TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
PERKARA OBAT


__ADS_3

"Ahhhhh sial kenapa aku jadi begini , sebelum nya aku tidak pernah merasa bersalah pada siapapun apa yang sebenarnya terjadi padaku!!"gerutu arsenio.


**************


Karena dihantui oleh rasa bersalah yang membuat arsenio sama sekali tidak bisa menutup matanya akhirnya arsenio memutuskan untuk menghampiri Aqila di kamarnya.


Ketika sampai di kamar Aqila ,arsenio melihat gadis itu sedang menggigil kedinginan.


"Kau kenapa ya ampun badan mu panas sekali."ucap arsenio sembari memegang kening Aqila.


"Tidak apa apa tuan biarkan aku mati saja."jawab Aqila.


"Dasar bodoh apa yang kau ucapkan itu!"bentak arsenio.


Akhirnya Arsenio mengambil handuk hangat ,lalu dia mengompres Aqila yang demam .


***************


keesokan paginya Aqila merasa badannya remuk,dia kesusahan untuk bernapas karena merasa ada benda berat yang menimpanya.


Perlahan Aqila membuka matanya dia melihat dada bidang yang berotot di penuhi bulu.


"Aaaaaaa ."teriak Aqila.


Aqila berusaha melepaskan diri dari pelukan sang duda mafia itu ,tetapi semakin dia berusaha lepas semakin erat arsenio memeluknya.


"Sttttt jangan berisik atau ku potong lidahmu , diam lah sebentar biarkan seperti ini."ucap arsenio mempererat pelukannya.


Mendengar ancaman dari bos mafia itu Aqila hanya bisa diam meskipun merasakan badannya yang seakan remuk.


********************


Di Markas bawah tanah...


"Sepertinya sebentar lagi gajih ku akan naik dua kali lipat."ucap Leo.


"apa maksudmu?"tanya yang lain dengan kompak.


"Tadi malam aku melihat bos menghampiri Aqila mungkin dia tidur berdua dengan nya."Jawab Leo dengan wajah julid nya.


"Lalu apa hubungannya Dengan kenaikan gaji mu?"tanya David.


"Bodoh...kau lupa kita taruhan sama bos jika dia mencintai Aqila kita akan di beri satu permintaan."jawab Leo.


"Lalu bagaimana kalau kita kalah."timpal Lion.


"kalau kita kalah kau saja yang menjadi tumbalnya."jawab Leo.


Hahahaha....

__ADS_1


Seketika Roy dan yang lainnya tertawa dengan lepas , berbeda dengan ekspresi wajah Arka yang tampak tidak suka dengan apa saja yang baru ia dengar.


"kau kenapa wajahmu masam."tanya Roy.


"Mungkin aku butuh hiburan."jawab Arka sambil bergegas pergi.


"Kau mau kemana kawan?."tanya Lion.


"Menemui gadis gadis kum"jawab singkat Arka.


"Dasar kau pagi pagi begini....aku ikut ya."timpal Lion sambil mengejar Arka.


Yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan temannya itu yang tidak cukup dengan satu wanita saja.


******************


Di kamar Aqila...


"Tuan...badanku rasanya sangat hancur."ucap Aqila.


Mendengar itu seperti hipnotis bagi arsenio,Dia langsung bergegas bangun dari tidur nya yang nyenyak itu,Baginya sudah lama tidak tidur selelap seperti tadi malam.Dan ketika tidur bersama Aqila rasanya sangat lah nyaman.


"Apa kau sudah memakan obatmu?"tanya arsenio.


"Aku tidak mau tuan aku tidak bisa makan obat obat yang besar itu."jawab Aqila dengan menutup mulutnya.


"Omongan mu saja yang katanya ingin mati,baru ku suruh untuk meminum obat saja kau sudah merengek seperti ini."ucap arsenio sembari terkekeh kecil.


"Ada yang bisa saya bantu tuan."tanya bi Marni(pelayan tertua di Mansion arsenio),Dia baru saja kembali ke mansion setelah beberapa hari pulang ke kampung halaman nya.


"Bi kau sudah pulang rupanya kenapa tidak mengabariku?"tanya arsenio.


"Tidak apa apa tuan bibi tidak mau merepotkan mu."jawab bi Marni.


