TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
CURIGA


__ADS_3

Arka menarik kedua tangan Aqila dan menggenggam nya.


"Aqila lihat aku tatap mata ku , aku tidak akan pernah menyakiti mu aku tidak akan pernah memaksakan perasaan mu padaku,aku melalukan ini semua atas dasar cinta yang ku rasakan sekarang padamu,apa kau percaya padaku?"tanya Arka sembari menatap Aqila.


"Aku merindukan keluargaku aku tidak tau apakah aku akan kuat atau tidak jika hidup dengan jarak jauh dari keluarga ku tetapi mungkin ini yang terbaik bawa aku pergi Arka."ucap Aqila dengan air matanya yang kembali jatuh.


************


Mobil arsenio memasuki mansion, arsenio langsung memasuki mansion karna tidak sabar ingin bertemu dengan Aqila.


Arsenio memasuki kamar Aqila yang ternyata kosong,arsenio baru menyadari jika ada sebagian barang Aqila yang tidak ada.


"Bi...bi Marni!" teriak arsenio memanggil bi Marni.


"Ada apa tuan?"tanya bi Marni.


"Aku tidak melihat Aqila dimana dia?"tanya Arsenio.


"Bibi kurang tahu tuan dari tadi bibi berada di dapur ."jawab bi Marni berbohong.


Arsenio pun turun ke ruang bawah mansion tempat markas ke empat sejoli, disana terlihat mereka yang sedang asik bercanda gurau satu sama lainnya.terkecuali Arka yang tidak terlihat disana.


"Eh bos tumben kau kemari."ucap Lion.


"Dimana Aqila?"tanya arsenio.


"Kau bercanda bos,menanyakan dia pada kami?"tanya David.


"Aku sudah menyuruh penjaga mansion untuk mencarinya di seluruh mansion tetapi tidak ada!."ucap arsenio yang mulai terlihat prustasi.


David yang menyadari tidak melihat kehadiran Arka dari tadi mempunyai pirasat buruk terhadapnya.


"Apa dia yang membawanya pergi."batin David bertanya tanya.


"Aku ingin kalian mencarinya sekarang juga, ouh ya dia memakai cincin penyadap,Aku akan menyuruh arka melacak keberadaan nya."ujar Arsenio terlihat kesal.


"Dimana dia?"lanjutnya.


"Aku tidak tau bos dari tadi dia tidak terlihat."jawab Leo.


Tetapi arsenio tidak ada sedikit pun pemikiran atau sedikit pun curiga jika Arka lah orang yang membawa Aqila pergi karna arka sudah seperti saudaranya sendiri yang tidak mungkin mengkhianati arsenio menurut nya.


Akhirnya arsenio dan David menanyakan pada penjaga luar mansion siapa Saja dan ada berapa mobil yang keluar dari mansion.

__ADS_1


"Siapa saja yang tadi keluar mansion?"tanya arsenio dengan dingin.


"Tuan yang keluar mansion hanya mobil tuan arsenio,tuan Arka,dan satu lagi mobil pengawal."jawab penjaga gerbang mansion itu gemetar ketakutan.


"Siapa pengawal itu?"tanya arsenio.


"Aku tidak tau namanya tuan tapi dia tadi berpesan jika untuk beberapa hari kedepan dia tidak bisa kembali dulu ke mansion karna ibunya sakit ."jelas pengawal itu.


Arsenio pun menelpon Arka untuk mencari tau identitas pengawal nya itu.


********


Arka yang sekarang ini berada di bandara menerima telpon dari arsenio, dan dengan tenang dia mengangkat panggilan nya.


"Hallo bos ada apa?"tanya Arka dengan santai seakan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.


"Kau dimana cepat lah kembali ke mansion sekarang juga."ujar Arsenio .


"Baik bos aku akan segera kesana."jawab Arka mematikan telponnya.


*****


Arka mulai kebingungan karena dia tidak mungkin membiarkan Aqila pergi ke negara lain sendirian akhirnya Arka memutuskan untuk membawa Aqila ke sebuah perkampungan yang terpencil di sana.


"Kita tunda dulu kepergian kita ke negara x bos menyuruhku untuk kembali ke mansion dia pasti sangat frustasi melihat mu tidak ada disana."ucap Arka membawa Aqila pergi ke suatu tempat .


