TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
MUAL MUAL


__ADS_3

Aqila tercengang mendengar hal itu, namun ada rasa berdebar di jantungnya yang membuat Aqila juga tidak mengerti dengan perasaannya saat ini


"Apa kau yakin?" tanya Aqila dengan menaikan pandangan nya untuk melihat arsenio yang lebih tinggi.


"Aku ingin tidur bersama mu malam ini,aku merindukan nya." bukannya menjawab pertanyaan Aqila Arsenio malah berkata hal yang lain.


Tanpa sempat menjawab tubuh Aqila di gendong oleh arsenio menuju kamarnya...


"Sudah biarkan seperti ini...aku merindukan nya." ucap arsenio yang sudah berada di ranjang nya dengan memeluk erat Aqila.


Keduanya pun menutup matanya dalam keadaan yang nyaman dan hangat malam itu....


***********


Malam itu Roy langsung membawa Selina yang dalam keadaan tidak sadarkan diri menuju klinik terdekat, rasa paniknya sangat spontan dan entah mengapa Roy merasa sangat khawatir pada selina padahal jelas jelas dia sudah mempunyai niatan buruk padanya.


"Apakah si sekertaris payah itu menyukainya ?" tanya Lion pada teman teman nya.


"Sepertinya ya,,," jawab David sembari memperhatikan Roy yang sigap membawa tubuh Selina ke dlm mobil.


***********


Di perjalanan Roy terus saja sesekali melihat wajah Selina dengan mata yang tertutup tampak di pipi nya bekas tamparan keras Arka,melihat itu membuat Roy sedikit tidak rela.


********


Di rumah boren merasa risau lantaran hari sudah larut malam tetapi putri nya Selina belum pulang juga , biasanya Selina selalu mengabari nya jika tidak akan pulang karna ada suatu hal namun, tidak dengan malam ini bahkan boren sudah menelpon ponsel Selina beberapa kali tetapi tidak ada jawaban juga.


Akhirnya boren memutuskan untuk menyuruh anak buah nya untuk melacak keberadaan putri kesayangannya itu saking khawatir nya.


Boren khawatir lantaran statusnya yang menjadi seorang bos besar dalam jaringan bisnis gelap hingga mengakibatkan banyak nya musuh di kehidupan nya yang membuat boren ketakutan jika musuh musuhnya mengincar putrinya ini juga menjadi salah satu alasan mengapa boren merahasiakan identitas putrinya di depan public.


*******


Selina kini sudah menjalani pemeriksaan oleh dokter yang ada di sana dan hasilnya tidak ada luka serius yang perlu di khawatir kan,Selina hanya butuh istirahat yang cukup untuk memulihkan kesadaran nya dan mendengar itu Roy menjadi lega.


"Baik lah tuan aku permisi dulu,untuk administrasi bisa di selesaikan di kasir ,selamat malam." ucap dokter itu dengan berlalu pergi.

__ADS_1


"Baik dok terimakasih." balas Roy.


Roy sejenak menatap wajah Selina yang menurut Roy terlihat lebih cantik ketika dia sedang tertidur.


"Kenapa kau sangat nekad bodoh." ucap Roy pada selina yang belum membuka matanya.


Ketika sedang asik memandangi wajah Selina, perhatian Roy teralihkan pada ponsel Selina yang terus saja berbunyi, Roy pun memeriksa ponsel tersebut dan terlihat di sana ada puluhan panggilan tak terjawab dari kontak yang di beri nama Dady.


Roy tau jika boren sedang menghawatirkan putrinya Selina dan dia juga tau jika ponsel Selina sedang di lacak agar mengetahui keberadaan nya sekarang Karna itu Roy berinisiatif untuk mengirim kan satu pesan pada boren melalui ponsel Selina.


Isi pesan :


[ ayah maap aku ketiduran,malam ini aku tidak pulang ,aku akan menginap di rumah teman ku bye ayah 😗🥰🥰❤️]


Boren yang mendapat kan pesan dari putri kesayangannya dengan buru buru segera membacanya, dan hatinya menjadi tenang seketika ketika mendapat kan kabar itu . meskipun boren sedikit merasa aneh karna ketika Selina sedikit berbeda dari biasanya,namun boren percaya jika dia baik baik saja, akhirnya boren pun menyuruh para anak buah nya untuk segera menghentikan pencarian yang sedang di lakukan.


