TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
PERSIAPAN ACARA PERNIKAHAN


__ADS_3

"Aku ingin kuliah dan mewujudkan cita cita ku."ucap Aqila dengan wajah tersenyum.


"Hanya ingin kuliah."ucap arsenio.


"Mungkin hal ini terdengar sepele oleh orang orang berada sepertimu tuan,tapi untuk orang rendah seperti ku sangat sulit menggapai mimpi itu."ucap Aqila dengan wajah yang tertunduk.


"Aku akan mengurus semuanya tiga hari kedepan kau boleh langsung kuliah di mana pun yang kau mau."ucap arsenio mengacak ngacak gemas rambut Aqila.


"Benarkah tuan?"tanya Aqila dengan mata berbinar.


"Dengan satu syarat."ucap arsenio.


"Apa itu?"tanya Aqila.


"Kau harus memberikan tubuh mu untuk ku."jawab arsenio dengan senyum tipisnya.


"APA." Aqila kaget mendengar apa yang arsenio inginkan darinya.


**********


"Maap tuan,aku tidak punya apa apa lagi yang berharga selain kesucianku."ucap Aqila menundukkan kepala nya.


"Jadi apakah kau ingin aku menikahi mu?"tanya arsenio.


Aqila di buat bingung dengan pertanyaan itu,di satu sisi dia tidak ingin kesuciannya terenggut oleh orang yang bukan suaminya,tetapi lambat Laun suka atau pun tidak arsenio pasti akan memaksanya.


"Apakah aku harus setuju dengan tawaran nya?""tanya Aqila di dalam batinnya.


"Kenapa kau malah melamun,aku tidak pernah bermain main dengan apa yang aku katakan dan jika itu alasan kau tidak mau menyerahkan tubuh mu secara suka rela maka aku akan melaksanakan nya dalam satu bulan ini aku akan menyiapkan acara pernikahan kita sayang."ucap arsenio dengan nada menekan.


Aqila tidak mengucapkan sepatah kata pun dia sepertinya sedang sibuk berperang dengan pikirannya sendiri dan hanya diam mendengarkan ocehan arsenio yang begitu menakutkan.


*******


Rahel terus menghindar mengetahui jika dia diikuti oleh David dari belakang.


"Hey berhenti."ucap David berhasil menggapai tangan Rahel.


"Lepaskan kau mau apa ."teriak Rahel.


"Aku hanya ingin mengobrol dengan mu sebentar."jawab David yang akhirnya melepaskan genggaman erat tangan nya.


"Sedang apa kau disini?"tanya David.


"Bukan urusan mu."jawab Rahel.


"Hey aku bertanya padamu jika kau tidak ingin terus aku ikuti jawab pertanyaan ku dengan benar."ujar David.


"Tuan pertanyaan mu tidak masuk akal ,kau tau kan pasar malam ini tempat untuk apa,pastinya aku sedang ingin berjalan jalan dan menikmati makanan yang ada di sini."jawab Rahel dengan cemberut.


"Baiklah aku akan menemanimu."ucap David .

__ADS_1


"Aku ingin sendiri."ucap Rahel.


Tetapi David tidak mendengarkan perkataan Rahel dan tiba tiba saja merangkul pundak Rahel yang lebih pendek darinya.


Tetapi Rahel tidak mengoceh atau protes sedikit pun hal itu membuat David melihat ke arah nya.


Terlihat Rahel memasang wajah yang muram dengan meneteskan air matanya.


"Kenapa kau menangis ?"tanya David terheran.


"Kenapa orang orang seperti mu melalukan semua hal dengan seenaknya tuan,bahkan setelah bos mu merenggut kesucian ku kau masih tetap mengganggu ku." tangis Rahel pecah saat itu juga,dadanya terasa sesak saat mengucapkan kalimat itu.


David melepaskan rangkulannya dia tidak menyangka tindakannya dapat melukai hati Rahel dengan begitu dalam.


Rahel pun berlari menjauh dari David yang terus berdiri seperti mematung.


"Kau kenapa kawan."tanya Lion yang tiba tiba memegang pundak David dari belakang.


