
Disana Arka termenung karna apa yang di katakan oleh David benar adanya, dia pergi dari sana untuk menghindari masalah yang akan datang padanya karena sudah membunuh orang di suku itu dengan tidak sengaja karna arka pikir itu adalah pengawal arsenio yang telah berhasil menemukan mereka.
"Bantu aku kawan aku berjanji akan merubah perasaan ku pada Aqila,aku hanya ingin melindungi nya."ucap Arka dengan menatap David.
"Kita harus berhati hati dan selalu siap jika bahaya mengintai kita."jawab David.
********
Ketika sampai di perusahaan arsenio langsung memasuki ruangan nya diikuti oleh Roy di belakang nya.
"Akan ada Pertemuan dengan siapa hingga aku yang harus langsung turun tangan?" tanya arsenio.
"Bos jujur aku sangat kelelahan jika harus selalu menutup nutupi Selina dari si tua Bangka borren itu." ucap Roy.
"Apakah aku menyuruh mu melakukan itu?"tanya arsenio.
"Maksud mu bos?"Roy malah bertanya kembali.
Arsenio tersenyum tipis.
"Biarkan saja dia mengetahui jika anaknya bekerja di sini itu akan membuat dia berpikir dua kali untuk merencanakan sesuatu yang buruk pada perusahaan ku." Ucap arsenio.
"Tapi bos bagaimana dengan rencana kita untuk mengetahui lebih dalam tentang borren melalui Selina?"tanya Roy.
"Tugas mu hanya membuat Selina tajuh cinta padamu buat dia buta hingga tunduk apa pun pada yang kau ucapkan."ucap arsenio.
Roy menarik napas nya.
"Ini menyebalkan."gerutu Roy.
"Sekarang adalah rapat dengan nya bos ini menyangkut dengan pembagian hasil kerja sama diantara dua pihak."lanjut Roy.
"Baiklah."ucap arsenio.
Mereka berdua pun berjalan menuju ruang rapat yang di sana sudah terdapat boren di dampingi anak buahnya.
********
Di sebuah apartemen lantai atas terdapat seorang lelaki bertubuh kekar dengan tato ular di lehernya ,bagi orang orang kalangan mafia ,mereka sudah mengetahui jika itu menjadi salah satu ciri khas mafia kejam yang berasal dari suku maganda.
"Sayang kemari lah."Ucap seorang wanita bayaran arkanza.
Arkanza pun menghampiri wanita itu dan melalukan kegiatan olahraga yang panas bersamanya.
********
__ADS_1
David yang sedang mengantri untuk membayar minuman yang sudah di belinya di supermarket sangat kesal lantaran antriannya terhalang oleh seorang gadis yang dari tadi belum selesai juga membayar.
"Uang mu kurang nona ,kau silahkan pergi tidak ada makanan maupun minuman gratis di sini."ucap kasir itu.
Dan ketika gadis itu berbalik ,David melihatnya dengan tidak asing.
"Tunggu."ucap David menghentikan langkah kaki gadis itu.
David pun membayar belanjaan gadis itu dengan buru buru di kasir lalu bergegas dengan cepat mengejar gadis yang mau menghindar darinya.
"Kau mau kemana."ucap David berhasil memegang tangan gadis itu.
"Kau mau apa lepaskan aku."ucap gadis itu yang tidak lain ternyata adalah Rahel.
"Aku tidak akan melepaskan mu."ucap David melihat dengan intens ke arah Rahel.
"Apakah kau akan membawaku ke hadapan bos mu dan memakai kembali tubuh ku dengan puas hah?"ucap Rahel dengan mata yang berkaca kaca.
Mendengar itu David melepaskan genggaman tangan nya.
"Ini ambil lah."ucap David menyodorkan belanjaan Rahel yang tidak mampu dia bayar tadi.
"Lebih baik aku mati kelaparan dari pada menerima pemberian dari lelaki jahat seperti mu."ucap Rahel sembari bergegas pergi.
Namun David tidak membiarkan Rahel pergi dengan mudah begitu saja.
