TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
REKAMAN PEMBANTAIAN(1019)


__ADS_3

BRAK ......


Melihat itu sangat membuat arsenio terpukul dan seketika amarahnya memuncak.


Dalam keadaan yang mabuk arsenio membantingkan semua barang yang ada di sana, dia memukul dirinya sendiri dengan sangat frustasi, hingga suara bising itu terdengar dengan jelas di dalam mansion.


"Suara apa itu bi?" tanya Aqila yang menghampiri BI Marni.


Lion Leo dan David pun menghampiri asal suara itu yang berasal dari tempat kerja bos nya.


"Non sebaiknya tunggu disini , biar mereka yang mencari tahu." ujar bi Marni dengan wajah yang sangat khawatir.


*************


"Pintunya di kunci." ucap David dengan masih berusaha membuka pintu ruang kerja arsenio.


"Bos apa yang sedang kau lakukan , buka pintunya." teriak Lion dan Leo dengan mengetuk ngetik pintu itu.


Namun tidak ada jawaban sama sekali hingga suara berisik itu menjadi hening sejenak dan itu membuat mereka semakin panik.


Aqila berlari ke atas menghampiri ruang kerja suaminya, dia tidak mendengarkan bi Marni yang mencegahnya untuk kesana.


Begitu juga dengan Arka yang ter papah papah mengikuti sumber suara itu.


"Tuan...apa kau baik baik saja tolong buka pintunya aku mohon..." teriak Aqila dengan Isak tangis nya.


"Tolong buka pintunya aku takut jika sesuatu terjadi padanya." ucap Aqila pada ketiga sejoli itu.


"Minggir, kami akan mendobraknya." ucap David dengan mengambil ancang ancang.


BRAK....


Pintu berhasil di dobrak, pemandangan yang mereka lihat sangat lah buruk, semua yang ada di dalam sana sudah tampak sangat kacau, kaca botol berserakan di mana mana dan terdapat bercak darah pada tembok yang mereka lihat.


Dan mereka menemukan kondisi arsenio yang tampak berantakan dengan darah mengalir pada hidung dan dahinya, Aqila yang melihat itu segera memeluk arsenio debgan tangis nya yang pecah.


"Apa kau baik baik saja kenapa kau seperti ini." ucap Aqila dengan memeluk arsenio yang sedang meringkuk dengan mata yang merah dan sembab.


Arka yang baru sampai ke ruangan itu sangat syok melihat semuanya, dia tau jika bos nya seperti itu ada hal yang membuatnya trauma atau pun mengingatkan hal kelam kehidupan bos nya.

__ADS_1


Tanpa berbicara Arka langsung melihat ke komputer yang masih menyala itu, dan benar saja Arka menemukan rekaman yang membuat bos nya bisa sampai seperti ini.


Arka pun membawa CD nya untuk di simpan dan di tunjukan pada ke tiga sahabat nya agar secepatnya mengetahui pelaku pembunuhan orang tua bos nya itu.


Lion dan Leo segera membopong tubuh bos nya yang sudah dalam keadaan mabuk berat, mereka mengantarkan arsenio ke kamar nya dengan diikuti oleh Aqila.


Sedangkan David di tarik oleh arka untuk memberitahu hal yang baru saja dia lihat.


"Astaga.....pantas saja." ucap David setelah melihat rekaman Vidio itu.


********


"Panggilkan doktor sekarang ,atau kita bawa saja ke rumah sakit." ucap Aqila dengan panik.


Namun, lion dan Leo sudah tau jika bos nya seperti ini dia akan marah jika mereka berniat membawanya ke rumah sakit atau sekedar memanggil dokter untuknya sebab arsenio tidak ingin keadaan rapuh nya di ketahui oleh orang lain yang bukan dia percaya.


Ketika lion dan Leo sudah membaringkan tubuh arsenio ke kasur mereka pun berlalu pergi tanpa menjawab sepatah kata pun dari ucapan Aqila, mereka hanya memberikan kotak p3k pada Aqila untuk mengobati luka arsenio.


