TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
RAPAT MALAM


__ADS_3

Sebenarnya Rahel sangat lah tertekan dengan keluarga nya yang selalu menuntut nya untuk bekerja dengan keras dan menghasilkan uang yang lebih banyak untuk mereka.


Meskipun lelah Rahel harus tetap berjuang untuk keluarganya itu, jika Rahel tidak bisa memberi sejumlah uang yang ibu nya harapkan maka siksaan telah menjadi makanan yang sering Rahel dapatkan.


"Aku tidak apa apa hanya sedikit lelah saja." jawab Rahel dengan tersenyum.


Sindi pun memeluk sahabat satu satu nya itu dengan sangat erat, dia tau beban yang kini sedang Rahel tanggung dan Sindi berharap sahabatnya itu akan kuat dengan semua yang sedang terjadi.


**************


Hari sudah mulai malam , semua orang berkumpul untuk melakukan rapat bersama di sana terdapat keempat sejoli bersama pasukan pasukan elit yang lain nya di mana mereka adalah pemimpin para pasukan arsenio yang lain nya.


"Jadi bagaimana bos, apa kau sudah memutuskan sesuatu?" tanya Arka pada arsenio yang duduk di kursi kebesarannya.


"Menurut ku kau tidak boleh mengundur ngundurkan acara besar mu itu bos siapa tau teror yang di buat tujuannya memang lah demikian." ucap David sembari melirik pada Arka.


"Persiapan nya juga sudah 100% bos, kami telah menyiapkan semuanya sesuai yang kau perintahkan." ucap Lion.


Arsenio tampak bimbang dalam memutuskan keputusan nya. saat keadaan sedang hening tiba tiba terlihat Aqila yang berlari dari atas menuruni anak tangga dengan air mata yang berlinang.


"Tuan tuan apa kau tidak apa apa, apa yang terluka?" ucap Aqila sambil terisak tangis.


Tanpa sadar Aqila meraba tubuh arsenio dan berhenti ketika memegang wajah arsenio dengan kedua tangan mungilnya.


DEG....


Seketika hati keduanya berdebar dengan kencang, namun arsenio tetap bersikap cool karna sadar mereka sedang di perhatikan oleh banyak orang.


Arsenio memegang kedua tangan Aqila dan menariknya ke dalam pangkuan nya.


"Aku tau kau mengkhawatirkan ku tenang saja aku tidak apa apa sayang." ucap arsenio dengan melahap bibir ranum Aqila di depan semua orang yang ada di sana.


"Jangan melihat broh." ucap Lion dan Leo dengan saling menutupi mata nya.


"Awas, ini sangat hot." jawab Leo sembari menyingkirkan tangan Lion di matanya.


Pemandangan itu membuat dada Arka terasa panas dan sesak, dia sangat sangat tidak rela melihat Aqila seperti itu dengan pria lain selain dirinya.


Aqila sempat terhanyut dengan apa yang di lakukan arsenio, tetapi tidak lama setelahnya Aqila baru menyadari jika banyak mata yang memperhatikan mereka.


Aqila segera mendorong arsenio agar menjauh dari nya dan ciuman itu pun terlepas.


BLUSH....


Pipi Aqila sangat merah menahan malu , dia tidak menyangka jika arsenio akan melakukan itu di depan banyak orang, namun semuanya sudah terlanjur kini Aqila hanya bisa menunduk kan kepalanya dengan masih berada di pangkuan arsenio.


Semua mata kini tertunduk karna tatapan arsenio yang tajam sedang mengarah pada mereka.

__ADS_1


"Baik lah acara pernikahan nya akan tetap di lanjutkan besok, aku akan mengatur untuk keamanan yang sangat ketat agar acara ini dapat berjalan dengan lancar dan tentunya aku sangat membutuhkan kalian semua." ucap arsenio pada semua orang yang ada di sana.


"Pasti karna ciuman hots mu tadi yakan bos." celetuk Leo.


"Bodoh kau." ucap David dengan membekam mulut Leo.


Tetapi arsenio tidak menunjuk kan sedikit pun kemarahan, dia menanggapi nya dengan hanya melempar kan senyuman miring nya.


Arsenio pun menggendong Aqila seperti layaknya pengantin baru menuju ke kamar nya kembali.


Aqila hanya terdiam seribu bahasa, dia masih menahan malu akibat ulah nya sendiri yang sangat ceroboh.


Keempat sejoli dan yang lain nya pun melanjutkan rapat nya untuk merancang keamanan yang ketat di acara penting pernikahan bos nya itu.


