
Mendengar itu arsenio tiba tiba tersenyum gembira dan tentunya Aqila heran melihat ekspresi wajah arsenio yang kian berubah 180°.
"Kenapa kau terlihat bahagia melihat ku seperti ini." ucap Aqila dengan wajah muram.
"Sayang lihat cermin yang ada di hadapan mu." ucap arsenio.
"Seperti nya kau sedang mengandung anak ku." lanjutnya dengan mengelus ngelus perut Aqila yang masih rata.
"APA!!!HAMIL?" teriak Aqila dengan sangat terkejut.
"Ya..tetapi kita harus mengecek nya untuk memastikan itu semua." jawab arsenio.
"Tapi..tidak mungkin." ucap Aqila dengan masih tidak percaya.
"Mungkin saja, punya ku kan berkualitas sayang sekali masuk sudah jadi benih hehe." ucap arsenio dengan cengengesan.
Seketika Aqila teringat pada kejadian mengerikan itu dan hal itu membuat wajah nya kian memerah karna menahan malu.
*********
Arsenio menelpon lion untuk membawa Arka ke hadapannya karna dari tadi mereka masih belum sampai di mansion.
"Kalian masih di mana , aku ingin pengkhianat itu segera di bawa kehadapan ku." ucap arsenio dengan menggertak kan gigi nya.
"Kami akan segera sampai bos." jawab Lion dengan tidak tenang.
"Baik lah aku menunggu." ujar Arsenio dengan mematikan ponselnya.
Semua mata tertuju pada lion, mereka tau yang menelpon nya barusan pasti arsenio yang menanyakan keberadaan mereka yang tak kunjung sampai.
__ADS_1
Melihat ke khawatiran pada raut wajah teman teman nya Arka pun berusaha menenangkan mereka.
"Sudah lah tidak apa apa ayo kita segera temui bos, aku akan mempertanggung jawabkan semua nya kalian jangan mengkhawatirkan ku seperti itu." ucap Arka dengan senyuman yang terukir di wajah nya.
"Semoga bos bisa memaafkan mu kawan." ucap Roy dengan menepuk nepuk pundak Arka.
Arka hanya mengangguk kan kepalanya sambil menatap satu persatu wajah teman nya itu.
Mereka pun segera bergegas menuju mansion karna kedatangan nya yang sudah di tunggu oleh arsenio.
******
DI MANSION.....
Aqila mencoba mengecek kehamilan dengan menggunakan testpack dan sangat tidak terduga hasil nya menunjukkan jika Aqila positif hamil.
Aqila telah mencoba beberapa kali tes dengan menggunakan testpack dengan merek yang berbeda namun hasil nya pun masih tetap sama.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun Aqila langsung memberikan itu pada arsenio dengan wajah nya yang masih syok.
"Astaga!!! kau hamil sayang, kau mengandung anak ku." ucap arsenio sembari memeluk erat tubuh Aqila.
"Apa ini tidak terlalu cepat?" ujar Aqila yang masih berada dalam dekapan arsenio.
"Apa kau tidak senang sayang?" tanya arsenio dengan menatap dalam wajah Aqila yang tampak pucat.
"Bukan begitu sayang tetapi,,,,aku merasa takut, aku takut jika aku belum siap untuk melahirkan dan mempunyai anak di usia ku yang masih remaja." jawab Aqila dengan jujur.
"Kau tenang saja, semuanya akan baik baik saja aku akan selalu ada bersama mu dan akan menajaga mu dan anak kita untuk selamanya,kau jangan khawatir ya." ucap arsenio berusaha menenangkan Aqila.
__ADS_1
Aqila pun tersenyum mendengar pernyataan arsenio yang berhasil menenangkan hati nya.
Tiba tiba seseorang mengetuk pintu, arsenio pun segera membuka pintu kamar nya dan tampak David yang sedang berdiri di sana.
"Bos kami sudah sampai." ucap David pada arsenio.
"Baik lah ayo." ucap arsenio.
Aqila yang melihat itu segera membuntuti kepergian keduanya hingga tidak lama mereka telah sampai di ruang bawah tanah yang biasa di gunakan untuk mengeksekusi setiap musuh yang tertangkap.
Di sana sudah terdapat Arka dimana pada tubuh nya masih di balut dengan perban yang cukup banyak.
"Untuk apa kalian mengobati pengkhianat ini !!" teriak arsenio dengan kesal.
Baik David lion Leo maupun Roy semuanya tertunduk tidak ada satupun yang berani menjawab pertanyaan arsenio.
"Mengapa kau menjadi pengkhianat Arka, aku sangat kecewa pada mu, setelah banyak yang telah aku berikan ini kah balasan mu pada ku!!!"
BUGH....
Satu pukulan mendarat tepat di wajah arka dengan luka nya yang masih basah hingga darah kembali mengucur pada luka luka itu.
"Aku salah bos, aku akan menerima semua hukuman untuk ku atas perbuatan yang aku perbuat bahkan jika nyawaku yang menjadi bayaran nya." ucap Arka dengan nada yang lirih.
Aqila yang melihat itu berusaha membekap mulut nya agar tidak mengeluarkan suara, melihat kondisi Arka yang menderita seperti itu membuat hati Aqila sakit karna bagaimanapun Arka pernah berbuat baik pada nya.
"Bahkan nyawa mu tak sebanding dengan pengkhianatan yang telah kau lakukan itu bajingan!!" ucap arsenio dengan mengangkat pistol yang ada di tangan nya.
Kini suasana tegang melekat di ruang gelap dan lembab itu, Arka sudah pasrah dengan semuanya dan hanya bisa menerima hukuman nya dengan Ikhlas.
__ADS_1
*********
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