TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
BENCI


__ADS_3

Arsenio yang perlahan membuka matanya merasakan kepalanya yang sedikit pusing, dia melihat ruangan sekeliling nya yang bukan merupakan kamar di mansion nya seketika itu juga arsenio tersadar dengan apa yang telah di lakukan nya semalam.


Arsenio segera berbalik dan terlihat aqila tanpa mengenakan busana dengan beberapa luka ditubuhnya,Aqila nampak masih menutup matanya entah dia tertidur ataupun pingsan yang jelas sekarang arsenio sangat sangat merasa bersalah ketika melihat luka luka itu di tambah dengan adanya bercak darah di atas sprei yang mereka kenakan.


"Astaga...maapkan aku...sialan."ucap arsenio mengacak ngacak rambutnya dengan frustasi.


********


David terus saja menatap wajah Rahel yang masih terbaring lemas di atas tempat tidur dengan muka yang masih pucat,entah mengapa rasanya David tidak tega mengingat perlakuan kedua orang tua nya memperlakukan Rahel dengan kejam bahkan lebih dari binatang.


********


Sindi sangat khawatir karna sudah berapa hari ini Rahel tidak terlihat,bahkan jika dia menghampiri ke rumah nya, ibu dan ayah Rahel hanya mengusir nya tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Kau di mana si hel sahabat mu ini khawatir dengan keadaan mu,lihat saja jika kau kembali aku akan menjitak kepalamu." gerutu Sindi.


"Kenapa melamun neng?" tanya si mbok yang membantu Sindi berjualan di saat Rahel tidak ada.


"Gapapa mbok Sindi hanya rindu sama Rahel dia tidak ada kabar apa pun soalnya,anak itu memang ceroboh." ucap Sindi yang mengeluarkan unek unek nya.


"Neng doakan saja semoga teman neng sehat selalu di mana pun dia berada." ucap si mbok menasehati Sindi.


Sindi hanya cemberut dan mengangguk angguk kan kepalanya.


********


DI KAMAR HOTEL....


Aqila perlahan membuka matanya , seluruh tubuhnya terasa sangat sakit terutama pada bagian bawah.


Aqila melihat arsenio yang sedang menatapnya dengan tatapan rasa bersalah,Aqila mulai sadar dan mengingat kejadian semalam dia langsung memeriksa tubuhnya dan berharap kejadian itu hanyalah mimpi,namun naas Aqila melihat tubuhnya yang tidak mengenakan sehelai kain pun juga terlihat beberapa lebam di tubuhnya itu yang di sebabkan oleh ganasnya arsenio semalam.

__ADS_1


Mata Aqila seketika berlinang air mata ,Aqila memeluk dirinya sendiri yang bergetar dengan hebat.


Arsenio yang melihat itu menurunkan egonya dan segera meminta maap pada Aqila.


"Aqila maap kan aku ,aku tidak sengaja." ucap arsenio dengan berusaha memeluk tubuh Aqila untuk menenangkan nya.


Namun, tubuh Aqila menolak sentuhan dari arsenio itu, hati Aqila sangat teriris mengingat bagaimana arsenio memperlakukan nya dengan sangat kasar semalam dan hal itu membuatnya sangat trauma.


"Pergi kau orang jahat, kau sangat kejam melebihi iblis." Teriak Aqila dengan suara yang bergetar,kini rasa takut nya terhadap arsenio tidak tersisa sedikit pun karna sekarang hati Aqila telah di penuhi dengan kebencian.


Mendengar itu sedikit membuat amarah arsenio terpancing,selama ini tidak ada yang berani berkata seperti itu pada arsenio karna kekuasaan nya yang membuat orang lain selalu tunduk padanya dan hal itu lah yang membuat arsenio tidak memiliki perasaan bersalah dan tidak pernah meminta maap pada siapapun.


"Aku sudah meminta maap ,pantas kah kau berbicara seperti itu padaku?" tanya arsenio menatap tajam ke arah Aqila.


"Apa kata maap mu membuat kesucian ku kembali ?" ucap Aqila sembari terus meneteskan air mata.


"Aku sudah memberimu kehidupan yang layak,bahkan kau tidak perlu mengganti itu semua,tidak ada salah nya jika aku meminta kesucian mu sebagai gantinya kan." ucap arsenio yang sedang terpancing oleh kemarahan.


"Aku tidak menculik mu, ibu mu yang menjual mu padaku sayang." ucap arsenio dengan nada yang menekan.


"Kau memang seorang yang tidak mempunyai hati!!! kau sangat kejam melebihi iblis aku tidak mau jika harus hidup bersama mu lagi bajingan." ucap Aqila dengan lantang.


Emosi Arsenio telah di buat memuncak oleh Perkataan Aqila yang lantang itu hingga...


PLAK...


Dengan sangat kerasnya arsenio menampar wajah Aqila hingga sudut bibir Aqila kembali mengeluarkan darah yang segar.


"Jaga bicaramu,jika kau pikir aku akan diam saja karna aku telah berperilaku lembut padamu kau salah.sampai kapan pun kau akan tetap menjadi milik ku aku telah membeli mu dan aku punya hak atas hidup mu kau mengerti!!!." ucap arsenio dengan mencengkram erat pipi Aqila.


Aqila meringis kesakitan namun,sakit fisik nya tidak sebanding dengan sakitnya luka hati Aqila yang telah mulai membuka hati nya kembali untuk arsenio namun arsenio membuat luka yang lebih dalam di sana.

__ADS_1


**********


Seperti yang telah di janjikan tuan Toni,mereka sekeluarga sedang menikmati liburan nya di pantai.


Amara tampak senang bermain pasir putih dan menikmati ombak pantai dengan angin yang berhembus kencang menerpa wajah nya.


Dia terlihat seperti anak kecil yang berlari kesana kemari menikmati liburan bersama keluarga nya itu.


"Amara mari kita makan terlebih dahulu agar kau tidak sakit sayang." teriak ibu Amara yang memanggil nya untuk mengajak Amara makan terlebih dahulu.


"Baik Bu Amara datang." teriak Amara sembari berlari ke arah orang tua nya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk sarapan di sebuah Restauran di dekat pantai itu kedua orang tua Amara sangat senang melihat anak nya yang sudah ceria kembali,tuan Toni mengira jika kemurungan anak nya terjadi karna ada pertengkaran kecil diantara putrinya dengan arsenio tetapi pertengkaran itu sudah ter atasi hingga putrinya bisa ceria seperti semula.


*********


Lion,Arka dan Leo sedang menyantap sarapan nya di mansion,mereka bingung karna pagi itu di mansion sangat sepi.


"Kemana yang lain nya bi?" tanya Arka pada bi Marni.


"Bibi tidak tau, tetapi jika tidak salah non Aqila dan tuan arsenio semalam pergi ke apartemen sekertaris nya ada urusan katanya." jawab bi Marni.


"Kalo David bi ,apa kau melihatnya?" tanya Leo.


"Kalo den David bibi kurang tau ." jawab bi Marni.


"Kemana bocah satu itu." ucap Lion sembari mengunyah makanan nya.


Akhirnya mereka melanjutkan sarapan paginya dengan mood yang kurang baik lantaran di mansion sangat lah sepi hingga yang terdengar hanyalah suara sendok dan garpu yang saling beradu .


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰,

__ADS_1


__ADS_2