Hingga Rahel mendengar ancaman David itu dan memutuskan untuk memendam egonya demi keselamatan diri nya dan keluarganya.
Rahel pun berjalan kembali ke arah David dan mengambil kantong keresek yang berisi makanan dan minuman itu lalu melanjutkan langkah kaki nya menjauhi David.
"Terimakasih."ucap Rahel sembari bergegas pergi.
David hanya tersenyum melihat tingkah Rahel yang menurutnya sedikit menghibur.
*******
"Selamat siang tuan arsenio."ucap boren yang melihat kedatangan arsenio di ruang rapat itu.
"Selamat siang."ucap arsenio dengan nada dingin.
"Tuan arsenio ini berkas berkas yang berisikan bagi hasil diantara kerja sama kita selama ini."ucap asisten boren menyodorkan beberapa berkas.
Roy pun langsung memeriksa berkas itu,dan dia melihat kejanggalan disana.
Roy yang sudah mahir di bidang bisnis,dengan sekali lihat dia tau ada sesuatu yang salah pada data berkas itu.
__ADS_1
"Bos lihat lah ada penggelapan dana yang cukup besar di sini."ucap Roy.
Arsenio tersenyum miring.
"Tuan borren ku rasa aku akan memutuskan kerja sama ini jika kau hanya berniat menjadi penjilat di perusahaan ku."ucap arsenio tanpa ekspresi.
"Apa maksudmu ?"tanya boren seakan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Aku tidak sebodoh itu untuk kau tipu tuan,kau menggelapkan dana yang cukup besar dari kerja sama kita."ucap arsenio.
Mendengar itu wajah boren menjadi merah,di sisi lain dia merasa sangat marah pada bawahannya yang tidak becus membuat berkas laporan keuangan agar penggelapan dana tidak terdeteksi di sisi lain boren merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan sekarang.
"Kenapa anda diam tuan borren."ucap arsenio dengan tatapan mengintimidasi.
"Mungkin ada kesalahpahaman di sini tuan,aku akan segera mencari tahunya."ucap boren.
Mendengar itu arsenio tertawa.
"Apa kau tidak mendengar jika aku sudah tidak Sudi menjalin kerja sama dengan mu kau hanya seorang penjilat yang menjijikan."ucap arsenio.
"Jaga mulut mu ,kau hanya seorang anak kecil yang tidak tau diri,kau akan menyesali perbuatan mu hari ini ,aku tidak akan melepaskan mu cam kan itu."ucap boren meninggalkan ruang rapat.
"Kau tidak lebih dari kutu Kutu kecil yang harus aku singkirkan."ucap arsenio dengan nada yang santai
**********
Selina tidak masuk kerja hari ini,dia mengambil cuti nya untuk menghabiskan waktu itu dengan berbelanja sesuka hati nya.
Saat Selina memasuki toko perhiasan dia melihat sebuah kalung yang sangat mewah,saat dia ingin memegangnya ada tangan orang lain juga yang sama sama ingin menyentuh kalung itu untuk memeriksa nya.
"Eh kau,apakah kau wanita yang bersama Roy pada waktu itu?"tanya Selina.
"Iya kak."jawab Amara dengan sopan.
"Aku rasa kau tidak akan mampu membayar kalung semewah ini , jadi jangan asal menyentuh nya nanti rusak."ucap Selina sembari memanggil pelayan.
Seorang pelayan pun menghampiri mereka berdua.
"Nyonya kenapa tidak bilang kau akan datang kemari?"tanya pelayan itu pada amara.
"Orang lusuh seperti dia kau panggil nyonya,aku merasa geli saat mendengarnya."ucap Selina dengan wajah julid nya.
"Maap nona beliau pemilik toko perhiasan ini."ucap pelayan itu .
Pernyataan yang Selina dengar membuatnya tertegun,dia sangat malu ketika mengetahui bahwa Amara lah pemilik toko perhiasan berlian dengan brand terkenal itu.
__ADS_1
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰🥰