
Aqila berpikir jika arsenio akan mendukung nya tetapi semuanya di luar dugaan ,Aqila malah mendapat kan kembali penghinaan yang merendahkan dirinya.
"Aku hanya bertanya padanya apa kah dia simpanan mu,tetapi dia malah marah dan langsung menampar wajah ku."ujar selina memasang wajah manjanya.
"Kenapa kau marah gadis bodoh,memang benar bukan statusmu disini tidak lebih tinggi dari seorang budak."ujar Arsenio.
DEG...
Dunia seakan runtuh kembali bagi Aqila
**********
Melihat itu Arka melihat peluang untuk kembali menghasut Aqila agar tidak menyukai arsenio ,berbagai rencana buruk mulai bermunculan di pikirannya.
*********
Sebenarnya arsenio tidak tega melalukan itu kepada Aqila,namun demi melancarkan rencananya untuk menjebak boren yang merupakan ayah dari Selina,arsenio dengan terpaksa harus melakukan itu semua.
Tidak bisa menahan diri nya Aqila langsung berlari menuju kamar nya di atas mansion,disana tidak ada yang menghentikannya dan yang lainnya hanya terdiam bisu.
"Sebaiknya kita pergi sekarang,ayo!"ucap Roy menarik tangan Selina.
"Ah..baiklah,tuan aku harap kita bisa berkencan ."ucap Selina mengedipkan matanya.
Ketika Roy telah membawa pergi Selina , arsenio pun langsung menunjukkan ekspresi wajah jiji nya.
"Sialan...aku harus segera membersihkan diriku."ucap arsenio.
Yang lain nya tertawa melihat tingkah arsenio itu.
"Kau jago ber akting juga ya bos."ucap Leo.
"Hanya saja kita tidak tau apakah Aqila akan menjadi benci padamu atau tidak lihat saja nanti."ucap David menahan tawanya.
Mendengar itu membuat arsenio teringat akan kata katanya yang mungkin telah menyakiti aqila.dia pun segera bergegas menghampiri nya.
********
DI KAMAR AQILA...
"Apakah aku seburuk itu Tuhan..kenapa kau selalu membuat hidup ku ini sangat sulit."ucap Aqila sembari meringkuk menangis di kasurnya.
Aqila teringat hidupnya di masa kecil semasa ibu nya Masi hidup,dia tidak pernah merasakan kekurangan kasih sayang. Tetapi setelah ibunya meninggalkan Aqila untuk selamanya,disanalah kehidupan malang nya di mulai.
Tok..tok..tok..
Terdengar suara pintu yang di ketuk dari luar, Aqila segera menghapus air matanya dan membuka pintu kamarnya .
Arsenio melihat Aqila yang membukakan pintu dengan mata yang sembab membuat arsenio merasa bersalah namun,arsenio tidak mungkin meminta maaf secara langsung karna egonya yang tinggi.
"Aku, ingin kau mengganti perban ku."ucap arsenio yang bingung harus mengatakan apa lagi.
__ADS_1
Tanpa ada jawaban Aqila hanya mengangguk kan kepalanya.
*************
Di mobil...
"Roy kita akan kemana sekarang?"tanya Selina.
"Ke Perusahaan, masih banyak pekerjaan disana."jawab Roy sambil menyetir.
"Apa tidak pergi makan siang dulu ? perutku sangat lapar."ucap Selina (memegang perutnya).
"Baiklah jika kau ingin pergi makan terlebih dahulu aku akan mengantarmu."ucap Roy .
Selina sedikit aneh dengan perlakuan Roy yang sedikit berbeda namun ia menyukainya.
*******
"Bos kapan kita akan melancarkan rencananya?"
"Kita tidak bisa terburu buru,arsenio tidak bisa di remehkan."jawab borren pada bawahannya.
******
Aqila telah menggantikan perban pada luka tubuh arsenio, disana arsenio mencoba mengajak Aqila berbicara namun,Aqila tidak menanggapinya.
"Kenapa kau diam terus apa kau bisu?"tanya arsenio.
Hal itu memancing amarah arsenio, arsenio mencengkram wajah Aqila dengan kuat.
"Apa kau sengaja memancing amarahku hah!" bentak arsenio.