********


DI DALAM KAMAR...


Arsenio dengan lembut membaringkan tubuh Aqila kembali ke kasur lalu mengecup keningnya dengan tersenyum hangat.


"Apa kau mencemaskan ku sayang?" tanya arsenio yang berusaha agar Aqila mau mengakui perasaannya padanya.


"Aku..aku..." Aqila tidak bisa menjawab pertanyaan arsenio dan mukanya mendadak panik.


"Aku tau kau tidak usah malu untuk mengakui itu." ujar Arsenio dengan terus menatap dalam dalam mata Aqila.


"Dan jika hal itu terjadi kau takut jika aku tidak jadi menikahi mu bukan?" ujar Arsenio yang terus menggoda Aqila.


Tanpa arsenio bayangkan Aqila menganggukkan kepalanya dan itu membuat arsenio sangat tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Apa benar yang aku ucapkan?" tanya arsenio sekali lagi memastikan.


"Ya...kau yang telah merenggut kesucian ku jadi aku harus menikah dengan mu." ucap Aqila dengan polos nya.


Arsenio merasa lucu dengan jawaban Aqila yang demikian arsenio lalu mengacak ngacak rambut Aqila dengan lembut untuk mengekspresikan rasa gemas nya.


"Aku berjanji pada mu aku akan selalu menjagamu,aku akan segera menemukan musuh musuh ku agar kita hidup dengan tenang." ucap arsenio.


Aqila hanya mengangguk angguk saja meskipun tidak sepenuhnya mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh arsenio.


**********


Malam itu juga undangan pernikahan arsenio di sebar kepada rekan rekan bisnis dan orang orang terdekat nya juga arsenio memerintahkan kepada keempat sejoli itu agar menjemput keluarga Aqila malam ini juga.


*********


DI APARTEMEN ROY.....

__ADS_1


Malam itu tampak Roy sedang menyendiri di balkon apartemen nya dengan menikmati secangkir kopi yang masih panas.


Tiba tiba ponsel nya berbunyi, Roy pun segera mengambil ponsel itu dan melihat ternyata itu adalah panggilan dari David Roy pun mengangkat nya dengan malas.


"Hallo." ucap Roy di telpon.


"Hay apa kabar sayang." ucap David dengan usil.


"Katakan ada apa." jawab Roy dengan nada cuek.


"Hey kau kenapa apakah Amara memutuskan mu?" tanya David yang diikuti dengan suara gelakan tawa dari yang lain nya.


"Terserah kalian bodoh, aku akan menutup telpon nya jika tidak ada hal penting." ucap Roy yang sudah mulai kesal dengan candaan mereka.


"Ehhh tunggu tunggu kami di suruh oleh bos untuk mengundang mu ke acara pernikahan nya besok jika bisa kau kesini sebagai sekertaris nya sudah seharusnya kau membantu bos mu." ucap Lion yang merebut ponsel itu dari David.


"Apa?? besok?" tanya Roy dengan tidak percaya.


"Cepatlah kemari payah kami tidak akan bermain main dengan acara besar ini nanti bos marah." ucap David.


"Baik lah aku segera kesana." jawab Roy dengan mematikan ponselnya.


***********


DI KEDIAMAN RAHEL.....


Sebuah rumah kecil sederhana itu adalah tempat dimana Rahel di besarkan oleh keluarga nya yang kejam.


Seperti malam ini Rahel di hukum oleh ibu nya karna dia memasak sup dengan rasa yang agak asin menurut nya.


"APA KAU TIDAK BISA MEMASAK HAH!!!!" teriak ibu Rahel padanya.


Ayah Rahel yang ada di sana seakan tuli dan bisu, tidak ada satu hal pun yang dia lakukan untuk membela anak nya itu.


"Maap Bu..maap kan aku aku tidak sengaja." ucap Rahel dengan kepala tertunduk.


Tiba tiba ibu Rahel memegang salah satu tangan Rahel dan tanpa di sangka dia memasukan tangan Rahel ke dalam sup yang masih panas itu.


"Rasakan ini." ucap ibu Rahel dengan memasukan salah satu tangan Rahel ke dalam sup nya.


"Aaaaaa panas Bu...ampun..." teriak Rahel yang merasa sangat kesakitan.


Setelah melakukan itu ibu nya hanya pergi tanpa merasa dosa, Rahel buru buru mencuci tangan nya yang sudah berubah menjadi merah itu, dengan rasa sakit hati yang sangat Rahel pun menuju ke dalam kamar nya untuk menangisi nasib buruk nya itu.


***********


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2