TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
MAKAN MALAM HANGAT


__ADS_3

Mendengar putrinya akan makan malam di mansion arsenio membuat ibunya berpikir jika anaknya Amara telah menjalin hubungan spesial dengan arsenio.


"Ah tenang saja ibu akan membantu memilih gaun yang bagus untuk putri ibu yang cantik ini."ucap ibu Amara sembari menoel hidung mungil Amara.


"Wahhh ada apa ini kenapa berantakan sekali."ucap tuan Toni yang tiba tiba datang.


"Ini anak mu di undang makan malam di mansion tuan arsenio."jawab ibu Amara.


"Wah..wah..baru juga sekali bertemu,sudah dekat saja."ucap tuan Toni yang sama beranggapan bahwa Amara sedang dekat dengan arsenio.


"Ah tidak juga ayah."jawab Amara .


"Apa ayah dan ibu mu boleh ikut pergi juga?"tanya tuan Toni.


"Kalian tidak di undang."ucap Amara dengan tertawa.


Hal itu membuat ayah dan ibu Amara menggelitik nya.


**********


Di mansion tampak Aqila ,bi Marni dan beberapa chef sedang sibuk mempersiapkan hidangan berbagai macam makanan yang tampak sangat lezat.


Arsenio dari tadi hanya diam memperhatikan Aqila dengan wajah nya yang di penuhi dengan tepung dan itu membuat Aqila terlihat sangat lucu.


"Selesai bi,aku tidak sabar menunggu keluarga ku datang."ucap Aqila.


"Bibi juga non." jawab bi Marni.


"Tuan kenapa mereka belum datang juga padahal hari sudah mulai gelap."ucap Aqila.


Arsenio pun menghampiri Aqila dan memeluknya dari belakang.


"Kenapa kau menjadi wanita tidak sabaran hah."ucap arsenio menenggelamkan wajahnya di pundak Aqila.


Aqila mencoba melepaskan pelukan arsenio karna merasa sangat malu di sana terdapat banyak orang .


Meskipun begitu arsenio tetap dengan erat memeluk tubuh Aqila dan enggan melepaskan nya.


Hingga terdengar suara cempreng gadis kecil yang sedang berlari ke arah Aqila.


"KAKAK KANIA DATANG." teriak Kania berlari ke arah Aqila.


Namun,Kania melihat Aqila yang sedang di peluk oleh arsenio. Kania yang polos sangat senang melihat kakak nya yang di pikirnya sudah menikah dengan orang kaya yang baik hati.


"Ya ampun Kaka ipar kau sangat lengket dengan kakak ku apakah kalian secepatnya akan memberi ku keponakan."ucap Kania dengan wajah polosnya.


Arsenio tidak marah melihat dan mendengar perkataan Kania,entah mengapa sebutan Kaka ipar nya pada arsenio membuat hati arsenio menjadi hangat.


"Apa kau tidak dengar adikmu meminta keponakan."bisik arsenio.


Seketika wajah Aqila menjadi merah Semerah tomat.

__ADS_1


"Eh adik kau tidak boleh berbicara seperti itu, itu sangat tidak baik."ucap aqila menghampiri Kania dan memeluknya.


"Aku merindukan mu kakak."ucap Kania memeluk Aqila dengan erat.


"Kakak juga merindukan mu sayang."ucap Aqila.


"Kakak ipar kau sangat tampan aku yakin kakak ku akan sangat mencintaimu."oceh Kania.


"Terimakasih gadis kecil kau juga cantik sama seperti kakak mu."ucap arsenio mengacak rambut Kania dengan gemas.


keempat sejoli ,bi Marni dan semua orang yang ada di sana seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat,karna biasanya arsenio akan bertindak kasar bahkan tidak menyukai anak kecil karna mereka cerewet tetapi arsenio sangat berbeda ketika memperlakukan Kania seperti sekarang ini.


"Dimana ayah ?"tanya Aqila celingak celinguk mencari keberadaan ayahnya.


"Ayah mu sudah menunggu mu di ruang tamu."Jawab Arka.


Mereka berdua saling tatap menatap untuk sesaat dan itu membuat mereka sedikit canggung.


Akhirnya aqila menemui ayah dan ibu nya di ruang tamu mansion,betapa bahagianya ayah Aqila bisa melihat kembali putri kesayangannya yang ternyata baik baik saja.


