TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
HARI KELAHIRAN PILU ARSENIO


__ADS_3

"Ku rasa musuh bos sekarang sangat berbahaya dia sepertinya mengetahui kehidupan masa lalu bos kita dan menggunakan itu sebagai senjata untuk menyerang mentalnya."ucap Arka.


"Kau benar kita harus secepatnya mengumpulkan bukti untuk menemukan pelaku yang sebenernya."ucap Leo.


Mereka pun berdiskusi dengan serius untuk mengatasi masalah yang cukup berat ini.


****************


Aqila perlahan membuka matanya sinar matahari pagi telah menembus tidurnya yang nyenyak. Dia melihat arsenio yang masih tertidur dengan tangan kokohnya yang melingkari tubuh Aqila,namun Aqila melihat wajah arsenio yang sedikit pucat berbeda dengan hari hari lainnya.


"Tuan...apa kau sakit?"ucap Aqila memeriksa suhu tubuh arsenio dengan memegang keningnya.


Namun arsenio tidak membuka matanya sama sekali dan itu membuat Aqila sedikit khawatir.


"Tuan...badan mu panas sekali apa kau sakit?"tanya Aqila dengan nada panik.


Mendengar Aqila yang terus saja mengoceh membuat arsenio harus membuka matanya dengan paksa,setelah arsenio membuka mata dia hanya melihat wajah Aqila tanpa menjawab satu pun pertanyaan yang Aqila lontarkan.



"Maap aku lancang."ucap Aqila setelah melihat arsenio membuka matanya.


"Aku senang kau khawatir sayang."ucap arsenio sembari mengecup kening Aqila.


Mendapatkan perlakuan itu membuat Aqila membeku seketika,ini kali pertama dia di cium oleh seorang laki laki yang baru saja dia kenal.


"kau segera siapkan dirimu ,aku akan membawamu ke suatu tempat."ucap arsenio.


"Kemana tuan?"tanya arsenio.


"Aku tidak suka menjawab pertanyaan seperti itu,cepatlah bersihkan dirimu."ujar Arsenio.


Aqila pun langsung bergegas pergi untuk membersihkan dirinya, dia bingung karena pada hari ini arsenio terlihat berbeda suasana hatinya seakan tidak baik baik saja.


***************


DI RUANG MAKAN.....


Keempat sejoli yang sudah duduk dan berkumpul disana tampak sedang menunggu arsenio untuk makan pagi bersama.


"Bi kau lihat bos tidak kenapa dia lama sekali,aku sudah sangat lapar."keluh Lion.


"Kalian ini hanya memikirkan makanan saja,apa kalian lupa hari ini hari apa?"tanya bi Marni.


"Hari Senin kan bi?"Lion malah kembali bertanya.


"Aduh den..hari ini hari ulang tahun tuan apa kalian tidak ingat."ujar pa Anto yang tiba tiba muncul.

__ADS_1


Mendengar itu keempat sejoli segera menyadari bahwa hari ini adalah hari bahagia sekaligus hari yang menyedihkan bagi bos nya.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang."tanya David.


"Aku juga bingung."jawab Leo.


Dari tahun ke tahun arsenio tidak pernah merayakan hari kelahiran nya,bukan karna tidak mampu melainkan arsenio akan teringat sebuah kejadian yang membuatnya trauma di masa lalu dan hal itu terjadi tepat pada hari dimana arsenio di lahir kan.


"Apa sebaiknya pada tahun ini kita membuat pesta kecil saja, semoga saja tuan akan suka."usul bi Marni.


"Apa bibi yakin bos akan menyukainya?"tanya Arka.


"Setidaknya bibi lihat sekarang kehidupan tuan sedikit lebih berwarna setelah non Aqila hadir di kehidupan nya."


Di tengah perbincangan mereka Arsenio pun menghampiri meja makan dengan Aqila yang sudah terlihat sangat rapih.


"Wah...akhirnya kau datang juga bos."ujar Leo.


"Aku akan makan di luar ,hari ini aku akan pergi tanpa pengawal."ujar Arsenio.


"Tapi bos kondisi sekarang sedang tidak aman ,bisa saja musuh sedang mengintai."ucap Lion.


