
"Arsenio ku mohon...aku tau kau Masih mencintai ku.aku akan kembali ke pelukan mu sayang, aku tidak akan mengkhianati mu lagi ku mohon...."
* * * * * * * * *
DI MANSION...
Keempat sejoli Lion , Leo, Arka dan David sedang bersantai,melihat mobil bos mereka memasuki gerbang dan yang keluar adalah mantan istri bosnya sontak membuat mereka kaget dan menghampiri mobil arsenio.
Melihat Bella yang di seret tanpa ampun membuat Aqila yang melihat dari dalam mobil merasa merinding,Aqila seakan tersadar bahwa arsenio bukan orang sembarangan tetapi seorang yang berkuasa dan sangat kejam.
"Aku benci melihat orang orang yang lemah seperti mu,jika kau orang asing aku tidak akan peduli.Tetapi semua awak media tahu dan menyorot mu sebagai wanita ku.karna itu aku akan mengajarimu cara membela diri."ucap arsenio dengan tatapan tajam.
Aqila yang mendengar perkataan itu sangat ketakutan,badannya bergetar dengan hebat.Arsenio pun keluar dari mobilnya dengan menggenggam dan menarik paksa tangan Aqila.
Roy dan keempat sejoli itu tentunya merasa bingung dan menduga sesuatu telah terjadi.
"Roy aku ingin kau mengeluarkan semua tahanan kita,jajarkan mereka semua termasuk wanita sialan itu.jangan lupa ikat tangan dan kaki mereka."
Tanpa banyak bertanya Roy segera melakukan apa yang di perintahkan oleh bosnya arsenio.
Semua orang-orang tahanan arsenio mulai dari orang yang sudah berkhianat kepadanya sampai orang orang suruhan musuhnya untuk memata matainya di jajarkan. Termasuk Bella satu satunya wanita yang dulu berstatus sebagai istrinya.
Arsenio yang melihat mereka dari atas balkon tersenyum miring.Tampaknya arsenio sangat menikmati suasana itu sembari menghembuskan asap dalam mulutnya.
Berbeda dengan Aqila yang dari tadi kebingungan juga ketakutan dengan apa yang akan terjadi pada mereka dan dirinya.
"Kalian lihat wanita ****** itu,dia telah mempermalukan diriku dengan merendahkan wanita ini.Untuk balasannya aku akan membuat dia tidak bisa bernapas lagi."ucap arsenio dengan suaranya yang lantang.
Mendengar itu membuat Bella menangis histeris dan memohon arsenio untuk memaafkan nya.
"Arsenio....ku mohon arsenio ..... kasihani aku kali ini saja ...kau ampuni aku."ujar Bella dengan tangisan yang pecah.
"Baiklah aku akan mengampuni mu jika wanita ini juga me maapkan mu."balas arsenio dengan melihat tajam ke arah Aqila sambil berbisik.."jika kau me maaf kan dia,maka kau yang akan ku bunuh."
Aqila yang tidak tega melihat keadaan Bella sangat ingin me maapkan nya namun dia juga takut akan ancaman arsenio yang akan membunuhnya.
"Aqila tolong..tolong maapkan aku...aku sedang mengandung aku tidak mau anakku menanggung kematian atas hukumanku."ucap bella dengan tangisannya.
Mendengar kata mengandung seketika membuat Aqila merasa sangat iba.
"Tuan aku mohon lepaskan dia ,aku me maapkan nya aku mohon tuan.. biar aku yang menanggung hukumannya."Aqila meminta dengan bersimpuh di kaki arsenio.
__ADS_1
Sontak permohonan Aqila membuat amarah arsenio memuncak.Arsenio mengeluarkan pistol yang ada di sakunya dan memaksa Aqila untuk memegangnya.
"Kemari kau bodoh, kan ku ajari cara menghukum manusia manusia licik seperti mereka tanpa mengenal rasa iba."ucap arsenio sembari mengunci tubuh Aqila dan memaksanya untuk ikut memegang senjata yang ada di tangannya.
Dorrr....
Peluru itu mengenai kaki salah satu tahanan arsenio.
"AAAAAA ampun tuan...sakit."
Door...
Tembakan kedua tepat mengenai kepalanya sehingga orang itu mati tak bernyawa di tempat.