"Tidak apa apa."ucap David dengan singkat , meninggalkan teman teman nya menuju mobil.


"Dia kenapa? tadi baik baik saja."tanya Leo.


"Aku juga tidak tau ."jawab Arka.


Mereka pun mengikuti David dan memutuskan pulang setelah puas membeli berbagai macam makanan di sana.


*******


"Baik lah aku akan mengantarmu."jawab Roy.


Ketika berjalan secara kebetulan Roy dan Amara bertemu dengan keempat sejoli yang juga ingin bergegas pulang menuju mobilnya.


"Eh Hay nona cantik nama ku Leo."ucap leo yang tiba tiba mengulurkan tangannya.


"aku Amara."jawab Amara merasa sedikit bingung.


Melihat tangan Leo yang masih tidak melepaskan genggaman tangannya dengan Amara ,Roy langsung memisahkan nya dan memasang wajah yang tidak suka.


"Wihhh ada yang cemburu nih."ujar lion.


"Aku sedang buru buru, ingin mengantar kan Amara ke rumah nya."ucap Roy menarik tangan Amara.


"Jika kau sedang sibuk biar aku saja yang mengantarkan pulang nona cantik itu ke rumah nya."teriak Leo yang terus saja menggoda.


Amara hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang seperti kanak kanak.


********


"Terimakasih aku sangat puas." Ucap arkanza pada selina yang masih tertidur di ranjang nya.


Arkanza pun memakai kembali pakaiannya dan pergi begitu saja meninggalkan Selina yang masih menutup matanya.

__ADS_1


********


Bi Marni sangat terkejut mendengar perintah arsenio yang menyuruh semua pelayan untuk mempersiapkan acara pernikahan dalam waktu sebulan.


"Aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun saat kalian menyiapkan acara besar ini."ucap arsenio dengan tegas.


"Baik tuan."ucap para pelayan arsenio.


Arsenio pun meninggalkan para pelayan itu dan menarik tangan Aqila menuju kamarnya.


Keempat sejoli yang baru memasuki mansion sangat bingung melihat para pelayan yang berkumpul di tengah mansion itu.


"Bi ada apa ini."tanya David pada bi Marni.


"Bibi juga bingung tiba tiba tuan meminta para pelayan untuk menyiapkan acara pernikahan nya dengan nona Aqila."ujar bi Marni.


DEG..


Dada Arka rasanya berdebar hebat,dia seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Apa kau tidak salah dengar bi?"tanya Arka memastikan.


"Bibi juga tidak mengerti bagaimana itu bisa terjadi,tetapi semoga saja tuan tidak bercanda dengan pernikahan nya." ucap bi Marni.


Arka pun melangkah kan kaki nya keluar mansion dan diikuti oleh David dari belakang.


"Aku tidak menyangka bos akan se serius ini kepada Aqila."ucap Lion.


"Semoga bisa bisa hidup bahagia setelah pernikahannya."ucap Leo yang menyadari jika David dan Arka sudah tidak ada di sana.


"Eh kemana mereka berdua?"tanya Leo .


"Siapa maksud mu?"lion bertanya kembali.


"David dan Arka bodoh ,kita kan sudah sepaket tidak bisa di pisahkan."ujar Leo sambil tertawa.


"Ahhh sudah lah lebih baik aku tidur saja."ucap Lion meninggalkan Leo.


"Tunggu kawan aku kesepian tanpamu."teriak Leo mengejar.


"Diam kau jangan sampai orang lain berpikir jika kita adalah gay."ujar lion menoyor kepala Leo.


******


"Kenapa kau menjadi pendiam seperti ini?bukan kah ini yang kau ingin kan."tanya arsenio pada Aqila yang sudah seperti orang linglung sekarang ini.


"Tuan bukan kah ini terlalu cepat."ujar Aqila dengan pelan.


"Aku tidak suka menunggu,lebih cepat lebih baik dengan begitu kau tidak akan pernah bisa meninggalkan ku."ucap arsenio.


"Jangan bilang kau tidak mau menikah denganku karna itu akan membuat hidup mu menderita."lanjut arsenio.

__ADS_1


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰


__ADS_2