"Aku tidak peduli,ini perintah!!!"ucap arsenio sembari menarik tangan Aqila ke luar mansion.


"Tuan...kenapa kita makan di luar padahal di kastil mu ini ada chef seperti di restoran saja makanan nya juga melimpah."ujar Aqila .


Arsenio pun menaiki mobil sport nya tanpa di dampingi sopir pribadinya,mobil pun melaju meninggalkan mansion.



************


Seorang pengawal yang melihat kepergian arsenio tanpa di kawal langsung memberikan informasi kepada seseorang yang dia sebut sebagai bos.


"Bos , arsenio sedang keluar bersama wanita nya entah kemana yang pasti mereka pergi tanpa di kawal."ucap pengawal itu di telpon.


"Informasi yang bagus aku akan memberimu bayaran yang besar."jawab seorang pria di telpon.


"terimakasih bos."ucap pengawal itu menutup telpon.


*****************


Mobil arsenio terus melaju ke dalam pedalaman hutan dan itu membuat Aqila sedikit takut melihat di sekelilingnya yang merupakan hutan belantara.


"Kita mau kemana tuan ?"tanya Aqila.


"Nanti kau juga akan tau."jawab arsenio.

__ADS_1


Hingga akhirnya mobil arsenio terparkir di depan sebuah gubuk di tengah tengah hutan .


"Ayo!"ucap arsenio


"Apa kau ingin membunuh ku tuan?"tanya aqila yang sudah merasa perasaan tidak enak.


Arsenio hanya tersenyum mendengar perkataan Aqila yang tidak masuk akal menurut nya.


"Apa kau setakut itu padaku hmm?"tanya Arsenio.


Aqila hanya menundukan kepalanya.Mereka berdua pun turun dari mobil berjalan menuju gubuk itu.


Arsenio membuka pintu gubuk itu dan masuk diikuti oleh Aqila.


Aqila tertegun ketika melihat isi dari gubuk itu yang merupakan sebuah ruangan yang sangat rapih dan minimalis tidak seperti penampilan luarnya yang terlihat sangat kumuh.terlihat disana banyak sekali Poto yang di pajang di sepanjang tembok gubuk itu,Aqila melihat sebuah pigura yang paling besar diantara yang lainnya disana terdapat Poto sebuah keluarga dengan dua anak kecil yang sedang di gendong oleh ayah dan ibunya.


"Setiap hari kelahiran ku,aku selalu datang kemari,


disini aku bisa mengenang masa masa bahagia ku dulu."ucap arsenio sembari menatap Poto Poto itu dengan tatapan sendu.


"Apa itu kau tuan?"tanya Aqila.


"Ya...itu aku."jawab arsenio.


"Siapa anak kecil yang satunya apakah saudara mu tuan?"tanya Aqila.


Arsenio menatap gambar anak kecil yang di tunjukan oleh Aqila ,arsenio menjawab pertanyaan itu dengan menghembuskan napas berat.


"Dia kakak ku ,aku tidak tau dimana keberadaan nya sekarang kami terpisah sejak kecil."ucap arsenio dengan nada yang berat.


Melihat kesedihan di wajah arsenio Aqila mengerti bahwa ada masa lalu kelam yang membuat arsenio menjadi seperti sekarang.


Disana arsenio mengajak Aqila melihat lihat Poto keluarganya dan juga koleksi senjata arsenio yang di turunkan oleh mendiang kakek nya kepadanya.


Ketika arsenio sedang bercerita tentang kehidupan nya tiba tiba di luar terdengar suara tembakan yang membuat Aqila sangat terkejut dan merasa takut.


"Keluar kau arsenio barram!!"ucap seseorang di luar.


Arsenio mengintip di celah ruangan dan mendapati bahwa arsenio telah di kepung.


"Tuan ada apa ini?"tanya Aqila dengan sangat panik.


"kau tenang lah dulu dengarkan aku,kita sedang di kepung oleh musuh tidak ada jalan keluar selain menghadapi mereka semua kau hanya perlu bersembunyi di belakang ku dan jangan pernah menjauh kita akan baik baik saja"ucap arsenio meyakinkan Aqila.


Arsenio pun menyiapkan senjatanya dan bersiap siaga melawan musuh nya dengan jumlah yang banyak.


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2