*****


"Arka kau ingat kan kau pernah membuatkan cincin penyadap dan aku sudah memakai kan nya sekarang aku ingin kau sadap lokasi dia sekarang."ucap arsenio .


"Memang nya dia kemana bos?"tanya Arka pura pura tidak mengetahui.


"Aku juga tidak tahu dia pergi kemana dan dengan siapa,cepat lah."perintah arsenio.


Akhirnya di bawah perintah arsenio Arka mencoba melacak lokasi cincin itu namun, lokasinya eror dan tidak bisa di temu kan.


"Bos sepertinya cincin itu sudah tidak di pakai olehnya lihat saja lokasinya Masi ada di sekitar mansion ini."ucap Arka yang diam diam tersenyum miring.


"SIALAN!!!!" Arsenio terlihat sangat kesal.


"Aku ingin kau mengumpulkan semua pengawal kita dan suruh mereka untuk menyisir semua tempat!"teriak arsenio.


"Baik bos."ucap Arka.

__ADS_1


David yang sedari tadi menatap Arka dengan tatapan yang curiga langsung menanyakan sesuatu pada nya.


"Aku ingin bicara sebentar."ucap David mengarahkan Arka ke tempat yang sepi.


"Apa kau yang telah membawa kabur Aqila?"tanya David dengan wajah yang serius.


"Ayo lah kawan aku memang menyukai nya dan sebatas suka ,tetapi apa aku akan segila ini?"Arka dengan cerdasnya membalikan perkataan David.


Tetapi entah mengapa David sangat yakin jika Arka lah yang melakukan ini semua.


"Aku akan terus mengawasi mu ."ucap David meninggalkan Arka.


*******


Di pertengahan hutan, terdapat rumah yang cukup kecil dan tampak sederhana,rumah itu sangat jauh dari kota bahkan berada di tengah hutan belantara yang tampak masih asri.


Dan ke sana lah Arka membawa Aqila pergi,tidak lagi ada tempat yang aman Selain disana,karna arka telah mengetahui jika dia membawa Aqila ke kampung terpencil seperti yang dia katakan maka dia berpikir dua kali melihat resiko yang akan dia hadapi jika mereka di temukan nanti nya oleh anak buah arsenio.


"Bagaimana ini,kenapa Arka belum kembali aku sangat takut berada di sini."ucap Aqila yang sedari tadi mondar mandir di dalam rumah itu sendirian.


"Semoga tidak ada yang terjadi pada nya."lanjut Aqila.


*******


Anak buah arsenio yang terus saja menyisir semua tempat bahkan sampai ke pelosok untuk mencari aqila namun hasil yang di dapat kan masih nihil,mereka tidak mendapatkan informasi atau pun petunjuk sedikit pun.


"Tidak akan aku ampuni dia."ucap arsenio mengepalkan tangannya.


********


Setelah melakukan pencarian sampai malam hari tiba ,Arka mencoba meminta ijin kepada arsenio untuk bermalam di apartemen nya yang sebenarnya adalah untuk menemui Aqila.


"Bos untuk malam ini aku meminta ijin untuk menginap di apartemen."ucap Arka.


"Mengapa?"tanya arsenio.


"Aku hanya perlu menenangkan diri ku bos,aku juga mencarikan informasi mengenai identitas pengawal yang berpulang kampung itu dengan lebih fokus jika berada di sana." jelas Arka.


"Baiklah kau boleh pergi,aku sangat berharap pada mu."ucap arsenio dengan tatapan yang sayu.


Melihat keadaan arsenio yang seperti itu sedikit membuat arka tidak tega,di satu sisi arsenio dan dirinya sudah seperti keluarga di sisi lain Arka tidak terima jika Aqila di perlakukan semena mena oleh nya.


Arka pun bergegas pergi menuju keberadaan Aqila dengan hati yang tidak tenang.

__ADS_1


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰


AUTHOR SANGAT MENERIMA KRITIK DAN SARAN DARI PEMBACA SUPAYA KALIAN SEMUA TETAP NYAMAN MEMBACA NOVEL INI, MAKA DARI ITU JIKA ADA SARAN DAN MASUKAN SILAHKAN BERKOMENTAR ❤️


__ADS_2