TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
HARI PERTAMA KULIAH


__ADS_3

"Dimana rumah nya?" tanya David.


"Itu pripasi tuan aku tidak bisa..."


Tanpa mendengar kan Sindi David langsung mengeluarkan sejumlah uang yang banyak kembali dari dalam sakunya.


"Rumah nya tidak terlalu jauh dari sini kau tinggal lurus lalu akan ada gang kau masuk saja nanti akan ada rumah kecil berwarna biru, terimakasih." ucap Sindi sembari mengambil uang itu dari tangan David.


Tanpa banyak bicara akhirnya David segera bergegas menuju alamat yang di berikan Sindi kepadanya.


**********


"kau bilang kau ingin pergi ke kampus ,apa kau tidak akan mandi sebelum berangkat kesana?" tanya arsenio pada Aqila yang dari tadi terus mengobrol di ranjang.


"Eh..yasudah tuan.. maksud ku sayang aku mau membersihkan tubuh ku dulu." ucap Aqila dengan canggung karna harus membiasakan diri memanggil arsenio dengan sebutan sayang.


Akhirnya arsenio melepaskan pelukannya dan membiarkan Aqila pergi untuk membersihkan dirinya.


**********


Setelah beberapa waktu yang lama David akhirnya menemukan rumah yang di arah kan oleh Sindi tadi tanpa berpikir panjang David langsung menghampiri rumah itu dan hendak mengetuk nya tetapi tangan David terhenti ketika mendengar suara Rahel yang lemas di balik pintu itu.


"Ibu...aku mohon aku sangat lapar Bu berikan aku makanan sedikit saja,,,aku janji besok aku akan kembali bekerja meskipun tubuh ku masih sakit." ucap Rebel dengan nada yang lemah.


"Enak saja kau ini ingin makan tanpa bekerja, jika kau tidak mencari uang bagaimana dengan kehidupan kita hah!" bentak ibu Rahel.


Keluarga Rahel sangat lah kekurangan hingga itu membuat ibu nya menjadi seseorang yang tampak dan terobsesi dengan uang ,hingga ia tega untuk menukar kan kesucian putrinya dengan sejumlah uang yang cukup besar tetapi sudah tidak tersisa sedikit pun saat ini.


"Ayo kau harus bekerja bangun lah jangan malas." ibu Rahel memaksa Rahel untuk berdiri dan terus menerus mendorong Rahel ke arah luar,hingga akhirnya pintu terbuka dan tampak seorang pria di depan sana yang tidak lain adalah David.


Tetapi Rahel yang sudah tidak mempunyai tenaga,tidak bisa menopang lagi tubuhnya hingga mengakibatkan dia jatuh tersungkur.


David yang melihat itu segera menggendong Rahel yang sudah tidak sadarkan diri.


"Siapa kau."tanya ibu Rahel yang tidak mengenal David.


"Ibu macam apa kau, memperlakukan anak mu bahkan melebihi hewan." ucap David dengan sangat marah.


"Tidak usah ikut campur,dia anak ku kau tidak berhak mengatakan apa pun."jawab ibu Rahel.

__ADS_1


David tidak menghiraukan ucapan nya yang terus saja menggerutu,David ingin bergegas pergi ingin membawa Rahel ke rumah sakit terdekat untuk melakukan pemulihan, Tetapi ibu Rahel terus saja menghalangi jalan mereka.


"Kau mau bawa dia kemana? dia harus bekerja." ucap ibu Rahel dengan kekeh.


David melemparkan sejumlah uang dengan satu tangannya tepat ke wajah ibu Rahel tetapi, hal itu tidak membuatnya marah sama sekali bahkan dengan cekatan dia memungut uang yang beterbangan itu.


Akhirnya David memasukan Rahel ke dalam mobilnya yang berjalan menuju rumah sakit terdekat.


*********


"Aku sudah siap sayang." ucap Aqila sembari menuruni anak tangga menuju arsenio yang sudah berada di meja makan bersama Leo lion dan Arka.


Arsenio sangat terpesona dengan kecantikan Aqila hari ini yang tampak segar dengan sedikit polesan bedak ,Aqila mengenakan baju berwarna hitam dan abu dengan menyelendang tas berwarna pink.



"Kau mau kemana dengan memakai baju pendek seperti itu hah?" tanya arsenio dengan kesal.