Melihat arsenio yang berbicara dan memperlakukan seseorang dengan lembut seperti itu membuat Aqila terkejut,dia baru melihat sisi lembut seorang mafia kejam seperti Arsenio.


"Perkenalkan non nama Marni non bisa panggil saya dengan sebutan bi Marni,saya pelayan tertua disini."ucap bi Marni dengan tersenyum hangat.


"Saya Aqila bi."jawab Aqila dengan senyum manisnya.


Melihat Aqila bi Marni seakan mengetahui betapa lugu dan polosnya gadis ini bi Marni berharap agar Aqila kelak menjadi pendamping hidup arsenio yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri.


"Bi tolong bawakan sarapan untuk nya jangan lupa pastikan bahwa dia sudah meminum obatnya paksa saja kalau dia tidak mau,aku akan pergi ke perusahaan."ucap arsenio bergegas pergi.


*******


"Non...bibi akan membawakan sarapan untuk mu nona tunggu dulu sebentar ya."ucap bi Marni.


"Ah bibi jangan panggil saja aku Aqila."jawab Aqila dengan tersenyum hangat.

__ADS_1


"Baiklah bibi akan pergi memhuatkan sarapan untukmu."ucap bi Marni pergi menuju dapur.


*************


Di Kantor...


Arsenio barram selain menjadi seorang mafia dan memiliki bisnis ilegal yang besar dia juga memiliki sebuah perusahaan besar yang terkenal dengan sebutan arsen company itu , perusahaan itu terkenal karena perkembangan pesatnya di berbagai bidang.bahkan arsen company berdiri sendiri tanpa membutuhkan investor dari perusahaan yang lain.


Melihat kedatangan pemilik perusahaan itu semua karyawan di perusahaan serempak menundukkan kepalanya.


"Selamat datang tuan besar ada sesuatu yang harus saya sampaikan."ucap Jon (sekertaris arsenio).


"Baiklah ikuti aku."balas arsenio berjalan menuju ruangan pribadinya di perusahaan itu.


***********


Di ruang pribadi Arsenio...


"Tuan aku ingin meminta ijin untuk mengundurkan diri menjadi sekertaris di perusahaan ini."ucap Jon.


"Mengapa? apakah bayaran ku terlalu kecil?"tanya arsenio.


"Tidak tuan, bukan seperti itu,aku harus pergi ke negara x karna mendapatkan kabar kalau ibuku sakit sakit an aku ingin fokus merawat kesehatan ibuku terlebih dahulu."jawab Jon.


"Baiklah jika itu alasannya kau boleh kapan saja untuk kembali bekerja di sini jika kau mau,tapi Carikan orang untuk menggantikan posisi mu sementara waktu."ujar Arsenio.


"Baik lah tuan kau tidak usah khawatir aku punya teman baik untuk menggantikan posisi ku sementara waktu."jawab Jon.


Baiklah dia boleh masuk mulai besok.


******************


Di MANSION...


"Aduh non ini obat terakhir jika nona memuntahkan nya lagi maka obat nya akan habis bisa bisa tuan marah pada mu."ucap bi Marni.


"Aku tidak bisa makan obat ini bi...rasanya tidak enak,sangat pahit sekali."ucap Aqila dengan muka yang pucat.


"Ayo non coba sekali lagi jangan menyerah ."ucap bi Marni memberikan semangat.


Saat Aqila hendak memuntahkan lagi obat yang berusaha dimakannya,tiba tiba ada arsenio yang menatap nya dengan tajam di dekat pintu dan menghampiri nya .


"Telan dan jangan berani beraninya kau muntahkan."perintah arsenio menghampiri Aqila.


Mendengar perkataan arsenio Aqila berusaha sekuat tenaga nya untuk menelan obat ayang ada pada mulutnya,tapi tiba tiba....


Huek...


Aqila muntah mengenai jas yang di pakai arsenio dengan tidak sengaja ,melihat itu membuat Aqila sangat ketakutan, begitu pun dengan bi Marni yang takut terjadi sesuatu pada Aqila karna membuat arsenio marah.

__ADS_1


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN JIKA KALIAN SUKA DENGAN KARYA TERBARU INI YAAA, JIKA ADA MASUKAN UNTUK AUTHOR KETIK SAJA DI KOMENTAR TERIMAKASIH.ENJOYYYY🥰


__ADS_2