TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
KELUARGA


__ADS_3

"Apa masih sakit?" tanya arsenio dengan mimik wajah serius.


Aqila menggeleng geleng kan kepalanya tanpa mengeluarkan suara.


"Apa kau ingin memakan sesuatu ? biar aku yang menyuruh pelayan untuk datang kesini." ucap arsenio yang masih mengelus elus Perut rata Aqila.


"Tidak usah tuan aku hanya istirahat kembali." jawab Aqila.


"Baik lah kau tidur kembali, besok tidak usah masuk kampus yah kau hanya boleh di mansion dan makan dengan banyak agar badan mu tidak terlalu kecil seperti ini." ucap arsenio sembari memperhatikan tubuh Aqila yang kecil.


Aqila hanya diam memperhatikan arsenio yang sedang mengoceh kepadanya.


***********


Amara tidak bisa tidur semalaman,dia hanya mengotak atik handphone nya berharap Roy akan berusaha menghubungi nya lagi dan meminta maaf kepada nya.


Meskipun Roy telah membuat hati Amara menjadi rapuh,namun perasaan Amara tidak bisa membohongi nya Amara masih mengharapkan kedatangan Roy di sampingnya.


"Aku merindukan mu Roy,,,, jika kau menghubungi ku lagi aku pasti memaafkan mu." ucap Amara dengan mata yang menghitam karna kurang tidur.


Tok tok tok....


"Amara cepat lah turun sayang teman baru mu sudah datang." terdengar teriakan ibu Amara di balik pintu itu.


"Iya mah sebentar..." jawab Amara.


Amara pun segera merapihkan rambutnya dan bergegas keluar.


"Teman baru siapa mam?" tanya Amara.


Ibu Amara tersenyum padanya...


"Apa kau lupa sayang,ayah mu telah mendapatkan mu ke kampus yang baru dan tentunya lebih bagus." jawab ibu amara.


Memang tuan Toni dan istrinya sudah merencanakan ini dari awal,mereka menginginkan putrinya untuk berkuliah di kampus x yang saat ini mendapat kan penghargaan kampus terbaik di negara itu,selain itu juga kampus yang dulu di tempati Amara berjarak lebih jauh dari kediamannya di bandingkan kampus barunya oleh karna itu tuan Toni segera mengurus beberapa persyaratan dan hari ini Amara sudah menjadi mahasiswa di kampus itu.


"Astaga mom,,,aku lupa." ucap Amara dengan wajah tertekan.


"Kamu ini bagaimana si nak, ibi tidak enak dengan nak Brandon yang sudah menunggu mu dari tadi." ucap ibu Amara.


Brandon merupakan anak dari sahabat tuan Toni, tuan Toni sengaja menyuruh Brandon untuk menjaga Amara di kampus itu karna kebetulan Brandon juga berkuliah di sana.

__ADS_1


"Tidak apa apa kok Tan aku bisa menunggu." ucap Brandon yang menghampiri keduanya.


"Maap...sebentar lagi aku akan siap." ucap Amara yang langsung berlari ke dalam kamar nya untuk mempersiapkan dirinya.


Brandon hanya tersenyum miring melihat tingkah Amara yang seperti anak kecil.


********


DI KLINIK...


Selina perlahan membuka matanya, dia melihat Roy yang masih tertidur, Selina melihat sekeliling tempat yang familiar seperti rumah sakit,lalu dia teringat pada peristiwa semalam yang telah dia alami.


Selina mengalirkan air mata tanpa bersuara ,tatapan mata nya menjadi tajam,perlahan tangan Selina mengepal menahan gejolak amarah yang ada pada dirinya.


Roy baru terbangun dari tidurnya,melihat Selina dengan mata yang basah Roy segera menggenggam tangan Selina.


"Apa kau tidak apa apa? apa yang masih sakit ?" tanya Roy dengan khawatir.


"Kenapa kau di sini apa kau tidak marah pada ku ?" tanya Selina dengan menatap mata Roy dengan sangat dalam.


Roy menghela nafas nya sebelum menjawab pertanyaan Selina yang sulit untuk di jawab, bahkan Roy pun tidak tau mengapa dia menolong Selina dan menghawatirkan keadaan nya saat ini.