Dengan tangan yang bergetar Aqila pun memasangkan perban di kepala arsenio yang terluka, ketika Aqila sedang membersihkan luka di hidungnya dengan tiba tiba arsenio memeluk tubuh Aqila dengan sangat erat sembari menangis tersedu sedu.


Aqila sangat sakit sekali melihat keadaan arsenio ketika sedang sangat rapuh seperti ini, meskipun Aqila tidak tau apa penyebabnya namun saat ini Aqila hanya bisa berusaha membuat arsenio merasa tenang.


"Aku tidak akan meninggalkan mu, aku sangat mencintaimu..." balas Aqila membalas pelukan arsenio dengan sangat erat.


Baginya, sekarang arsenio adalah kehidupan nya meskipun arsenio pernah berbuat kejam pada Aqila namun sekarang arsenio mampu berubah dan perhatian dan kelembutan yang di berikan arsenio padanya mampu membuat hati aqila menjadi luluh kembali.


***********


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Lion dan Leo setelah mengetahui masalahnya.


"Sejak dulu bos mencari pelaku yang membantai keluarga nya namun tidak pernah kita temukan sebab tidak ada jejak yang jelas dan sekarang wajah nya telah terpampang dengan sangat jelas di rekaman , kita harus segera mendapatkan pelakunya dan jika sudah dapat kita akan menyerahkan semuanya pada bos." ucap Arka dengan tidak terima melihat bos nya sengsara seperti ini.


"Aku setuju." balas David.


Mereka pun segera membereskan tempat yang sudah seperti kapal pecah itu lalu pergi ke basecamp untuk berunding.


**********


Arsenio tertidur dalam pelukan hangat Aqila, dengan hati hati Aqila membaringkan suaminya itu, lalu dengan perlahan membersihkan luka yang belum selesai dan membuka sepatu juga kaos kaki yang di gunakan arsenio, setelah itu Aqila ikut berbaring di samping arsenio dengan menatap wajah suaminya yang terlelap tidur itu lalu Aqila pun ikut terlelap tidur di sampingnya.

__ADS_1


*********


"Jadi selama ini kau kemana?" tanya sindi pada Rahel.


"Aku terkunci di rumah David apa kau percaya itu, hidupku sangat sial sekali." balas Rahel dengan muka yang kesal.


"Hah? apa kau yakin?" tanya Sindi dengan tidak percaya.


Rahel pun menceritakan semuanya yang telah dia alami dua hari kebelakang, Sindi mendengar kan detail cerita sahabatnya dengan terbawa suasana hati.


"Bener bener tu bocah, harus di kasi pelajaran." teriak Sindi dengan sangat kesal.


"Neng mie ayam satu ya di makan di mari." ucap bang Udin salah satu pelanggan setia mereka.


"BIKIN AJA SENDIRI!!!" balas sindi dengan muka yang muram.


"lho kan Eneng yang jualan masa Abang yang bikin." ucap bang Udin.


"ABANG GA TAU APA SAYA LAGI EMOSI GANGGU MULU AH." teriak Sindi dengan emosi.


Rahel hanya tertawa melihat tingkah kocak sahabatnya itu.


"Duduk bang saya buat kan."ucap Rahel dengan masih tertawa.


"Si neng itu aneh bener buset." ujar bang Udin sembari duduk menunggu mie ayam pesanannya.


***********


"Apa baba yakin kali ini kita akan berhasil?" tanya arkanza.


"Tenang saja anak ku, kita pasti bisa mengalahkan Arsenio dengan bantuan mafia lain nya." jawab baba dengan tersenyum licik.


"Baik lah aku akan pergi dulu ke club" ucap arkanza dengan mempersiapkan diri nya.


"Jangan lupa acara pertemuan malam ini." ucap baba pada arkanza.


"Baiklah." balas singkat Arkanza dengan bergegas pergi.


*********

__ADS_1


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰🥰


__ADS_2