"JANGAN TUAN KU MOHON JANGAN...."berontak Aqila dengan sekuat tenaga.
Melihat darah yang berceceran membuat tubuh Aqila menjadi lemas dan membuatnya tidak sadarkan diri.
"Roy bawa dia ke dalam,dan lepaskan saja wanita ****** itu,peringatkan dia agar tidak mengusik hidupku lagi."perintah arsenio.
"Baik bos."jawab Roy dan segera melakukan perintah bosnya.
Pemandangan tadi tidak lah asing di lihat oleh Leon dan kawan kawannya,karena mereka sudah bersama dengan arsenio dalam waktu yang lama sehingga mereka sudah mengetahui betapa kejam bosnya itu.
"Heh nenek lampir kau tidak ada kapok kapoknya yah dengan bos kami."ucap Lion sambil melepaskan Bella yang terikat.
"Diam kalian semua aku pasti akan membalas apa yang bos kalian lakukan ini."balas Bella.
"Sebelum kau melalukan apapun aku pastikan kau akan mati jika berani mengusik ketenangan bos kami."ancam David.
Sontak ucapan itu membuat Bella terdiam .
* * * * * * *
Arsenio menatap dengan intens wajah Aqila yang sedang terlelap tidak sadarkan diri karena kejadian yang baru saja ia alami.
"Entah mengapa aku tidak suka jika melihat dia di permalukan oleh orang lain.aku ingin membuat dia menjadi orang yang bisa membela dirinya sendiri."batin arsenio.
Setelah beberapa saat akhirnya Aqila membuka matanya,aqila melihat arsenio yang sedang menatapnya.Hal itu membuat Aqila seketika menjadi takut.
"Akhirnya kau bangun,kukira kau tidak akan membuka matamu lagi."ucap arsenio.
__ADS_1
Aqila hanya menunduk tanpa mengeluarkan sepatah katapun.Hal itu membuat arsenio menjadi geram.
"Apa kau menjadi orang bisu hanya karna mendengar suara peluru."bentak arsenio.
"A..Aku pembunuh tuan....."tangis Aqila pecah mengingat jika menurut nya dialah yang membunuh orang tadi.
"Lalu??mengapa kau menangis."tanya arsenio.
"aku takut... bagaimana jika dia menjadi Arwah dan mengikuti ku karna aku membunuhnya."jawab Aqila dengan jujur dan tubuh yang bergetar.
Sontak pernyataan itu membuat arsenio tidak bisa menahan tawa nya.
"HAHAHA dasar gadis bodoh mana ada arwah di jaman yang modern ini."arsenio tertawa lepas.
Hal itu terlihat oleh Roy ,Lion dan kawan kawan nya mereka terheran heran karena baru melihat bos mereka tertawa sangat lepas seperti itu.
Melihat kehadiran mereka Arsenio kembali memasang muka yang datar.
"Kau pergilah bersihkan dirimu, jangan lupa aku akan membunuhmu karena kebodohanmu tadi."perintah arsenio.
"baiklah tuan..."jawab Aqila yang sudah pasrah akan nasib hidupnya.
"Ekhem sepertinya bos kita sudah mulai jatuh cinta nih....".celetuk Leo.
"Bos aku mau taruhan dengan mu apa kau berani?"tanya Lion.
"Taruhan apa maksudmu!?"bentak arsenio.
"Jika kau mencintai Aqila maka kau harus mewujudkan satu permintaan kami,bagaimana."ucap Lion.
"nah kalau begitu aku setuju."jawab Leo.
"kami juga."timpal yang lain.
"Aku tidak mungkin mencintai gadis sebodoh dia!!"tegas arsenio .
"Bilang saja kau tidak berani bos."jawab Roy dengan menahan tawa.
Mendengar perkataan itu membuat arsenio merasa tertantang akhirnya dia menerima taruhan konyol rekan rekannya itu.
"Baiklah aku akan menerima taruhan kalian tetapi jika perkataanku yang benar siap siap kalian kehilangan nyawa di tanganku sendiri ".ucap arsenio tersenyum tipis.
__ADS_1
Seketika bulu kuduk Roy dan ke empat sejoli itu berdiri merinding.
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA TERUS DUKUNG AUTHOR YAA DENGAN CARA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