TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
MALAM PANAS


__ADS_3

Oleh karena itu boren memilih untuk menikah kan putrinya dengan anak teman nya yang seumuran dengan Selina bahkan jika Selina mempunyai kekasih maka boren akan cepat setuju agar mereka segera menikah.


"Ayah ada apa sebenarnya kenapa ayah jadi seperti ini?" tanya Selina dengan bingung.


"Ayah hanya ingin kau cepat menikah nak, bahkan ayah akan membantumu untuk mendapatkan lelaki mana saja yang kau mau." ucap boren dengan menatap tajam putri nya.


Deg....


Seketika pikiran Selina tertuju pada Roy, mendengar hal itu membuat nya tersenyum licik sekarang.


********


Tak terasa kini kandungan Aqila sudah menuju usia empat bulan, perut yang tadi nya rata kini sudah mulai terlihat membesar.


DI KAMAR.....


Malam ini arsenio tidak bisa tidur, sudah sejak lama dia tidak melampiaskan hasratnya semenjak menikah dengan Aqila dan sekarang rasanya dia sudah tidak tahan lagi.


"Ya ampun kau kenapa?" tanya Aqila yang melihat arsenio seperti gelisah.


"Apa kau mau membantuku?" ucap arsenio dengan mendekatkan wajah nya yang terlihat sengsara.


"Apa?" tanya Aqila kembali.


Arsenio menggenggam tangan Aqila dan menyimpan nya di bagian intim yang sudah menonjol itu, Aqila sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu.


"Apa yang kau lakukan!" ucap Aqila dengan menghempaskan tangan nya.


"Sayang...aku sudah tidak tahan lagi jika terus menerus seperti ini, aku sangat menginginkan nya sekarang." ujar Arsenio dengan suara yang berat.


"Tapi aku..." Aqila merasa takut untuk melakukan hal itu karna traumanya yang belum juga sembuh.


"Aku sudah tidak tahan sayang, aku akan melakukannya dengan pelan pelan, aku tidak akan menyakiti mu." ucap arsenio dengan tidak di sadari Aqila tangannya sudah mulai membuka satu persatu kancing pakaian yang Aqila kenakan.


Arsenio memainkan buah dada Aqila dengan sangat lembut sehingga Aqila tidak bisa mengendalikan kesadaran nya.


Belaian itu membuat Aqila Lula diri, rasanya sangat berbeda dengan rasa sakit sebelumnya saat arsenio memperlakukan nya dengan cara yang kasar.


Aqila tidak menyadari jik arsenio telah berhasil melucuti semua pakaiannya hingga Aqila sudah tidak mengenakan apa apa lagi di tubuh nya.

__ADS_1


Dengan tatapan yang dalam arsenio terus memperhatikan setiap lekuk tubuh istrinya itu yang terlihat sangat menggoda, hal itu membuat Aqila merasa sangat malu hingga menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Jangan...aku takut." ujar nya.


"Tidak apa apa ini tidak akan sakit ." ucap arsenio dengan suara yang berat.


Arsenio pun mulai memainkan aksinya itu, berbeda dari yang sebelumnya dia pernah lakukan,kini arsenio bermain dengan sangat lembut hingga membuat Aqila seperti melayang di atas awan.


Setiap sentuhan yang di berikan oleh arsenio membuat Aqila kehilangan akal nya hingga dia tidak bisa melakukan penolakan apa pun.


Mereka ber dua tampak sangat menikmati malam yang panas itu, kenikmatan yang sangat itu tidak pernah arsenio rasakan dari wanita wanita yang pernah dia rusak, dan sekarang baginya hanya Aqila lah yang mampu memenuhi hasratnya.


**************


"Apa kau benar benar mencintai ku?" tanya Amara dengan melihat bintang bintang yang indah di atas langit.


"Kenapa kau menanyakan hal yang sudah pasti jawabannya." jawab Roy sembari menatap ke arah wajah Amara yang tampak cantik malam itu.


