
Ketika sedang dalam pelukan ayah nya Selina tidak bisa menahan air mata nya yang kini telah bercucuran.
Boren yang menyadari itu seketika khawatir dengan putrinya.
"Kau kenapa sayang?" tanya boren.
"Tidak apa apa ayah aku hanya merindukan mu." jawab Selina.
Tetapi boren memiliki piling yang kuat dan dia yakin jika sudah ada suatu hal yang terjadi pada putrinya itu.
*********
DI DALAM MOBIL......
Arka yang berada dalam satu mobil bersama sandra an itu kini saling tatap menatap melemparkan tatapan yang tajam.
"Aku tau kau takut jika aku membuka mulut ku tuan, kau pengkhianat bukan." ucap pria itu dengan darah di wajah nya.
Arka hanya diam saja tanpa menjawab apa pun , sopir yang menyetir diam diam mendengarkan pembicaraan mereka.
"Aku tidak akan takut dengan hal semacam itu." jawab Arka.
"Kau tidak bisa menyembunyikan rasa takut mu itu tuan, gara gara kau bos ku memiliki semakin banyak musuh." ucap pria itu.
"Diam kau bodoh!!! tutup mulut mu itu." balas Arka dengan murka.
"Aku akan membongkar semuanya pada mereka aku akan memberitahu kan jika kau adalah seorang pengkhianat." ucap pria itu dengan tersenyum miring.
"Apa kau yakin kau akan tetap hidup sampai sana?" tanya Arka dengan tatapan dingin.
"Apa maksud mu?" tanya pria itu.
tiba tiba....
DOR!!!
__ADS_1
Tanpa belas kasihan Arka menembak pria itu tepat di kepalanya dan membuat kejadian itu seakan akan pria itu lah yang mencoba membunuh diri nya sendiri.
Supir di depan sangat syok mendengar pernyataan pria itu juga tindakan yang Arka lakukan hingga sopir itu dengan refleks menghentikan mobilnya dengan tiba tiba.
"Apa yang kau lakukan jalan!!!" ucap Arka dengan membentak.
Dengan ketakutan sopir itu segera menyetir kembali dan mengikuti perkataan Arka.
"Dengar pak sopir jadilah orang yang buta dan tuli saat kejadian tadi, jika tidak keluarga mu yang akan menanggung semuanya apa kau mengerti?" tanya Arka dengan nada penekanan.
" ba baik tuan." jawab sopir itu dengan gemetar.
Beberapa saat kemudian beberapa mobil telah sampai di kediaman arsenio begitu juga dengan mobil yang di tumpangi Arka.
Ketika hendak turun Arka sudah menyiapkan drama dan kronologi licik untuk memanipulasi semua orang agar percaya kepadanya, juga mengancam seorang sopir itu agar mengikuti apa saja yang Arka katakan.
Arsenio terlihat segera menghampiri mobil mobil itu.
"Bagaimana?" tanya arsenio pada David lion dan Leo yang baru saja keluar dari mobil tersebut.
Saat percakapan itu tiba tiba Arka menghampiri dengan raut muka yang bersalah.
"Maap kan aku bos aku tidak bisa menjaga nya, dia menembak diri nya sendiri di dalam mobil." ucap Arka dengan menundukkan kepalanya.
"Apa maksudnya kawan." ucap Lion dengan memeriksa ke dalam mobil itu.
Begitu juga dengan arsenio dan yang lain nya yang segera bergegas menuju mobil yang tadi Arka tumpangi.
Dan di sana terlihat seorang pria yang sudah tidak bernyawa dengan darah di sekujur tubuh nya dan satu tangan yang memegangi sebuah pistol.
"AHH SIAL." ucap arsenio dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kenapa bisa sampai begitu?" tanya David pada Arka dengan tatapan yang kesal.
"Aku tidak menyangka jika dia senekat itu,saat aku lengah dia tiba tiba mengambil senjata ku dan di sana aku berusaha untuk mencegahnya namun sayang dia berhasil membunuh dirinya sendiri agar tidak ada bukti yang kita dapat, maapkan aku bos." ucap Arka dengan wajah yang penuh dengan tipu muslihat.
__ADS_1
"Tidak apa apa ini bukan salah mu." ucap arsenio sembari memegang pundak Arka dengan kedua tangan nya.
"Bos pernikahan mu apa akan tetap di lanjutkan?" tanya Arka pada bos nya.
"Aku sangat ragu , situasi sedang tidak aman." jawab arsenio dengan ekspresi wajah yang pusing.
"Lebih baik jangan di undur lagi bos, tetapi tingkatkan saja keamanan nya dan kami menjamin acara itu akan berjalan dengan lancar." ujar David.
"ya...aku setuju bos." ucap Lion.
"Aku juga bos." timpal Leo.
"Baik lah aku berharap seperti itu tetapi ini Masi akan aku pertimbangkan kembali." ucap arsenio.
************
Hari sudah mulai sore, hari ini dagangan Rahel dan Sindi cukup laris setelah membereskan semuanya,mereka terduduk lelah sembari menghitung pendapatan yang di dapat hari ini.
"Wah...kita mendapat banyak uang hari ini." ucap Sindi dengan sangat gembira.
"Yah,,, aku sedang membutuhkan uang itu." jawab Rahel.
"Kau kenapa?" tanya Sindi yang melihat sahabatnya murung seperti itu.
Sebenarnya Rahel sangat lah tertekan dengan keluarga nya yang selalu menuntut nya untuk bekerja dengan keras dan menghasilkan uang yang lebih banyak untuk mereka.
Meskipun lelah Rahel harus tetap berjuang untuk keluarganya itu, jika Rahel tidak bisa memberi sejumlah uang yang ibu nya harapkan maka siksaan telah menjadi makanan yang sering Rahel dapatkan.
"Aku tidak apa apa hanya sedikit lelah saja." jawab Rahel dengan tersenyum.
Sindi pun memeluk sahabat satu satu nya itu dengan sangat erat, dia tau beban yang kini sedang Rahel tanggung dan Sindi berharap sahabatnya itu akan kuat dengan semua yang sedang terjadi.
********
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰
__ADS_1