamamu itu aku akan mengurusnya setelah masalah penting ini selesai" gumam Taka Zenn dingin


"Masalah apa?"


"Kan sudah aku katakan ini masalah perkumpulan, kalau bisa secepatnya kemari. Aku ada di langit" gumam Taka Zenn memberiku kode. Langit itu artinya ada di atas


"Oh okelah, aku akan segera kesana" gumamku menutup teleponku dan beranjak dari sofa


"Kamu mau kemana?" gumam Ryuki memegang tanganku


"Aku mau bertemu dengan Taka Zenn"


"Tidak boleh"


"Kenapa juga..." gumamku kesal


"Kamu milikku dan kamu harus mematuhi perkataanku!!"


"Oh apa kamu cemburu?" sindirku dingin


"Ya aku cemburu"


"Hahaha, kenapa dua orang ini sama -  sama cemburu sih" deshaku menepuk dahiku


"Buat apa juga kamu cemburu, aku bertemu dengan Taka Zenn karena ada permasalahan di perkumpulanku. Jadi aku harus tahu" gumamku mencoba melepaskan  genggaman Ryuki yang kuat itu


"Hmm baiklah, kamu boleh pergi. Lagi pula mafia penguasa juga sudah menjadi sekutu mafia gelap" desah Ryuki melepaskan genggamannya


"Oh benarkah? Sejak kapan aku bilang kami mau bersekutu dengan mafia gelap? Dan juga mau bersekutu dengan mafia penguasa itu tidak mudah loh" gumamku dingin dan berjalan meninggalkan kamar itu


"Hei kamu dasar rubah licik!!!" teriak Ryuki kesal

__ADS_1


Aku mendengar teriakan Ryuki membuatku sediki tertawa, dikira Ryuki aku berada di sisinya itu sama saja kami sudah bersekutu tapi aku saja tidak berfikir kearah itu. Yang terpenting sekarang masalah apa yang dimaksud Taka Zenn, aku harus tahu...


__ADS_2