"Tapi menurut ku itu wajar bos,lagi pula kan Aqila memang gadis yang masih muda." ucap Lion membela Aqila.


"Diam kau aku tidak menyuruh mu berbicara." ucap arsenio.


"Lalu aku harus memakai apa sa..sayang." ucap Aqila dengan wajah merah karna malu memanggil arsenio dengan sebutan sayang di depan orang banyak.


Mereka yang mendengar Aqila memanggil arsenio dengan sebutan sayang tentunya merasa lucu,tak terkecuali dengan bi Marni yang dari tadi senyum senyum sendiri memperhatikan betapa posesif nya arsenio pada Aqila.


"Sudah lah ayo aku akan mengantarmu, di mobil aku akan memberimu jaket dan kau tidak boleh melepas nya, kau mengerti?" tanya arsenio.


Aqila hanya mengangguk angguk kan kepalanya menunjukkan jika dia mengerti.


**********


DI DALAM MOBIL...


Arsenio terus saja mengoceh membuat banyak aturan dan menyuruh Aqila untuk mencatatnya di dalam seciur kertas. mereka sudah seperti paman dan keponakan yang sedang mengerjakan PR saja.


"Nomor sembilan kau jangan menyapa teman pria." ucap arsenio yang mendikte peraturan nya.


"Nomor sepuluh kau tidak boleh tersenyum pada siapapun." ucap arsenio sembari fokus menyetir.

__ADS_1


Aqila yang hendak menulisnya seketika memandang wajah arsenio dengan tatapan kesal.


"Apa!! peraturan macam apa ini, aku juga kan manusia bagaimana bisa aku tidak tersenyum."protes Aqila pada arsenio.


"Kau boleh tersenyum hangat pada ku, kau ingat hanya padaku!!! aku tidak ingin pria lain melihat mu sedang tersenyum karna senyum mu hanya milikku." ucap arsenio memberhentikan mobil nya karna telah sampai di sebuah kampus ternama yang akan menjadi tempat belajar Aqila untuk kedepannya.


"pakai ini." ucap arsenio menyodorkan sebuah jaket untuk Aqila pakai.


Malas berdebat karna ujung ujung nya pasti Aqila yang kalah, akhirnya Aqila memakai jaket yang di berikan arsenio padanya tanpa mengatakan apa pun.


"Sudah." ucap Aqila dengan cemberut.


Ketika Aqila akan turun dari mobil, arsenio menahan tangannya.


"Aku akan mengantarmu."ucap arsenio.


"Tidak usah sayang nanti aku bisa menanyakan kelas ku dimana pada orang lain jika kau ikut nanti aku takut nanti banyak wanita yang terus melihat mu." ucap aqila merayu arsenio agar dia tidak usah diantarkan ke kelasnya.


Arsenio menganggap itu sebagai tanda Aqila sudah mulai mencemburuinya dan akhirnya arsenio setuju untuk tidak mengantarkan Aqila ke kelas nya.


"Baiklah jika kau takut seperti itu tetapi senyum dulu sebelum keluar dari mobil ini." ucap arsenio.


Ingin buru buru tidak melihat arsenio karna menurut Aqila dia menjengkelkan akhirnya Aqila langsung tersenyum manis di depan wajah arsenio sesuai dengan apa yang arsenio katakan.



jantung arsenio seketika berdebar melihat betapa manis nya senyuman yang di miliki oleh Aqila.


Aqila pun langsung turun dari mobil dan berjalan dengan buru buru menuju kampus nya hatinya sangat lega bisa lepas dari arsenio yang selalu menempel padanya.


Di dalam mobil arsenio terus menerus memandangi pundak Aqila hingga sudah tidak terlihat lagi, akhirnya arsenio memutuskan untuk mengunjungi perusahaan nya.


Tetapi di tengah jalan,arsenio mendapatkan kabar yang sangat buruk dari pesan yang disampaikan oleh Roy, di sana juga terdapat beberapa panggil an tidak terjawab dari Roy.


isi pesan :


(Bos cepat lah ke perusahaan,ada kabar yang sangat buruk di sini sangat lah kacau ).


Arsenio yang membaca pesan itu langsung menambah kecepatan mobil nya karena khawatir jika terjadi sesuatu yang sangat serius di sana.

__ADS_1


__ADS_2