"Ayah aku merindukanmu."ucap Aqila dengan tangisan memeluk ayahnya.


"Oh... Putri ku ayah juga merindukan mu apa kau baik baik saja di sini."tanya ayah Aqila.


"Sudah pasti dia sangat baik baik saja hingga melupakan keluarga nya di kampung."jawab ibu tiri Aqila dengan tiba tiba,namun ketika melihat ke arah arsenio yang sedang menatapnya dengan tajam,ibu tiri Aqila pun sontak langsung terdiam.


"Baik lah mari semuanya kita ke meja makan tuan sudah menunggu kalian di sana."ucap Lion.


"Hem pasti si anak bodoh itu sangat senang tinggal di sini,mau makan apa pun semuanya tersedia."gumam ibu tiri Aqila di dalam hatinya.


********


Amara sudah siap dengan gaun elegannya dan make up natural yang memancarkan kecantikan nya,dia kini sedang menunggu Roy yang hendak menjemput nya.


Tidak lama kemudian mobil Roy terparkir di depan rumah Amara,Amara pun langsung memasuki mobil itu dengan tersenyum manis.


"Sepertinya niat kita untuk menjodohkan Amara ke tuan arsenio akan berhasil."ucap ibu Amara yang mengintip Amara dari jendela bersama tuan Toni.


"Tentu istriku."ucap tuan Toni ( ayah Amara).


Mereka mengira jika yang menjemput anak nya tadi adalah arsenio.


*******


"Maap aku sedikit terlambat."ucap Roy dengan grogi.


"Tidak apa apa lagi pula jarak nya dekat."ucap Amara.


"Ough iya kenapa tuan tidak pergi bersama pasangan tuan."tanya Amara.


"Siapa yang kau maksud?"tanya Roy.

__ADS_1


"Wanita yang waktu itu bertemu di cafe."jawab Amara.


"oh dia bukan pasangan ku ,dia hanya rekan kerja ku yang usil."jawab Roy.


"dan satu hal lagi,jangan panggil aku tuan, panggil saja namaku."lanjutnya.


"Em..akan ku coba."jawab Amara dengan pipi yang merah.


*******


Amara dan Roy pun sudah sampai di mansion Arsenio,ketika mereka memasuki mansion tepatnya ke ruang makan disana sudah banyak orang yang sedang menunggu kedatangan mereka.


"Kau lama sekali dari mana dulu?"tanya Lion.


"Aku menjemput tuan Putri ku."ucap Roy.


Sontak itu membuat mereka semua kaget,karna yang mereka tau Roy suka dengan kesendirian nya bahkan keempat sejoli pernah berpikiran jika Roy tidak menyukai wanita dan tidak normal.


"Duduk lah."ucap arsenio.


Mereka pun segera menikmati berbagai hidangan yang sudah di sediakan oleh Aqila dan bi Marni.


"Wah..bos makanan ini rasanya sangat berbeda dan lezat."ucap Leo.


"Iyah benar bos,sering sering lah mengadakan makan malam bersama seperti ini kita akan selalu hadir meskipun tidak kau undang."celetuk Lion.


Semua orang tertawa mendengar ocehan mereka berdua yang sudah seperti wanita cerewet.


Arsenio hanya bisa tersenyum tipis mendengar itu.


"Kaka ipar,aku sudah lama tidak memakan daging Sebanyak ini, apakah aku boleh membawanya ke rumah ?"tanya Kania.


Mendengar itu arsenio merasa tidak tega.


"Aku akan memberikan mu banyak mainan dan apa pun makanan yang kau mau kau akan mendapatkan nya gadis kecil."ucap arsenio yang membuat Kania sangat girang.


Aqila melihat perlakuan yang sangat baik dari arsenio pada adiknya membuat Aqila merasa senang dan tersentuh.


"Ough ya nona apa kau tidak sakit mata mempunyai pacar jelek seperti nya,ganteng an juga aku."ucap Leo pada amara.


"Diam kau bodoh."ucap Roy dengan kesal.


Amara hanya tersenyum menikmati acara hangat yang sederhana seperti ini.


"Tuan... terimakasih atas kebaikan hati mu yang telah mengundang kami untuk makan malam di sini."ucap ayah Aqila.


"Ah aku juga ingin berterima kasih tuan..aku akan sangat senang jika ada acara seperti ini lagi."timbal ibu tiri Aqila.


"Nikmatilah."ucap arsenio dengan singkat.


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2