"Aku hanya ingin lepas dari mu tuan aku mohon aku akan menyicil hutang ibu tiriku padamu."ucap Aqila sembari menangis tersedu sedu.
Plak...
Arsenio menampar wajah Aqila dengan keras.
"Sudah berapa kali ku bilang kau tidak akan bisa lepas dari ku!!"teriak arsenio.
"Jika kau mencoba untuk melarikan diri dari ku akan ku pastikan hidup mu hancur sehancur hancurnya."arsenio meninggalkan Aqila yang menangis meringkuk kesakitan.
Setelah menerima perlakuan yang tidak pantas itu Aqila sudah membulatkan tekad nya untuk melarikan diri dari kekejaman arsenio barram.
*******
DI RESTORAN...
Terlihat Selina yang tampak menikmati makanan yang dia pesan, berbeda dengan Roy yang terlihat malas dari tadi.
"Kenapa kau tidak ikut makan,apa kau sedang diet?"tanya Selina sambil mengunyah makanannya.
__ADS_1
"Aku tidak lapar cepatlah,aku menunggumu di dalam mobil."ucap Roy bergegas ke dalam mobil meninggalkan Selina yang sedang makan sendirian.
"Dasar kau lelaki macam apa meninggalkan wanita cantik seperti ku."ujar Selina.
Tidak berapa lama kemudian Selina melihat boren yang sepertinya sudah melakukan rapat pertemuan dengan orang orang penting.
Selina pun menghampiri boren yang sedang duduk dengan di kelilingi beberapa pengawalnya.
"Ayah..."teriak Selina menghampiri boren.
"Kau sedang apa di sini putriku?"tanya boren memeluk Selina.
"Aku hanya sedang makan siang sebelum kembali ke perusahaan tempat baru aku bekerja."jawab Selina.
"kenapa memilih bekerja di perusahaan lain, padahal kau hanya tinggal menghabiskan uang ayah mu saja."ucap boren.
Boren tidak tahu jika anak nya Selina bekerja di salah satu perusahaan pusat arsenio .
"Baiklah ayah aku harus kembali bekerja selamat menikmati hari ini."ucap Selina berpamitan.
***********
Arka yang melihat Aqila meringkuk melalui pintu kamar yang terbuka tanpa ragu langsung memasuki kamarnya dan menghampiri Aqila.
"Apa kau tidak apa apa?"tanya Arka.
"Bawa aku pergi ku mohon..."ujar Aqila dengan suara yang pilu.
Arka melihat pipi Aqila yang sangat merah seperti bekas tamparan dan itu membuatnya sangat tidak terima.
"Kenapa bisa sampai begini?"tanya Arka.
Aqila tidak menjawabnya dan hanya terus menangis.
"Apa kau yakin ingin pergi dari sini?"tanya Arka.
Mendengar itu Aqila langsung mengangguk kan kepalanya.
"Dari kecil hidup ku sudah sangat perih setidaknya untuk kehidupan nanti biarkan aku tenang, fisik mau pun batin ku sudah tidak kuat lagi mendapatkan perlakuan kejam dari semua orang."Aqila berbicara dengan tangisan yang tersedu sedu.
Entah mengapa mendengar pernyataan Aqila membuat sesuatu di hati Arka seperti tergores ,Arka pun nekad ingin membantu Aqila agar bisa pergi dari jeratan arsenio ,apa pun yang bisa dia lakukan maka Arka akan melakukan nya dengan yang terbaik.
"Dengar kan aku ,aku akan membantu mu untuk keluar dari mansion saat malam tiba ,aku akan menunggu mu di halaman belakang mansion dan pastikan tidak ada seorang pun yang melihat mu."ucap Arka dengan bersungguh-sungguh sungguh.
"Apak kau benar benar akan membantu?"tanya Aqila penuh harap.
"Apa pun itu hanya untuk mu."ucap Arka sembari mengecup kening Aqila dan segera pergi dari kamarnya.
Aqila yang mulai tersadar bahwa Arka benar benar mencintai nya,dia merasa sedikit bersalah karna dia malah pernah menaruh hati pada seorang lelaki yang memperlakukan nya dengan kejam.
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰
__ADS_1