Roy membawa Amara ke atas bukit untuk melihat bintang yang berkelip indah di malam itu, mereka berdua tampak semakin akrab dan sudah mulai terbuka satu sama lain.


"Aku hanya penasaran saja." ujar Amara.


Amara pun mengangguk kan kepalanya.


"Aku tidak pernah merasakan hal ini pada seorang wanita mana pun dan aku tidak pandai mengungkapkan perasaan ku lewat kata kata, seperti yang kau tau aku adalah pria yang sangat kaku, tetapi aku selalu mencoba memperlihatkan rasa cinta ku ini dengan cara memperlakukan diri mu Amara." ucap Roy dengan tatapan yang dalam.


"Apa kau pernah menyukai Selina?" tanya Amara kembali.


mendengar itu membuat Roy terkekeh kecil,dia tau saat ini kekasihnya itu sedang menahan rasa cemburunya ketika menanyakan hal yang berkaitan dengan Selina.


"Tidak." jawab Roy dengan singkat.


"Apa kau yakin?" tanya Amara kembali dengan tidak percaya.


"Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya pada ku?" tanya Roy dengan menoel hidung mancung Amara.


"Emmm aku mau kau menjaga jarak dengan nya bila perlu jangan ada komunikasi lagi diantara kalian." ucap Amara dengan mengerucutkan bibirnya.


Roy tertawa mendengar celotehan Amara yang seperti anak kecil baginya, meskipun begitu Roy hanya bisa menyetujui apa yang Amara inginkan agar hubungan nya tetap baik baik saja.

__ADS_1


"Baik lah aku akan menuruti apa kata tuan Putri ku."jawab Roy dengan memalingkan pandangan nya.


"Tuan putri?" ulang Amara dengan wajah nya yang usil.


Hal itu membuat Roy merasa malu dengan apa yang baru saja dia katakan Namum bukan nya berhenti Amara malah terus menerus menggoda Roy yang tampak gugup itu sekarang.


"Sudah lah ayo aku akan mengantarmu pulang, ini sudah larut malam." ucap Roy sembari berdiri.


"Emm baik lah aku juga ingin beristirahat." ucap Amara yang menyusul Roy berdiri.


Ketika dalam perjalanan, ponsel Roy berbunyi Roy pun segera mengangkat ponsel itu yang ternyata adalah panggilan dari David yang menyuruh nya untuk datang ke mansion malam ini juga, belum sempat Roy menanyakan ada hal apa yang terjadi, telpon itu sudah di matikan dahulu oleh David.


"Sial anak ini." gerutu Roy.


"Ada apa sayang?" tanya Amara yang melihat raut wajah Roy menjadi muram.


"Ada urusan mendadak dan aku harus segera menuju mansion bos sekarang." ucap Roy dengan menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah Amara.


"Kau tidak mau mampir dulu ke rumah ku?" tanya Amara pada Roy.


"Lain kali saja ya aku sedang buru buru." jawab Roy yang sebenarnya sangat ingin bertemu dengan kedua orang tua Amara untuk mengungkap keseriusan nya dengan putri mereka .


"Baik lah hati hati..." teriak Amara yang melihat mobil kekasihnya melaju dengan cepat.


***************


DI MANSION.......


"Baba...." ucap Arka dengan memperlihatkan wajah orang yang telah membantai keluarga bos nya.


"Kita belum mengetahui alasan mengapa dia melakukan hal keji itu." ucap Arka.


"Yang pasti menurut ku dia orang yang mempunyai kekuasaan besar karna bisa melewati para pengawal yang cukup banyak di mansion itu." timpal Leo.


Setelah melihat rekaman yang membuat arsenio menjadi depresi berat, mereka terus mengorek informasi orang yang selama ini arsenio cari, meskipun arsenio tidak menyuruh mereka karna dia ingin menuntaskan balas dendam nya sendiri tetapi mereka Bersi keras untuk membantu nya secara diam diam.


*************


HAY MAAP YA AUTHOR BARU UPDATE,MINAL AIDZIN WALFAIDZIN MOHON MAAF LAHIR BATIN....SEMOGA SUKA YA❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2