
"Pujaan hati yang mana wanita mu kan banyak hahaha." ucap Lion dengan tertawa mengejek.
"Kau sirik ya tidak bisa mendapatkan banyak gadis seperti ku." ucap David dengan bangga nya.
"Aku tidak sirik, aku bangga menjadi diri ku sendiri sudah tampan, setia, banyak uang pula." jawab Lion dengan menepuk nepuk dadanya.
"Bukan setia, bilang saja tidak ada yang mau dengan mu ha ha ha ha ." balas Leo dengan tertawa sangat lepas.
Pada akhirnya mereka terus mengejek satu sama lain dan membuat pekerjaan yang mereka kerjakan tidak cepat selesai.
*********
Saat kelas telah selesai Amara mengajak Aqila untuk makan di kantin kampus itu karna Amara merasa sangat lapar, Aqila pun tidak menolak ajakan itu,pikir Aqila sekalian menunggu jemputan yang belum Sampai akhirnya mereka pun memutuskan untuk ke kantin.
"Eh kalian mau kemana?" tanya Dila dan dela.
"Kami mau ke kantin kalian mau ikut?" tanya Aqila.
"Kita ingin tetapi sepertinya tidak bisa,hari ini aku di jemput dan jemputan nya sudah sampai." jawab Dina.
"Aku juga." balas dela.
"Yasudah hati hati di jalan." ucap Aqila sambil melambaikan tangannya.
"Dah...." ucap Dila dan dela dengan ikut melambaikan tangan nya.
Saat Aqila dan Amara berjalan di lorong menuju kantin, Brandon dengan tiba tiba mengikuti mereka di belakang.
Aqila yang menyadari kehadiran Brandon langsung memasang muka jutek nya.
"Kau mau apa mengikuti kita hah." tanya Aqila dengan nada kesal.
"Aku hanya mengikuti Amara bukan mengikuti mu."jawab brandon dengan tersenyum usil.
Seketika wajah Aqila memerah karna malu,melihat itu Amara segera membela Aqila.
"Kenapa mengikuti ku?" tanya Amara yang berniat untuk membalas perkataan Brandon yang telah membuat temannya malu.
"Kau lupa aku harus mengantarmu pulang atas perintah ayah ibu mu hmm." jawab Brandon.
Amara menepak jidat nya dengan tangan nya sendiri.
"Ough,,,ya ampun bahkan aku tidak ingat hehehe apa boleh aku makan terlebih dahulu?" tanya Amara pada Brandon.
"Boleh,aku ikut." balas Brandon.
Akhirnya Brandon mengikuti kedua gadis yang masing masing memasang wajah masam nya.
"Apa kau yakin dia saudara mu? bahkan perilaku kalian sangat jauh berbeda." bisik Aqila pada amara.
"Hey aku bisa mendengar nya." teriak Brandon yang ada di belakang.
Amara hanya menahan tawa nya dengan kedua tangan mungilnya, menurutnya Aqila dan Brandon sangat lah lucu,mereka berdua terus saja tidak akur jika bertemu.
Setelah sampai di kantin keduanya langsung memesan makanan terkecuali dengan Brandon ,dia hanya melihat Amara dan Aqila yang sedang makan sambil asik mengobrol.
"Kenapa tidak pesan?" tanya Amara pada Brandon yang sedari tadi mencuri curi pandang pada Aqila.
"Ah....aku tidak lapar." jawab Brandon yang kemudian mengalihkan pandangannya.
Saat sedang makan tiba tiba ponsel Aqila bergetar,terlihat panggilan dari kontak yang di beri nama "sayang" dengan dua emoji hati, hal itu adalah ulah dari arsenio dan jika Aqila mengubah nama kontak nya maka dia akan marah.
Aqila pun mengangkat telponnya.
"Hallo.." ucap Aqila di telpon.
"Sayang kau di mana aku sudah di depan menunggu mu dari tadi." ucap arsenio dengan manja.
"Kenapa menjemput ku?" tanya Aqila.