"Aku tau kau salah, aku berharap kau tidak akan melakukan kesalahan itu lagi." jawab Roy dengan muka kaku


Entah mengapa Roy tidak menyukai dengan kata kata yang di ucapkan oleh Selina namun,Roy menutupi itu semua.


"Buktikan saja." jawab Roy dengan wajah cuek nya.


Selina mengambil handphone nya dan melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari ayah nya ,ketika Selina ingin mengabari ayah nya itu,sudah ada pesan lain yang mengatakan jika dia sedang menginap di rumah teman nya.


Selina tau jika itu adalah kerjaan usil Roy,namun dia sama sekali tidak marah dan hanya tersenyum pada Roy.


"Apa aku boleh meminta sesuatu pada mu?". tanya Selina.


"Apa?" jawab Roy dengan singkat.


"Aku ingin tinggal bersama mu tiga hari saja Roy setelah itu aku janji tidak akan mengganggumu lagi mu mohon.." ucap Selina dengan menyatukan kedua tangan nya.


Setelah lama berpikir akhirnya Roy meng iya kan keinginan Selina bukan karna apa,tetapi agar boren yang menjadi ayah Selina tidak tau dengan apa yang sebenarnya terjadi pada putrinya .


********

__ADS_1


Alarm pagi terus berbunyi, Aqila terbangun dari tidur pulas nya dan buru buru membersihkan dirinya nya ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian arsenio membuka mata nya, terlihat Aqila yang sedang mengeringkan rambut basah nya.


"Sayang kau mau kemana?" tanya arsenio memeluk Aqila dari belakang.


"Aku akan ke kampus tuan, ada kelas hari ini." jawab Aqila.


"Apa kau tidak ingat semalam keadaan mu bagaimana?" tanya arsenio dengan memasang wajah kesal nya.


"Aku sudah sehat tuan,lagi pula aku rindu dengan teman teman kampus ku, ijin kan kau pergi ya,,,,ku mohon,,,." rengek Aqila dengan memasang jurus jitu nya yaitu membuat wajah memelas di depan arsenio.


Dan dengan mudahnya arsenio langsung berubah pikiran dan mengijinkan Aqila pergi ke kampusnya.


"Tapi maap sayang, aku sedang ada urusan hari ini kau diantar supir dulu yah." ucap arsenio dengan mengecup kening Aqila.


Aqila menunjukan ekspresi wajah yang sedih untuk memanipulasi arsenio tetapi itu sangat berbeda dengan situasi hati nya yang sangat senang karna dia tidak akan dekat dekat dan di atur oleh arsenio.


"Tidak apa apa aku bisa sendiri." jawab Aqila dengan tersenyum manis.


Mereka berdua pun segera turun untuk sarapan pagi,di meja makan sudah terlihat keempat sejoli yang tampak sudah menunggu lama kedatangan Arsenio agar mereka makan bersama sama.


"Bossss kau lama sekali aku sudah lapar." ucap Leo pada arsenio yang baru duduk di ruang makan itu.


"Aku tidak menyuruh mu untuk menunggu ku apa aku jika aku tidak ingin sarapan, kalian juga akan mengikuti ku?" jawab arsenio dengan tersenyum usil.


"Kita kan setia kawan bos jadi dengan senang hati kami menunggu mu dan calon nyonya arsenio ini." jawab Lion sembari melihat ke arah Aqila.


Aqila hanya memutar kan bola matanya saat melihat keempat sejoli itu, entah mengapa setiap kali melihat mereka rasa nya Aqila ingin sekali mengibarkan bendera perang pada mereka.


"Bos aku ingin meminta ijin ,untuk beberapa hari kedepan aku tidak akan ada di mansion ini,aku akan berkunjung ke rumah keluarga ku ." ucap Arka dengan tiba tiba.


Arsenio terdiam sejenak,,,,lalu dia mengangguk kan kepalanya bertanda setuju.


"Mendengar kata keluarga sedikit membuat hati arsenio terasa sakit,Aqila melihat ekspresi itu dari wajah arsenio hingga menimbulkan pertanyaan pertanyaan dalam benak nya mengenai kehidupan arsenio di masa lalu dan keberadaan keluarganya yang tak pernah Aqila lihat.


"Sudah lah ayo makan.." ucap arsenio.


Mereka pun menyantap makanan itu dengan riang, suasana hangat tampak menyelimuti suasana pagi mansion itu.


*******

__ADS_1


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰


__ADS_2