*********


DI KAMAR ARSENIO.....


"Huek Huek,,"


Arsenio yang mendengar itu segera terbangun dari tidurnya dan menghampiri asal suara yang dia dengar yang berasal dari kamar mandi.


Ketika sampai di kamar mandi arsenio terkejut melihat Aqila dengan muka yang sudah sangat pucat.


"Hey kenapa sayang, apa kau baik baik saja?" tanya arsenio dengan rasa khawatir nya.


"Aku tidak apa apa tuan aku hanya masuk angin seperti nya." jawab Aqila dengan mata yang ter kantuk.


Arsenio akan memanggil dokter pribadinya malam itu, namun Aqila melarang nya dan malah menyuruh arsenio untuk mengambil kan minyak urut untuk di balurkan ke perut nya.


arsenio membopong Aqila menuju ranjang nya lalu arsenio segera mencari minyak hangat untuk Aqila.


"Ini ,,,biar aku pakai kan." ucap arsenio sembari membuka tutup minyak urut yang di bawa nya.


Tiba tiba Aqila memeluk tubuh nya dengan kedua tangan mungilnya secara menyilang, arsenio sedikit bingung dengan apa yang ada di pikiran Aqila.

__ADS_1


"Kau kenapa?" tanya arsenio yang sedang di tatap tajam oleh Aqila, itu tidak membuat arsenio merasa takut tetapi arsenio di buat gemas dengan ekspresi wajah Aqila yang seperti itu.


"Tuan ingin mencuri kesempatan di dalam kesempitan yah." tanya Aqila dengan bola mata yang memutar.


"pffttt,,,hahaha ya ampun nona kecil, aku bahkan sama sekali tidak punya pikiran mesum seperti mu itu,niat ku hanya membantu, jika kau tidak mau ya tidak apa apa." jelas arsenio sembari tertawa terbahak bahak dengan tingkah laku konyol Aqila itu.


Aqila merasa malu karna kesalah pahaman nya dia pun menutup wajah nya yang sudah memerah itu.


"Hey,,,kau sedang malu yah." ucap arsenio menggoda Aqila.


"Tidak." jawab Aqila yang masih menutup wajah nya.


Arsenio tidak tahan melihat tingkah gemas Aqila, arsenio menarik tangan Aqila yang menutupi wajah nya hingga arsenio dapat melihat betapa merah nya wajah Aqila.


"Kalau pun aku melakukan ini untuk mu, kau tidak usah malu kan aku sudah pernah melihat semua aset mu sayang." ucap arsenio dengan mengecup kening Aqila.


Blush.... mendengar perkataan jorok arsenio membuat Aqila semakin tidak karuan akhirnya Aqila mengalihkan pembicaraan nya dengan menunjukan ekspresi jika dia sedang kesakitan.


"Ah...tuan perut ku sakit setelah muntah muntah tadi." ucap Aqila dengan memegangi perut nya.


"Cepat pakai ini keataskan pakaian mu biar aku yang memakainya." ucap arsenio sembari mengoleskan minyak itu ke perut Aqila layak nya seorang paman yang sedang mengobati ponakan nya yang masih kecil.


"Apa masih sakit?" tanya arsenio dengan mimik wajah serius.


Aqila menggeleng geleng kan kepalanya tanpa mengeluarkan suara.


"Apa kau ingin memakan sesuatu ? biar aku yang menyuruh pelayan untuk datang kesini." ucap arsenio yang masih mengelus elus Perut rata Aqila.


"Tidak usah tuan aku hanya istirahat kembali." jawab Aqila.


"Baik lah kau tidur kembali, besok tidak usah masuk kampus yah kau hanya boleh di mansion dan makan dengan banyak agar badan mu tidak terlalu kecil seperti ini." ucap arsenio sembari memperhatikan tubuh Aqila yang kecil.


Aqila hanya diam memperhatikan arsenio yang sedang mengoceh kepadanya.


******


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2