"Apa kau tidak suka jika aku menjemput mu pulang hah?" arsenio balik bertanya dengan nada kesal pada Aqila.
"Maksud ku aku akan segera ke sana ,sebentar." jawab Aqila yang langsung mematikan teleponnya.
"Dasar bocah main matikan matikan saja ."ucap arsenio dengan tersenyum miring.
"Maap tapi aku sudah di jemput, aku duluan ya." ucap Aqila sembari membawa makanan mie yang di pesan nya untuk di makan di dalam mobil.
"Ough iya hati hati."balas Amara dengan melambai tangannya.
__ADS_1
Akhirnya Aqila bergegas pergi meninggalkan Brandon dan Amara di kantin itu, mendengar percakapan Aqila di telpon tadi membuat Brandon penasaran siapa sebenarnya orang itu.
"Apakah dia di jemput pacar nya?" tanya Brandon pada amara.
"Ya,,,kurasa seperti itu"jawab Amara dengan makanan penuh di mulutnya.
"Siapa pacar aqila?" tanya Brandon kembali.
"Setau ku dia kekasih dari tuan arsenio, apa kau menyukainya?" tanya Amara dengan melihat ke arah Brandon.
"Ough tentu saja tidak, aku hanya penasaran, lagi pula wanita yang sedang bersama ku juga sangat cantik." goda Brandon pada amara.
"Kau ini..." jawab Amara sembari memalingkan wajahnya.
******************
DI DALAM MOBIL...
Aqila baru saja memasuki mobil arsenio, arsenio yang melihat Aqila membawa makanan yang tampak tidak sehat langsung menyuruhnya untuk membuang makanan tersebut.
"Maap tuan jika kau menunggu ku lama." ucap Aqila yang baru masuk ke dalam mobil.
"Sudah berapa ribu kali aku bilang,panggil aku sayang ." ucap arsenio dengan tegas.
"Eh..maksudku...maksud ku sayang." jawab Aqila dengan gugup.
"Buang makanan di tangan mu itu." ucap arsenio yang belum juga melajukan mobil nya.
"Tapi ini enak tuan,maksud ku sayang." ucap Aqila yang enggan membuang makanannya.
"Aku bilang buang!!!" ucap arsenio dengan sedikit membentak.
Akhirnya Aqila pun dengan terpaksa membuang makanan yang ada di tangannya itu.
Melihat raut wajah Aqila yang cemberut, arsenio segera mengajaknya mengobrol agar kembali mencairkan suasana sembari melakukan mobil nya dengan perlahan.
"Apa kau lapar?" tanya arsenio.
Aqila hanya mengangguk kan kepalanya.
"Apa kau tidak ingin bertanya kita ingin kemana." ucap arsenio sembari menyetir.
"Kemana memang?" tanya Aqila dengan penasaran.
Berbeda dengan Aqila yang tampak sangat terkejut dengan apa yang di katakan oleh arsenio.
"Apa ini becanda?" tanya Aqila dengan raut wajah nya yang syok.
"Tentu tidak sayang hal ini bukanlah lelucon Lusa aku akan segera menikahi mu, bukan kah ini yang kau mau?" tanya arsenio dengan melirik ke arah Aqila.
"Tapi,,,,apa kau yakin akan menikahi ku sayang." tanya Aqila dengan ragu.
Sebenarnya Aqila tidak terlalu yakin dengan keseriusan arsenio pada hubungan mereka karna Aqila menyadari jika kasta mereka sangat lah berbeda di tambah lagi arsenio yang mempunyai paras tampan juga berkuasa membuat para wanita bahkan sekelas atas juga tergila gila pada nya entah bagaimana awal nya hingga arsenio bisa menyukai Aqila yang hanya seorang gadis miskin yang berasal dari keluarga sederhana.
"Aku tidak pernah bermain main dengan pernikahan karna ini hal yang sakral dan setelah kau menjadi istriku nanti,kau akan selamanya menjadi milikku apa kau mengerti?" tanya arsenio dengan nada penekanan.
"Kau ini kenapa suka sekali mengancam." ucap Aqila dengan mengerucutkan bibir nya.
Arsenio sangat gemas melihat wajah Aqila dengan ekspresi wajah seperti itu hingga cup...
Arsenio mengecup bibir Aqila tepat ketika mobil nya berhenti di sebuah mol besar yang tampak kosong.
Aqila terperanjat kaget dengan apa yang arsenio lakukan ,hingga dengan reflek dia menutup mulut nya dengan kedua tangan mungil nya.
"Kenapa kau menutup mulut mu seperti itu hmm."ucap arsenio dengan mendekatkan wajah nya dengan wajah Aqila.
"Jangan seperti itu aku takut." ucap Aqila.
"Jangan takut sayang aku tidak akan menyakiti mu." ucap arsenio dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Ayo keluar,kita sudah sampai." ucap arsenio.
Arsenio pun keluar dari mobil nya dengan menggandeng tangan mungil Aqila.
Di sepanjang jalan Aqila terheran heran karna tidak tampak satu pun orang di dalam mall itu.
"Kenapa kosong yah kemana orang orang ." tanya Aqila dengan memperhatikan keadaan sekelilingnya yang sepi.
"Aku sudah mengosongkan mall ini khusus untuk mu sayang." ucap arsenio dengan mempererat gandengan nya.
__ADS_1
"Apa kau serius?" tanya Aqila dengan muka terperangah.
"Tentu saja ,apa kau lupa aku ini siapa sayang? bahkan jika kau ingin aku bisa membeli mall ini dengan seluruh isi nya hanya untuk mu, apa kau mau?" tanya arsenio dengan menundukkan kepalanya melihat ke arah Aqila yang lebih pendek dari nya.
"Aku tidak memerlukan nya sayang." jawab Aqila dengan terus mengikuti arsenio yang membawanya ke sebuah butik mewah dengan banyak gaun pengantin di sana.
Melihat kedatangan arsenio semua pelayan di butik itu menyambut nya dengan sangat baik.
"Selamat datang tuan dan nyonya silahkan masuk."
Setelah mereka masuk Aqila segera di bawa oleh beberapa pelayan di sana untuk mencoba satu per satu gaun pengantin yang ada di sana.
Melihat Gaun Pertama yang aqila kenakan arsenio menilai jika gaun itu tidak terlalu cocok dengan Aqila.
Hingga setelah nya beberapa gaun Aqila coba mengenakan nya lagi namun arsenio tetap tidak merasa puas dengan gaun gaun itu,hingga gaun terakhir yaitu gaun putih yang terurai panjang dengan pernak pernik dari berlian namun terlihat sangat elegan mampu membuat arsenio terhipnotis oleh aura kecantikan yang di pancarkan oleh Aqila.
"Kau sangat cantik ." puji arsenio di depan para pelayan butik itu.
Aqila merasa malu mendengar pujian dari arsenio itu hingga membuat pipinya merah merona bagaikan tomat.
Setelah selesai memilih baju untuk acara pernikahan, arsenio akhirnya membawa Aqila ke sebuah restoran mewah bintang 5 untuk membuat Aqila merasa senang dan bahagia di miliki oleh arsenio,tetapi sebenarnya Aqila sedang bergulat dengan berbagai macam argumen yang terus muncul dalam benaknya.
*********
Seperti biasa, Rahel dan Sindi sedang merintis usahanya dengan berjualan mie ayam,hari ini dagangan mereka laku keras,hingga sebelum menuju sore hari dagangan nya sudah habis.
"Ah,,,,aku senang sekali dagangan kita cepat sekali habis nya." ucap Sindi sembari menghitung uang yang mereka dapatkan dari itu.
"Iyah sin aku juga sangat senang, jika begini tiap hari si aku akan mencari pekerjaan tambahan." ucap Rahel sembari menghampiri Sindi yang sedang duduk menghitung uang.
David yang sudah sampai di tempat itu dari tadi memperhatikan mereka berdua, namun seketika pandangan David terarah menuju tiga orang pria yang berpenampilan seperti preman menghampiri Rahel dan Sindi.
"Laris ya neng." ujar salah satu preman itu.
Rahel dan Sindi begitu ketakutan dengan kehadiran mereka yang suka memeras para pedagang kecil seperti nya.
"Ini bang buat setoran hari ini." ucap Sindi yang sudah tau maksud dan tujuan kedatangan preman itu ,Sindi pun memberi mereka uang selembar lima puluh ribu.
"APA APA AN INI CUMA SEGINI!!!!" Bentak preman itu.
"Tapi bang kami cuma bisa memberi kalian segitu ." ucap Rahel.
"Dasar bocah." preman itu hendak menampar wajah Rahel karna merasa kesal,Sindi berteriak melihat kejadian itu namun siapa sangka sebuah tangan kokoh mencengkram kuat tangan preman yang hendak menampar wajah Rahel yang tidak lain adalah David.
"Siapa Lo? mau jadi jagoan di sini hah?" tanya preman itu dengan nada tinggi.
Tanpa banyak berbicara tiba tiba David menendang salah satu preman itu dan terjadi lah pertempuran diantara David yang melawan tiga preman sekaligus.
Sindi sangat terkagum kagum melihat David yang lihai dalam mengatasi para preman preman yang sering meresahkan warga hingga matanya sama sekali tidak berkedip melihat David yang sedang berkelahi.
Berbeda dengan Rahel yang tampak khawatir takut jika terjadi sesuatu pada David.
Ketika sedang berduel,salah satu preman itu mengeluarkan satu pisau kecil dan berhasil melukai tangan David hingga mengeluarkan cukup banyak darah segar,namun itu tidak membuat David berhenti untuk mengalahkan ke tiga preman itu yang pada akhirnya melarikan diri karna kewalahan menghadapi David.
Melihat darah segar yang mengucur pada tangan David,Rahel langsung membawa kain dan menempelkan nya di luka tangan David .
"Ya ampun lukanya sangat dalam kau harus segera ke rumah sakit terdekat agar luka mu cepat di jahit." ucap Rahel dengan muka yang sangat panik.
"Tidak usah ini hanya luka kecil." ucap David yang ingin terlihat kuat di depan Rahel.
"Tapi luka mu sangat dalam pria bodoh."ucap Rahel dengan sedikit kesal.
"Iyah kau harus segera di larikan ke rumah sakit ayo,,,"ucap Sindi .
Namun David Bersi keras mengatakan jika dia tidak apa apa dan luka yang ada di tangannya hanya lah luka kecil.
"Luka kecil bagaimana, lihat lah darah yang keluar sangat banyak tuan angkuh,cepat lah ikut dengan ku kita ke rumah sakit." ucap Rahel dengan sangat kesal.
"Aku serius ini bukan apa apa ,aku hanya perlu di obati oleh mu tidak usah membawaku ke rumah sakit sayang ,kau sangat perhatian sekali padaku." David malah senang melihat ekspresi wajah panik dari Rahel apalagi kepanikan nya itu di sebabkan oleh David rasanya hati David sangat bahagia dan berbunga bunga.
Namun,karna luka David cukup dalam dan darah yang ada di luka itu tidak berhenti menyebabkan David sedikit demi sedikit merasakan pusing hingga tatapan nya mulai tidak jelas dan dunia seakan berputar di kepalanya dan,,,,,BRUK.
David pingsan tepat di depan Rahel dan Sinta hingga membuat keduanya teriak histeris.
"Ya ampun bagaimana ini dia sangat keras kepala akhirnya tumbang juga kan ah elah." ucap Sindi .
Akhirnya Rahel dan Sindi berteriak meminta pertolongan warga sekitar agar membawa David ke rumah sakit terdekat,hingga para warga berkumpul dan akhirnya mereka membawa David ke rumah sakit terdekat untuk menjahit luka nya itu.
__ADS_1
*********
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰 (2018 KATA)